Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 80



“B-bagaimana bisa?” Leon berusaha menyembuhkan lukanya dengan sihir penyembuh. Serangan Mark membuatnya terkesima karna begitu dahsyat.


Sing!


“Karena kau jatuh ke dalam ilusiku," jawab Mark dengan tiba-tiba muncul di belakang Leon padahal tubuhnya berada tepat di depan matanya. “Jangan menyalahkan kekuatan yang diberikan kepadamu, salahkan kenaifanmu dan kau yang terlalu terbuka dengan orang lain," lanjut Mark.


Ketika Mark berjalan maju ke arah Leon, tiba-tiba saja semua yang dilihatnya berubah. Dari bangunan yang indah berubah menjadi bangunan menyeramkan dan suram. Dari setiap arah muncul suara berat yang terdengar di kepala Mark yang mengatakan, “Kau berani sekali menantangku!”


Ilusi? Apakah ini semua hanya ilusi? Sejak kapan dia merapal mantra Ilusi? pikir Mark dalam benaknya sambil terus berkonsentrasi untuk lepas dari ilusi yang dia alami. Tanpa Mark sadari, Leon sudah berdiri tepat di belakang Mark dengan dua belah daggernya mengarah ke tulang belakangnya dan lehernya Mark.


Sett!


Namun bagi Mark, sosok yang berada di belakangnya bukanlah Leon, tetapi sesuatu yang lain yang jauh lebih kuat dan besar serta mengerikan.


Beberapa menit sebelum Leon terluka.


“Leon!” seru Gris memanggil Leon dalam pikiran Leon.


“Gris? Bukankah kau bilang kau sudah kembali ke kehampaan?” sahut Leon membalas suara Gris yang ada dalam pikirannya.


“Bukan saatnya menanyakan nasibku! Sudah cepat biarkan aku mengambil alih tubuhmu untuk sementara waktu," timpal Gris dengan nada tegas. Leon pun setuju dengan hal itu.


Dan kejadian itu terjadi saat ini, di mana diri Leon tidak ada di dalam tubuhnya sendiri. Tubuhnya dikendalikan oleh orang lain yang hendak melawan Mark yang hendak berdamai dengan Leon.


“Kau pasti bukan Leon, bukan?” urai Mark dengan nada kesal sambil menahan sakit akan Dagger yang menancap di tulang belakangnya. Gris yang sedang mengambil alih tubuh Leon hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan Mark.


“Begitu, ya?!” lanjut Mark yang langsung bangkit dan berusaha menyerang namun gagal karena Gris lebih ahli dalam bertarung dibandingkan Mark.


“Memangnya harus kujawab?!” Mark kembali maju menyerang namun tubuhnya dihentikan oleh Gris dengan kekuatannya. Pria itu terjatuh dan tidak bisa bangun karena ditekan oleh Gris. Gris yang sedang menggunakan tubuh Leon berjalan mendekati Mark yang sedang dia tekan dengan kekuatannya.


“Jawab pertanyaanku, Seraphim!” tuntut Gris dengan nada kesal dan tatapan matanya yang menusuk yang membuat tubuh Leon yang dikendalikannya benar-benar terasa seperti makhluk yang mengerikan dalam pandangan Mark.


Dalam pikiran Leon.


“Gris apa yang kau lakukan? Bukankah ini berlebihan?” kata Leon dengan nada sedikit khawatir.


Gris hanya diam tidak menjawab tetapi dia menoleh ke arah Leon kemudian menyentuhnya dengan jarinya. Seketika tubuh jiwa Leon terbelah menjadi dua sisi, hal itu membuat Leon terkejut karena bisa melihat sisinya yang lain yang berwujud seperti anak kecil namun bercahaya putih sangat terang.


“Leon, kau urus si kecil itu dulu!” pinta Gris dengan nada tegas, meminta Leon menangani sisi jiwanya yang lain. Leon mengangguk sebagai tanda mengerti dan segera berlari ke arah sisi jiwanya yang lain itu.


“Kau tidak akan bisa menangkapku!” ejek Leon kecil yang terus berlari menghindari Leon.


Kalau seperti ini, tidak mungkin untuk menangkapnya. Lebih baik kalau aku menggunakan mantra saja, pikir Leon yang kemudian merapal mantra—Mana Bind—dan mantra tersebut langsung menangkap sisi jiwa Leon kecil yang berusaha kabur.


“Kemarilah!” pinta Leon dengan nada tegas sambil menarik Leon kecil yang sedang kesal.


“Kau tidak seru! Curang! Curang!” gerutu Leon kecil. Leon tetap tidak memperdulikannya dan tetap membawanya ke Gris.


“Gris! Apa yang akan kita lakukan dengannya?” tanya Leon dengan nada tegas yang lantang selayaknya seorang prajurit sedang berbicara dengan atasannya.


“Menyingkirkannya! Sisimu yang itu adalah sisi yang diberikan oleh para dewi kepadamu, agar mereka bisa mengawasi takdirmu!” jawab Gris sambil menunjuk ke arah Leon kecil yang masih menggerutu disamping Leon.