
Di kereta kuda.
Leon dan Pan Quadro duduk saling berhadap-hadapan di dalam kereta kuda yang akan membawa mereka ke tempat militer kerajaan Engrasia. Ketika sedang di dalam perjalanan, Pan Quadro tiba-tiba mengeluarkan gulungan kertas dan memberikannya kepada Leon.
“Apa ini, Tuan Pan?” tanya Leon. Ketika dia membuka gulungan tersebut, dia terkejut melihat isinya.
“Itu adalah data kasus Insiden yang menimpa keluargamu, Nak," jawab Pan Quadro dengan nada sedih ketika melihat Leon yang sedang membaca dan sedikit mengeluarkan air mata.
“I-ini tidak mungkin, bukan? Siapa yang berani melakukan ini semua?!”
Leon yang awalnya seakan ingin menangis tiba-tiba berubah menjadi sangat murka dan mengeluarkan aura membunuhnya, bahkan bagi Pan Quadro sendiri yang berada di dekat Leon aura sekitar berubah menjadi sangat menyeramkan.
“Nak, sadarlah! Kendalikan dirimu!" seru Pan Quandro menenangkan. Seketika Leon menarik aura membunuhnya kembali. “Untuk saat ini, kami masih belum tahu siapa pelakunya tapi ada petunjuk yang kuat mengarah kepada penguasa Indouressia; Eduan Gizero," jelas Pan.
Eduan Gizero merupakan sosok raja besar dan kuat yang memimpin Indouressia. Dia memiliki tinggi sekitar 200 cm dan memiliki kepadatan Mana dan Qi yang sangat tinggi. Eduan memiliki sejarah panjang dengan Samuel Silvestre karena mereka berdua adalah rival dalam hal berpedang dan Samuel selalu mampu mengalahkan Eduan.
“Ada apa dengan penguasa Indouressia?” tanya Leon.
“Ayahmu, Samuel Silvestre, merupakan rival dari Eduan Gizero. Tidak ada yang lebih ahli dalam berpedang selain mereka berdua," jawab Pan Quadro. Leon hanya mendengarkan karena dia tidak mengetahui apa-apa soal hal ini.
“Tenanglah, Nak. Kau tidak perlu mengkhawatirkan soal itu." Pan Quandro teringat akan sesuatu dan melanjutkan, "Oh dan nak nanti ketika sampai di Guild kita kau akan bergabung dengan grup baru yang aku buat," lanjut Pan Quadro. Leon menganggukan kepala.
Selang beberapa waktu, kereta kuda yang membawa Leon sudah sampai di tempat tujuan. Bangunan kota yang megah dan mewah dengan arsitektur yang sangat indah dengan tembok-tembok tebal yang sulit dihancurkan. Kereta kudanya berhenti di depan sebuah bangunan bertuliskan Guild Venom dengan gambar sebuah komodo di depannya.
Pan Quadro turun dari kereta kuda dan disusul oleh Leon yang juga turun dan berdiri di sampingnya. Mereka berdua masuk, betapa terkejutnya Pan ketika melihat para anggotanya saling bertarung dan merusak barang-barang seperti anak kecil yang sedang bermain.
“Berhenti semuanya, Kapten sudah kembali!” seru salah satu orang. Seketika semua orang berhenti dan memberi hormat kepada Pan Quadro.
“Baiklah semuanya, inilah orang baru yang kukatakan sebelumnya," jelas Pan Quadro kemudian mendorong Leon maju untuk memperkenalkan dirinya.
“Perkenalkan, namaku Galleon Silvestre. Kalian semua bisa memanggilku Leon.” Seketika semua orang sibuk berbicara mengenai Leon karena mereka semua tahu insiden yang menimpa keluarga Silvestre.
“Apa aku pernah berkata bahwa kalian boleh ribut? Diamlah!” gertak Pan Quadro. Kemudian dia memanggil seorang perempuan dan menanyakan di mana para anggota group yang dia baru buat.
Perempuan itu membawa Pan dan Leon pergi ke sebuah ruangan yang berisikan tiga perempuan, masing-masing dari mereka membawa senjata yang berbeda-beda.