
Lucilia tidak memedulikannya dan hanya menatap dengan tatapan dingin yang penuh hawa membunuh kepada semua orang yang berkumpul dengan maksud untuk menangkapnya, tidak ada seorang pun yang berani bergerak sedikit pun ketika Lucilia berjalan melewati mereka.
Wanita itu terus berjalan menuju ke arah gedung Party Dragonite dan memasuki ruangan gedung tersebut. Di dalam, semua murid yang tergabung dengan Party Dragonite menatap ke arah Lucilia dengan tatapan penuh kebencian karena fakta yang mereka ketahui adalah dia yang membunuh Draco yang merupakan pembuat sekaligus guru mereka di party Dragonite.
Lucilia mencoba menjelaskan kalau bukan dia yang membunuh Draco, dan tidak ada alasan untuknya membunuh orang yang sangat dia cintai. Sebagian murid masih tidak percaya namun sebagian lain mulai mencoba berpikir secara rasional dan menerima fakta tersebut.
Ketika Lucilia sedang sibuk menjawab berbagai pertanyaan, dari pintu masuk muncullah Prisciliana dan Budi yang membawa banyak barang.
“Mulai saat ini, ketua Party Dragonite adalah Budi Blackwater!” seru Prisciliana dengan nafas yang terengah-engah karena kelelahan untuk mencapai tempat itu.
Semua orang yang ada di situ terkejut dan mempertanyakan keadaan dan keberadaan Isabella dan Leon, tidak sedikit dari mereka yang menolak perkataan Prisciliana. Namun Prisciliana mampu berargumen dan berdebat menjawab semua pertanyaan yang berusaha menjatuhkan Budi di mata orang lain.
Lucilia sebenarnya tidak setuju dengan keputusan itu dan memilih untuk pergi, beberapa murid yang tidak setuju juga memilih untuk pergi mengikuti Lucilia. Melihat hampir setengah orang di Party Dragonite keluar membuat perasaan Budi sedikit hancur, namun Prisciliana tetap menyemangatinya dan mendorong Budi untuk membuat pidato kepada anggota Party lainnya.
Budi berhasil membuat pidato yang berisikan seruan untuk tetap semangat, terlebih mengingat mereka sebentar lagi akan mengikuti kompetisi antar akademi dan harus mengincar juara urutan pertama. Tiap kata-kata Budi berhasil membuat para anggota Party Dragonite kembali menjadi bersemangat untuk berlatih.
Lars mengamati dari kereta kudanya yang sudah berada cukup jauh dari akademi Ahrion. Di dalam kereta kuda, Lars dan Selene saling mengobrol dan mengingatkan apa saja rencana yang mereka susun dan harus dilaksanakan ketika mencapai istana kerajaan Engrasia.
“Ingatlah, saat nanti sampai di sana kau akan berpura-pura menjadi pelayan baru di istana," kata Lars mengingatkan Selene untuk memastikan kalau dia tidak lupa dengan peran yang harus dilakukannya agar rencana ini berhasil.
Selene mengangguk mengiyakan menandakan kalau dia mengerti. Lars mengarahkan kereta kuda itu untuk pergi ke tempat militer Engrasia untuk mengerahkan orang-orangnya karena dia memiliki pengaruh yang sangat besar dalam Guild militer Engrasia.
10 dari 11 Guild besar di sana mendukung dan sangat dekat dengan Lars, 10 Guild tersebut bahkan memiliki kesetiaan yang sangat besar kepada Lars jauh lebih besar dari kesetiaan kepada Kerajaan Engrasia.
“Selamat datang, Sword Emperor Lars," sambut sepuluh pemimpin Guild militer Engrasia kepada Lars dan Selene ketika mereka berdua turun dari kereta kuda.
Ketika turun dari kereta kuda, Selene membuat semua pemimpin Guild militer Engrasia terpukau dengan kecantikannya.