Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 82



Mendengar jawaban dari dewi itu membuat Enid menjadi tambah murka. Enid pun menyuruh bawahannya untuk menghancurkan jiwa dari dewi itu. 


Dewi berkuasa itu bergegas pergi menuju ruangan khusus di mana dia mengawasi semua jiwa manusia yang dia kontrol di dunia ini. Terlihat sebuah batu dengan tulisan nama Galleon A. Silvestre di atasnya sudah retak dan hancur. Itu menandakan sisi jiwa yang diawasi dan di kontrol oleh Enid sudah tidak ada pada tubuh Leon.


Jiwa yang dimasukkan oleh Enid ke dalam tubuh Leon digunakan olehnya untuk mencegah pengalaman Leon di kehidupan sebelumnya muncul dan di gunakan olehnya di kehidupan ini. Hal ini ditunjukkan dengan maksud agar Leon menjadi tunduk dan loyal sepenuhnya kepada para dewa dan dewi tanpa perlu mempertanyakan perintah yang diberikan kepadanya.


“Tidak … tidak!” Enid menjadi resah dan murka. Gertakan giginya terdengar, ia pun memerintahkan bawahannya untuk membawa dewi yang memanggilnya ke hadapannya. Setelah itu Enid mengambil tombak besar yang dia miliki dan menusuk dewi itu hingga menjadi abu lalu menghidupkannya kembali dalam wujud manusia dan membunuhnya kembali hingga kemarahannya reda.


Sret! Crat!


“Bilang kepada Dewa Hel dan Anubis soal masalah ini! Dan pastikan kalau saudaraku dan raja kita tidak mengetahui hal ini!” perintah Enid dengan nada tegas kepada para bawahannya. Mereka segera pergi melaksanakan perintah yang diberikan oleh Dewi mereka.


Galleon Silvestre apa yang kau rencanakan sebenarnya …. pikir Enid dalam batinnya.


...πππ...


Di Hutan.


Mengorbankan mata analisis dengan imbalan semua pengetahuan yang Gris tahu soal dunia ini adalah hal yang sangat menguntungkan, pikir Leon dalam batinnya.


Setelah mendapatkan ingatan dan pengetahuan dari Gris, Leon jadi mengetahui hampir segalanya yang ada. Bahkan mengetahui soal berapa banyak jumlah Primordial angel yang tercipta di masa lampau, mulai dari yang terkuat hingga yang terlemah di antara para Primordial angel; Agnolia, Gris, Zophiel, Gusion, Gadreel, Xathanael, Hasmal, Anapiel, Sabrael. Semua Primordial angel tidak memiliki gender, tetapi mereka bisa membuat wujud mereka sendiri jika mereka menginginkannya.


Setelah Primordial angel tercipta menurut ingatan Gris yang Leon miliki, para Archangel diciptakan dengan kekuatan yang sedikit lebih lemah dari para Primordial angel. Namun, mereka bisa mengontrol kekuatan mereka jauh lebih baik dibandingkan para Primordial angel.


Para Archangel memiliki kekuatan khusus dan tingkatan kekuatan mereka berbeda-beda, mulai dari yang terkuat dan terlemah; Lucero (fallen), Michael, Raphael, Saraqael, Raguel, Uriel, Kokabiel (fallen), Dagon (fallen), Moloch (fallen), Belial (fallen), Remiel (deceased), Haniel, Nithael, Beleth (fallen), Astaroth (fallen). 


Dari semua Archangel yang paling memiliki hubungan baik dengan para Primordial angel hanya Raphael dan Haniel. Karena di mata para Archangel yang lain Primordial angel hanya seperti barang lama yang tidak terlalu dibutuhkan ketika ada kehadiran mereka (para Archangel).


Ketika Leon berjalan pergi menjauh dari tengah hutan, dia merasa seperti sedang dibuntuti oleh beberapa orang. Pria itu mengingat kata-kata Gris ketika melakukan Soul Fusion.


“Kau sedang dibuntuti oleh bawahan dewa Anubis. Kalau kau hanya bergantung kepada kekuatan yang kuberikan, tidak mungkin bagimu mengalahkan mereka. Perbedaan kekuatan kalian itu bagaikan langit dan bumi.”