
“Bukankah itu keluarga Silvestre?” gumam mereka saling bergosip satu sama lain dengan menutupi wajah mereka menggunakan tangan kanan ataupun tangan kiri.
“Iya benar, mereka adalah keluarga ahli pedang terbaik di dunia ini, bukan?” balas yang lainnya dengan mengagumi sosok Leon yang baru saja turun dari kereta kuda itu.
“Omong kosong, keluarga Hadewell lebih hebat dalam teknik pedang dibandingkan mereka.” Seseorang membalas percakapan mereka semua dengan lantang tanpa takut terjadi sesuatu padanya sendiri.
“Apa kau bodoh?! Pemimpin keluarga Hadewell yang sekarang saja kalah melawan Samuel Silvestre!" balas seorang lagi ketika mendengarkannya, terjadilah keributan dalam kerumunan itu hingga menarik perhatian keluarga Silvestre.
“Minggir semuanya! Yang mulia Samuel Silvestre dan keluarganya akan masuk!”
Salah seorang penjaga akademi membuka kan jalan untuk mereka. Ketika mereka melewati kerumunan orang tersebut untuk masuk, mereka semua menundukan kepala dan memberi hormat kepada kami.
Pandangan Leon terpaku pada seorang ibu yang memegangi anak perempuannya dengan pakaian yang compang camping dan menyuruh anaknya dengan agak membentak untuk menundukan kepala ketika mereka lewat, Leon pun mendekati keluarga itu.
“Ampuni anakku, Tuan Muda! Dia memang gadis bodoh yang tidak tahu tata krama.” Ibunya menangis memohon ampun, yang Leon pun tidak tahu untuk apa.
“Tenang saja, aku tidak ada niatan sedikitpun untuk menghukumnya, Nyonya.” Leon mengelak, berusaha mencari tahu nama ibu itu.
“Eva, putriku bernama Madelline," balasnya menjawab pertanyaan Leon.
“Nona Eva, kumohon jangan terlalu keras kepada putrimu itu. Berilah ia sedikit kebebasan,” ujar Leon, kemudian ia membuka kantongnya, mengambil 50 Gein dan memberikan kepada mereka.
"Ini sedikit uang untukmu, Nona Eva. Mungkin, bisa anda gunakan untuk membeli pakaian baru untuk putrimu atau kebutuhan yang lain," jelas Leon. Dengan secepat kilat ia bergegas masuk karena melihat gestur dari ayah yang sudah tidak sabaran.
“Apa yang kau lakukan tadi, Nak? Memberi uang kepada rakyat jelata?" seru ayah dengan suara lantang yang mungkin dapat didengar oleh semua orang di sekitar mereka.
“Sayang! Jangan berbicara dengan nada seperti itu kepada putraku,” balas Seline dengan tangan yang mengancam.
“Sudah-sudah, Ayah, Ibu, memangnya salah bagiku membantu mereka yang membutuhkan ?” balas Leon kepada ayah dan ibunya, tersenyum puas dengan apa yang ia tanyakan itu sendiri.
{Small Interesting Info}
Gein, Dein, Sein, Mein adalah mata uang dalam dunia ini.
1 Gein \= Rp 1.000.000
1 Dein \= Rp 100.000
1 Sein \= Rp 10.000
1 Mein \= Rp 1
Kultivasi Rank Sorcery Circled Rank
The Warrior Lapisan (1-10) Menengah
The High Priestess Lapisan (1-10) Akhir
The Knight Lapisan (1-10) 2nd Tier Lapisan Awal
The Emperor Lapisan (1-10) Menengah
The Hierophant Lapisan (1-10) Akhir
3rd Tier Lapisan Awal, Menengah
The Lovers Lapisan (1-10) Akhir
The Chariot Lapisan (1-10) 4th Tier Lapisan (Awal, menengah)
The Strength Lapisan (1-10) (Akhir)
The Hermit Lapisan (1-10) 5th Tier Lapisan (Awal, menengah)
The Fortune Lapisan (1-10) (Akhir)
The Justice Lapisan (1-10) 6th Tier Lapisan (Awal, menengah)
The Hanged Man Lapisan (1-10) (Akhir)
The Death Lapisan (1-10) 7th Tier Lapisan (Awal, menengah)
The Temperance Lapisan (1-10) (Akhir)
The Devil Lapisan (1-4) 8th Tier Lapisan (Awal)
The Moon Lapisan (1-12) (Menengah, akhir)
The Sun Lapisan (1-9) 9th Tier Lapisan Awal
The Star Lapisan (1-3) Menengah
The Judgement Lapisan (1-9) Akhir