
Doroin dan Orc yang mendukungnya bersorak karena menganggap mereka sudah menang. Doroin pun menyuruh Orc lainnya untuk tunduk kepadanya, namun tidak ada satu pun dari mereka yang mau tunduk. Mereka justru menatap Doroin dengan tatapan bengis dan keji seolah ingin merobek-robek tubuh Doroin dengan tangan mereka sendiri.
Leon yang juga menyaksikan hal itu berniat untuk turun tangan dan membantu Orc pendukung Baltasar, namun Agales yang juga menyaksikan kejadian itu meminta Leon untuk tidak ikut campur.
“Oh, tuanku. Kumohon janganlah ikut campur dengan urusan mereka secara langsung. Biarlah raja mereka menyelesaikan urusan orangnya sendiri," pinta Agales kepada Leon.
Leon pun akhirnya hanya tetap mengawasi dari kejauhan dan sedikit membantu dengan merapalkan mantra—Berserk—kepada para Orc pendukung Baltasar.
“Kalian semua berani menantang aku, Khan baru kalian!” seru Doroin dengan penuh amarah dan kesombongan. Tidak ada yang memedulikan kata-kata Doroin kecuali pendukungnya sendiri. Varbu memimpin anggota Clannya untuk menyerang Doroin.
Namun ketika mereka berniat untuk menyerang, tiba-tiba saja dari balik kabut bekas tempat tenda peristirahatan Baltasar muncul sosok Orc besar yang berjalan maju dengan matanya yang bercahaya berwarna ungu sambil membawa sebuah pedang besar. Tidak salah lagi, Orc yang dimaksud adalah Baltasar. Setiap langkah kakinya mampu mengguncang tanah dan juga jiwa bagi pihak yang memusuhinya. Saat itu juga, Doroin menyadari kalau nasibnya akan tamat.
Baltasar berjalan mendekat ke arah Doroin dan para Orc yang mendukungnya, sepanjang jalan semua Orc yang masih setia kepada Baltasar membungkukkan badannya sebagai tanda rasa hormat kepadanya. Baltasar dengan tatapan keji dan angkuhnya menatap ke arah Doroin.
“Berani sekali seekor tikus menyerang seekor elang. Jangan salahkan aku jika kau nanti menghilang!” seru Baltasar dengan tatapan haus darah dan aura membunuhnya yang sangat kuat.
BUAK! BUK!
Doroin sampai tidak bisa berkutik sedikitpun dengan semua luka dan lebam yang dia dapatkan hanya dari pukulan dan tendangan milik Baltasar. Meski ia sudah sekuat tenaga berusaha bangkit dan bertarung, namun tidak ada gunanya karena Baltasar sendiri sama sekali tidak kelelahan atau pun terluka.
“Kau ingin melanjutkan ini atau tidak?” tanya Baltasar yang berdiri di hadapan Doroin dengan tatapan penuh dengan amarah dan ingin menebas Doroin dengan pedang besar miliknya.
Doroin tidak mau menyerah karena merasa akan merusak harga dirinya, dia pun memilih untuk diam dan meludah ke arah kaki Baltasar sebagai bentuk perlawanannya terhadap Baltasar.
“Begitu rupanya pilihanmu, ya! Mulai saat ini juga semua yang mendukung anak ini akan kuanggap keluar dan menjadi musuhku!” seru Baltasar yang kemudian mengusir dan mengasingkan para Orc yang mendukung Doroin.
Tidak ada satu pun Orc yang mau membantu Doroin dan pengikutnya di dunia ini karena perintah sang Khan adalah hal yang mutlak dan tidak terbantahkan apapun alasannya. Sepanjang Doroin dan pendukungnya berjalan, para Orc lain menatapnya dengan pandangan kejam dan ingin membunuh mereka.
“Khan ... aku mungkin kalah hari ini, namun akan kupastikan kepalamu itu akan kuambil dengan tanganku ini nanti!” seru Doroin sebelum pergi menjauh.