Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 135



Melihat wajah Lars yang menyesal membuat Selene menjadi ikut sedih karena ia merasa salah telah menanyakan hal itu kembali. Selene kemudian memeluk Lars dengan sangat erat dan Lars pun membalas pelukan itu sambil meminta maaf, Lars juga mengatakan kepada Selene kalau sebenarnya dia tidak bisa menahan hal tersebut dan baru tersadarkan ketika Selene menyentuh tangannya.


“Mulai sekarang kalau begitu aku akan selalu memegang tanganmu,” kata Selene dengan penuh senyuman dan tawa.


Mereka melanjutkan percakapan mereka di dalam ruangan kosong dan beristirahat juga di sana untuk bersiap menjalankan rencana besar tersebut di keesokan harinya.


...πππ


...


Leon dan Isabella masih dalam perjalanan untuk menuju ke reruntuhan kuno sesuai dengan misi yang diberikan oleh Jenny kepada Leon. Boreas yang sudah berkeliling sebelumnya bersama dengan San dan Cou pun kembali lalu menghadap kepada Leon.


“Tuan, aku sudah mencari di arah Timur namun tidak dapat menemukan tempat itu,” ujar Cou kepada Leon untuk memberikan laporan dari hasil pengamatannya.


“Begitu juga denganku, di Barat tidak ada apa-apa,” tambah San.


Boreas kemudian berbicara dengan bangganya dan mengatakan kepada Leon kalau dia sepertinya menemukan sesuatu di arah Utara dari tempat mereka berada sekarang. Mendengar laporan dari Boreas membuat Leon merasa cukup yakin dan berkata, “Tunjukan jalannya."


Sesampainya di tempat yang dimaksud Boreas, Leon hanya melihat sebuah tanah lapang yang gersang dengan beberapa tumpukan batu bekas bangunan hancur. Dan ada sebuah batu besar tepat di tengah-tengah reruntuhan tersebut yang terukirkan sebuah tulisan dalam bahasa yang Leon dan bahkan Isabella yang ahli dalam pelajaran bahasa tidak mengerti.


Leon pun memerintahkan Boreas untuk melihat ukiran tersebut dan bertanya apakah dia mengerti apa makna dari tulisan tersebut, Boreas pun menjelaskan kalau dia juga tidak terlalu mengerti apa isi dari tulisan tersebut karena tulisan ini berasal dari tulisan Elf kuno yang sudah tidak dipakai lebih dari ratusan tahun yang lalu.


“Bagaimana kau tahu kalau usianya sudah ratusan tahun, kau saja belum setua itu, bukan?” tanya Isabella kepada Boreas dengan tatapan meragukan karena merasa Boreas menyembunyikan sesuatu.


“Oh ... Nona, hamba mengetahui hal ini dari Khan para Orc yang dulu hamba layani," jawab Boreas dengan ramah kepada pertanyaan Isabella.


Isabella sebenarnya masih tidak percaya dengan perkataan Boreas dan berniat mengintrogasi lebih dalam, namun Leon melarangnya karena akan membuang banyak waktu.


Leon pun berjalan lebih dulu dan disusul oleh Isabella dibelakangnya. Semakin menjelajah lebih dalam, semakin banyak benda-benda dan bangunan-bangunan kuno yang tertinggal, namun tidak ada satu pun bekas mayat di sekitaran tempat tersebut. Ketika sedang melihat-lihat, Isabella menemukan sebuah buku usang dan menunjukkan buku tersebut kepada Leon.


Leon membuka buku tersebut dan melihat tiap tulisan di dalamnya yang tertulis dalam bahasa Elf kuno, namun yang kali ini dapat dimengerti oleh Leon. Buku itu merupakan sebuah buku seperti cerita yang meramalkan sesuatu di masa yang akan datang, salah satu isi buku tersebut adalah ...