Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 119



Leon sendiri juga terdiam dan berpikir sambil memandangi Isabella. Tanpa disadari oleh pria itu sendiri, ia telah melakukan telepati dengan Isabella.


Haruskah kupilih pilihan kedua? pikir Leon dan tiba tiba saja terdengar suara Isabella dalam pikirannya karena mereka melakukan telepati tanpa di sadari.


“Tidak! Bukankah pilihan kedua berbahaya?” tanya Isabella sekaligus menolak pemikiran Leon.


Leon pun mengatakan alasan pemikirannya untuk memilih pilihan kedua, Karena jika apa yang Baltasar katakan benar bahwa ia akan semakin diincar, maka mencari suatu pengalaman dan kekuatan adalah hal yang sangat tepat untuk dilakukan.


Isabella memandang kedua manik mata kekasihnya itu lalu menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa dirinya tidak setuju dengan pemikiran tersebut, namun Leon sudah menetapkan keinginannya tersebut.


“Jadi apa yang akan kita pilih?” tanya Jenny setelah melihat wajah anggota grupnya seperti sudah memiliki ide.


“Kita akan menjadi delegasi!” seru Mark kepada Jenny. Enma dan El pun ikut mendukung dan menyetujui hal tersebut.


Leon pun berdiri dan mengatakan keinginannya untuk memilih menjelajahi reruntuhan kuno yang masih menjadi sebuah misteri. Semua orang terkejut dengan pilihannya. Isabella, Jenny, dan Roseria bahkan secara bersamaan mengatakan "tidak" sebagai tanda bahwa mereka tidak setuju dengan pilihan yang dikatakan oleh Leon.


Isabella menarik-narik tangan Leon dan berusaha membujuknya untuk mengubah pilihannya, namun pria itu sudah menetapkan keputusannya dan tidak memiliki niatan menggantinya sedikit pun.


“Biarkan aku membantumu, Leon! Kita bisa saling membantu, bukan?” pinta Roseria kepada Leon, namun Leon tidak mengizinkannya untuk ikut dengannya.


Leon pun meminta Jenny untuk memberikan bagian informasi yang sudah dimiliki Guild jika memilih untuk menjelajahi reruntuhan kuno tersebut. Jenny sontak melemparkan sebuah cincin yang berisikan peta sekaligus barang-barang yang mungkin berharga untuk perjalanan.


Leon dan Isabella pun pergi. Dengan menggunakan sihir teleportasi, mereka berdua bersamaan dengan Boreas dan pasukan Orc-nya langsung berpindah ke sisi lain gunung di mana Budi dan Prisciliana sebelumnya berada.


Dalam hitungan detik mereka sampai di sana disusul oleh ratusan Orc yang menjadi bawahannya termasuk Boreas. Ketika mereka sampai, Isabella langsung bergegas mencari Budi dan Prisciliana, Leon pun juga ikut membantu dengan menyuruh Boreas juga ikut mencari.


...πππ...


Di sebuah danau kecil dekat desa sekitar tempat itu.


“Airnya jernih sekali, ayolah kau pasti menyukainya!” seru Budi yang sudah berada di danau itu kepada Prisciliana yang masih berdiri di pinggiran danau.


“Kau baru saja sembuh, jangan banyak bergerak dulu! Kemarilah keluar dari danau itu," sahut Prisciliana berseru kepada Budi karena khawatir jika terjadi sesuatu terhadap pria itu.


Budi pun berjalan ke tepian danau tempat Prisciliana berada, dengan penuh senyuman Budi berjalan dan tiba-tiba menarik tangan Prisciliana hingga tubuhnya masuk ke dalam air. Prisciliana sangat terkejut karena ia tidak menyadari trik yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Dengan pakaian yang basah kuyup dan wajah yang kesal, Prisciliana mengomeli Budi namun Budi hanya tertawa sambil memandangi wajah kesal Prisciliana.


"Kau ini! Lihat apa yang telah kau lakukan! Pakaianku jadi basah semua. Bagaimana jika nantinya aku sakit?" tegur Prisciliana sembari memukul pelan.


"Kau tidak akan sakit, bukankah kau kuat?" sahut Budi sambil berdalih.