Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 50



Di dalam ruangan.


“Hah … melelahkan sekali hari ini!” gerutu Lars D. Kemudian dia memanggil seseorang, keluar seorang perempuan berambut hitam panjang dengan wajah cantik dan mengenakan pakaian pelayan. Pelayan itu membawakan minuman kepada tuannya dan diletakan di atas meja. Setelah itu dia menghampiri Lars.


“Ada apa, Tuanku?” tanya Selene membungkukkan badannya di depan Lars Dunmark.


“Kemarilah, Selene. Menurutmu, apakah sebaiknya kubunuh saja anak ini? Atau aku harus mengirimnya ke tempat yang jauh?” Lars D. memberikan kertas yang berisikan semua data tentang Leon Silvestre.


“Tuanku, jika kau tidak menyukai anak ini, izinkan aku pelayanmu membunuhnya untukmu,” sahut Selene dan merobek kertas itu dengan penuh amarah.


“Tenanglah, Selene. Tugasmu hanyalah melayaniku bukan membunuh seseorang," timpal Lars D berusaha menenangkannya lalu menciumnya dan dibalas dengan penuh gairah.


“Tuanku, apakah engkau ingin melanjutkannya di ruanganmu?” Selene berbicara dengan nada yang menggoda dan tampang penuh dengan hawa nafsu.


“Tunggulah aku di ruanganku sekarang, nanti aku akan ke sana." Lars D berkata apapun kepada pelayannya, ia segera menuruti permintaanya.


Pintu tertutup.


Seketika ruangan itu menjadi gelap, bahkan jendela di ruangan yang memancarkan sinar matahari pun kalah dengan pekatnya gelap.


Dari kegelapan itu terbentuk sedikit demi sedikit sosok seperti pria, pakaian serba hitam dan aura hitam yang menyelimuti kemanapun dia pergi, rambutnya panjang dan menyala seperti api yang berkobar, matanya berwarna emas dan bercahaya seterang sinar matahari.


“Tuanku, maafkan diriku tapi anak itu berhasil keluar dari dunia ilusi abyss," kata Lars D dengan nada terbata-bata.


“Sepertinya tidak salah lagi kalau anak itu mendapat bantuan dari salah satu Primordial Angel!” Sosok itu berkata dengan sangat emosi.


“Tuanku, apa yang harus kita lakukan?” tanya Lars D dengan gelisah dan cemas.


“Kau yang sekarang tidak akan mampu menghadapi seseorang yang memiliki kekuatan setara dengan Primordial Angel!” Sosok itu berkata lalu duduk dan mengambil sebuah kertas biasa yang kemudian diubah menjadi sebuah kertas bercahaya berisi kontrak.


“Tuanku, apa ini?” tanya Lars D dengan penuh keraguan mengambil kertas tersebut.


“Kau saat ini hanya mampu menerima 25% dari kekuatan yang kumiliki. Dengan kontrak itu jika kau menggunakannya kau bisa menggunakan 80% kekuatanku untuk sesaat," jelas sosok itu kemudian dia melanjutkan dengan nada serius, "Namun, ingatlah Lars. Tubuh manusia kecilmu itu tidak akan mampu menahan kekuatan seorang dewa. Jika kau menggunakannya lebih dari 77 menit, maka kau akan menjadi kehilangan kesadaran dan tidak bisa membedakan musuh atau kawan."


"Jangan khawatir, Tuanku. Sebagai pengikutmu yang setia, aku akan melakukan apapun bahkan jika harus mengorbankan banyak nyawa," sahut Lars D membungkukkan badannya sebagai bentuk penghormatan.


“Bagus, bagus sekali! Di antara sembilan apostle, hanya dirimu yang paling menjanjikan sejauh ini!” Sosok itu pergi entah ke mana dan semua cahaya kembali masuk seperti sedia kala.


Apostle merujuk kepada mereka yang terpilih oleh para dewa dan dewi untuk memegang sebagian kecil kekuatan yang mereka miliki, para apostle memiliki kekuatan yang sama dengan dewa atau dewi yang mengangkat mereka untuk menjadi apostle. Sembilan apostle juga merupakan kartu as yang dimiliki oleh para dewa dan dewi untuk persiapan perang nantinya.