
“Ah, di sini rupanya kalian," kata Pan Quadro. Seketika ketiga perempuan tadi langsung berdiri dan memberi hormat kepadanya. “Tidak perlu begitu, sebaiknya kalian perkenalkan diri saja kepada anggota baru grup kalian ini.” Pan Quadro berkata sambil menepuk pundak Leon yang berdiri di sampingnya.
“Kau pasti Leon, bukan? Namaku Enma Zaryusu,” kata seorang gadis berambut pirang dengan tinggi sekitar 169 cm dan bermata warna biru serta menggunakan pakaian seperti seorang Mage.
“Halo Leon, namaku Deaotniel Raeven. Kau bisa memanggilku El," kata seorang perempuan berambut Hitam panjang dengan tinggi badan 173 cm dan terlihat dari pakaiannya kalau dia seorang Healer.
“Semoga kita bisa saling bekerja sama wakil ketua. Namaku Jenny Khul Blossom, panggil saja Jenny. Aku pemimpin dari grup ini," lanjut seorang perempuan berambut panjang berwarna merah dengan mata berwarna biru, tingginya sekitar 178 cm dan pakaiannya yang ketat dan penuh perlindungan selayaknya seorang magic swordsman.
“Mohon bantuannya semuanya,” sahut Leon seraya menundukkan kepala saja.
“Baiklah akan kutinggal kalian.” Pan Quadro merasa cukup berada di sana, pergilah ia meninggalkan ruangan tersebut.
“Jadi Jenny, kau itu anak dari Tuan Pan?” tanya Leon heran dan penasaran.
“Iya, itu benar. Tidak perlu memanggilnya tuan, panggil saja Kapten," jawab Jenny.
“Kapten, ya. Baiklah, akan kuingat. Omong-omong, apa hanya ini saja orang di grup kita?” sahut Leon kemudian bertanya kepada Jenny.
“Yah begitulah, lagi pula ini merupakan grup baru," jawab Jenny.
“Tenang saja Leon, kita pasti bisa mencari beberapa anggota lagi!” seru El dengan nada optimis dan bersemangat. Terlihat dari wajahnya yang penuh riang dan bersinar seperti terik matahari.
“Memangnya kita perlu berapa orang dalam regu ini?” tanya Leon. Lalu Jenny pergi mengambil sebuah kertas untuknya.
“Berdasarkan tulisan di kertas ini, sebuah grup dalam Guild Venom minimal memiliki tujuh orang anggota," jelas gadis itu. Leon mengangguk mengerti.
“Anggota kita sudah ada empat orang, jadi tinggal 3 lagi?” sahut Leon kemudian menanyakan apakah ada orang yang bisa direkrut untuk bergabung ke dalam grup.
“Sebenarnya Ayah memberikan beberapa data orang. Ini jika kau ingin melihatnya Leon.” Jenny memberikan sebuah buku yang berisikan beberapa data orang-orang yang bisa direkrut ke dalam Grup.
...πππ...
[Mark S. Nathan]
Age : 21
Height : 180 cm
Expertise : Assassin
Skills Grade : S rank
Crime : NONE
[Vasor N.Balkan]
Age: 29
Height: 170 cm
Expertise : Mage
Skill Grade : A
Crime : NONE
Age : 22
Height : 170 cm
Expertise : Lancer
Skill Grade : S rank
Crime :
Stealing 700,000 Gein
- Gambling
- Seducing
- Human trafficking
[Aldo Vanheggen]
Age: 21
Height : 178 cm
Expertise : Mage
Skill Grade : S
Crime : - Rape
Masih ada 30 data kandidat lainnya yang tertera di dalam buku tersebut.
“Jenny, menurutmu kita memilih yang mana?” tanya El kepada Jenny yang masih sibuk melihat data orang-orang yang mungkin sesuai untuk bergabung.
“Bagaimana kalau orang ini? Dia terlihat kuat!” usul Enma berseru sambil menunjuk ke data seorang laki-laki dengan tubuh kekar yang merupakan seorang Paladin.
“Tidak, kita tidak memerlukan itu,” sahut Jenny kemudian melihat ke arah Leon yang sibuk mengamati dua data orang.
“Bagaimana kalau kedua orang ini? Kita lebih perlu Lancer dan Assassin, bukan?” usul Leon kemudian menunjukan tumpukan kertas yang berisikan data mengenai Mark S. Nathan yang merupakan seorang assassin dan juga Roseria Kurnia Tischner yang merupakan seorang Lancer.
“Aku tidak keberatan soal Assasin ini, lagipula dia terlihat cukup hebat. Yang aku ragu adalah Lancer ini," sahut Enma sambil mengangkat dan menunjuk ke arah bagian kejahatan yang telah dilakukan.
“Begitu pula dengan diriku. Mengapa kita tidak mengambil seorang Mage saja ketimbang Lancer?” usul El.
Leon berdiri menghampirinya. "Kita sudah punya Enma dan juga diriku, bukan?” pungkas Leon kemudian sedikit memamerkan kekuatannya dengan mengeluarkan api berwarna hitam dari tangannya, hal ini membuat El terpaku diam dan melebarkan matanya.