Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 76



Ketika Mark ingin bertanya lagi kepada Camila, dia merasa seperti kehilangan koneksi dengan istrinya itu. Pria itu akhirnya terbangun dan menangis setelah mendengar dan melihat keadaan Istrinya dan. Ia mengingat betapa tidak berdayanya dirinya untuk menyelamatkan keluarganya.


“Argh! Aku bersumpah akan menghabisi kalian para dewa dan dewi yang berani menyentuh istriku!” sumpah Mark berseru melampiaskan amarahnya yang dia pendam.


Sejak saat itu, Mark terus melatih teknik pedangnya dan bertarung dengan orang-orang kuat di dunia ini. Berkat kekuatan malaikat yang diberikan Camila kepadanya, membuatnya menjadi tetap terlihat berusia muda meski sudah berusia lebih dari ratusan tahun. Karena hal itu juga, kriteria tingkatan kultivasi sudah tidak berlaku untuknya sama sekali. 


Hanya ada tiga orang di dunia ini yang mampu menyaingi Mark dalam hal kekuatan. Ketiga orang ini dianggap sudah mencapai tingkatan paling tinggi yang pernah ada yaitu tingkatan Transcendence. Orang-orang yang dianggap sudah mencapai tingkatan itu selain Mark adalah Raja Elf Ash Aindra, Amar vânt Gizero, dan Corinna Arwen Hasglow.


...πππ...


Setelah mendengar cerita yang disampaikan oleh Mark, perasaan Leon menjadi tersentuh karena dia mengerti apa yang dirasakan oleh Mark. Karena Leon yakin jika Isabella yang berada di posisi itu Leon pasti akan melakukan apa yang dilakukan oleh Mark.


Leon mendekat ke arah Mark dan berbisik kepada Mark, “Aku akan membantumu mengalahkan mereka selama kau mau membantuku.”


Mendengar hal tersebut, Mark merasa senang dan tersenyum. Dia pun mengangguk dan mengatakan,  “Ya, kau cukup kuat dan tidak lemah sepertinya kekuatanmu cukup untuk membantuku.” 


Kemudian pria itu menghancurkan sisa es yang menempel di tubuhnya dengan kekuatannya sendiri sampai membuat Leon terheran.


Srash!


“Jadi kau sebenarnya tidak membutuhkan bantuanku untuk membebaskan diri?!” Leon merasa kesal dan Mark hanya tersenyum.


“Iya. Ini saja aku tidak butuh bantuan, lain halnya dengan bertarung melawan dewa dan dewi!” seru Mark sambil tertawa. Mereka berdua pun bersalaman, semua penonton yang menonton bersorak karena pertarungan telah selesai.


...πππ...


Ketika Mark dan Leon keluar dari arena berlatih, mereka berdua bertemu dengan Jenny dan Enma yang sedang berlari ke arah mereka. Jenny langsung memeluk Leon dengan wajah cemas. Enma menatap Mark dengan tatapan kesal.


“Tenang, aku baik-baik saja,” jawab Leon berusaha menenangkan Jenny yang khawatir.


Di lain sisi, Enma dan Mark saling berdebat seperti saudara sendiri.


“Apa kau gila? Baru sampai sudah menantang orang lain!” pekik Enma dengan penuh geram, sangat marah. Mark menimpalinya dengan sama tegasnya.


“Kau yang gila! Aku baru selesai bertanding malah dimarahi!” sahut Mark menimpali dengan penuh emosi dan tatapannya yang agak dingin.


“Bodoh! Dasar tampan tapi gila!” teriak Enma dengan sangat marah. Dirinya tak sadar bahwa ia secara tak langsung memuji Mark pada penampilannya.


Mark hanya diam saja dan tidak dapat berkata-kata. Ketika Enma berniat memukul pria itu, pukulan tersebut ditahan oleh Leon dan Jenny yang berusaha memisahkan mereka berdua.


“Enma, cukup. Jangan seperti itu," tegur Leon kepada Enma yang masih marah. Gadis itu melepaskan tangannya yang dicengkram.


“Menyingkirlah, Leon! Akan kuhabisi dia saat ini juga!” timpalnya kesal semakin geram. Mark malas menatap lawan bicaranya dan hanya melirik ke arah lain.


“Hey, kau! Dengarkan kata Leon atau akan kuhabisi kau!” tegur Roseria lalu mendekat ke arah Leon. Pria itu menghela nafasnya berat, tak dapat sehari saja tanpa ada Roseria di sisinya.


“Roseria, bisakah kau menahan Enma untuk sementara waktu?” pinta Leon. Ia malas meladeni drama Enma. Roseria langsung bergerak menganggukkan kepalanya.


“Baik, sayangku!” jawab wanita itu setuju. Leon memutarbalikkan bola matanya, tak dapat menghindari ataupun mengatur panggilan Roseria padanya.


Pria itu langsung bergerak ke arah Mark dan Jenny.


“Mark! Sudah jangan emosi lagi dengan Enma.  Dia memang seperti itu," tegur Jenny menenangkan Mark sekaligus mereka berdua.