Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 68



Mark pun berjalan mendekati pelayan yang ketakutan itu kemudian menepuk pundaknya dan berkata, “Jangan takut aku tidak akan membunuhmu. Sekarang bisakah kau membantuku memilih senjata?”


“I–iya baik, Tuan," balas pelayan itu dengan terbata-bata karena gugup.


“Aku membutuhkan dua buah pedang yang sama beratnya, tidak berat, tajam, kuat, dan bisa menyalurkan hawa membunuh yang kuat," perintah Mark dan Elf tersebut segera pergi berkeliling mencari pedang yang masuk dalam kriteria yang dimaksudkan oleh Mark.


Tidak lama kemudian, pelayan tersebut kembali membawa sebuah kotak kayu besar dan memberikannya kepada Mark. Ketika Mark membukanya, dia melihat dua buah pedang panjang yang berwarna kemerahan dan mengeluarkan aura membunuh sangat kuat.


“Ini cukup ringan. Terbuat dari apa pedang ini?” sahut Mark bertanya kepada pelayan itu sambil mencoba pedang barunya.


“Ah itu … aku tidak tahu persis bagaimana mereka membuatnya, Tuan Mark. Tapi yang aku tahu, pedang itu terbuat dari lima campuran bahan dan yang paling utama adalah Borazon," jawab pelayan itu kepada pertanyaan Mark.


“Baiklah, akan kuambil pedang ini," kata Mark kemudian menaruh pedangnya kembali ke dalam kotaknya, kemudian berkata, “Untuk yang kedua aku menginginkan sebuah Armor yang kuat menahan segala macam serangan.”


Kemudian pelayan itu langsung pergi mencarikan armor yang menurutnya bagus dan kuat menahan segala serangan yang kemungkinan dapat terjadi dalam sebuah pertempuran. Pelayan itu kembali membawa sebuah armor berwarna hitam kebiruan dan memberikannya kepada Mark. Armor tersebut juga terdapat pola rune yang mampu menangkal serangan sihir apapun.


“Apa aku terlihat bagus? Rasanya armor ini sedikit ketat, bukan?” Mark mencoba armor yang diberikan kepadanya. Armor itu terlihat bagus dan kuat walau memang ukurannya sedikit ketat karena mampu menyesuaikan ukuran sama persis dengan penggunanya.


“Kau terlihat bagus dengan armor itu, Tuan Mark," puji pelayan itu kepada Mark yang sedang bercermin dan Mark hanya tersenyum sambil menatapnya dari cermin.


“Ini, Tuan Mark. Pil yang berwarna merah ini memiliki fungsi menyembuhkan luka dan pil berwarna biru berfungsi meningkatkan stamina masing-masing berjumlah 100 buah," jelas pelayan itu sambil memberikan pil-pil tersebut kepada Mark.


“Baiklah, dengan begini aku sudah siap. Sampaikan salamku kepada Tuanmu, ya!” pamit Mark sebelum meninggalkan kerajaan tersebut dengan menaiki kudanya.


Ash Aindar berjalan mendekat ke arah Mark dengan disusul oleh beberapa pengawal kerajaannya. “Mengapa kau tidak menyampaikan salam kepadaku sendiri?” ucap Ash Aindar 


“Ah … Ash temanku. Doakan aku sukses ya!” sahut Mark dengan ekspresi penuh semangat.


“Tentu saja. Kudoakan semoga sang pencipta selalu melindungimu.” Ash Aindar menatap Mark sambil menyilangkan tangan kanannya ke dadanya dan sedikit membungkukan kepala.


“Sampai jumpa, Ash!” pamit Mark lalu memacu kudanya dengan kecepatan yang sangat cepat ke arah Timur tempat dimana negara Yugaria berada.


"Hiakh!" seruan kuda Mark terdengar.


Mark terus bergerak dan sesekali beristirahat dalam perjalanan hingga akhirnya dia sampai di Yugaria dalam waktu yang sangat singkat. Hanya satu hari di mana umumnya untuk mencapai Yugaria dari Desbenadia membutuhkan waktu enam hari perjalanan.


Akhirnya … Yulgaria, tempat indah yang sangat terkenal di seluruh penjuru dunia ini, gumam Mark dalam hatinya ketika melihat bangunan-bangunan indah di negara itu.