
Kediaman Party Dragonite.
“Isabella! Apakah rumor itu benar kalau Keluarga Silvestre sudah tidak ada lagi?” Quantz datang dengan segudang pertanyaan lalu ia melanjutkan, "Assassin mana yang sanggup menghadapi pendekar pedang sehebat Samuel SIlvestre?!"
Isabella tidak menjawab pertanyaannya dan hanya terdiam menatap ke jendela, bertanya-tanya apakah kekasihnya baik-baik saja.
“Jangan khawatir, kita tahu kalau Leon tidak ada di sana malam itu, bukan?” Budi berusaha menghibur dan mengalihkan perhatian. "Yang perlu kita lakukan kurasa adalah mencari tahu siapa pelakunya."
“Itu benar, aku juga setuju dengan pendapatnya!" seru Prisciliana saat ia datang, mendukung argumen dari Budi.
“Tapi, kita, kan, tidak tahu harus mulai dari mana?” timpal Ray karena ia memang tidak tahu harus berbuat apa.
“Kenapa kita tidak tanya petunjuk dari Guru saja?” usul Miyura. Semua orang setuju kecuali Isabella sendiri yang hanya terdiam dari tadi.
Kemudian beberapa perwakilan yang terdiri dari Budi, Ray, Miyura, Quantz, dan Prisciliana mendatangi ruangan milik Draco D.
“Guru!" Mereka semua mendobrak pintu ruangan dan masuk ke dalam.
“Bisakah kalian diam?! Jangan merusak pintu!” sahut Draco D memarahi mereka.
“Lupakan. Apa yang kalian inginkan?" Draco D memijat keningnya, merasa pening.
“Informasi! Kami ingin Informasi mengenai kejadian terbantainya keluarga bangsawan Silvestre,” jawab Budi mewakili kemudian dijawab Oleh Draco D, "Tidak! Tidak ada Informasi apapun yang berguna saat ini! Pergilah kalian!”
“Cih ... guru tidak bisa diandalkan saat ini!" cibir Quantz berkata dengan nada mengejek. Kemudian Draco D. melemparkan batu ke kepalanya dan menatap dengan wajah yang ingin membunuh.
“Untuk sekarang, lebih baik kita masuk kelas saja," usul Quantz kemudian pergi meninggalkan ruangan.
“Aku penasaran. Apa yang sedang dilakukan Leon saat ini?" Budi bertanya-tanya dengan nada yang lebih tenang.
...πππ...
Di dunia Ilusi Abyss.
Di sebuah gua jauh di tengah hutan yang lebat dan dipenuhi oleh banyak Spirit Beast dan juga Demonic Beast.
“Hahaha, tangkapan hari ini! Poisonous Jade Snake yang berusia 30,000 tahun!” Leon menyeret tubuh ular yang berat, memiliki panjang 20 meter, lalu dimasukkan ke dalam gua tempat ia tinggal di hutan sejauh ini.
“Daging ular ini memang enak, walau sedikit beracun. Untungnya racun tidak mempan selama aku menggunakan Skill Death's Domain.
Leon berbicara sendiri sambil menikmati makanan yang ada. Saat ini tingkat kultivasinya sudah meningkat pesat hanya dalam waktu enam bulan saja. Ia sudah mencapai ranah Sky Realm lapisan kedua dan untuk sihir, bisa dibilang ia sudah menjadi seorang Warlock 5th Tier Circled magic.
Selama di sini, yang bisa ia lakukan hanya bertarung dan bertarung dengan semua Spirit Beast yang ada di hutan Ilusi ini. Besok ia berencana untuk menyerang salah satu dari tujuh penguasa hutan Ilusi ini.
Ada Flaming Gorilla King, Ruby eyes Fox, Purple Winged Lion king, White Demonic Tiger, Wyvern Lord, Storm Wolf King, dan yang terkuat adalah raja dari semua ular Winged Elemental Snake King.
Winged Elemental Snake king menguasai area paling dalam dari hutan ini. Sekali masuk ke sana maka tidak ada jalan untuk keluar dari sana kecuali dengan benar-benar membunuhnya.
“Lebih baik bergerak sekarang, sepertinya sebelum langit berubah menjadi gelap," gumam Leon lalu bersiap-siap dan bergerak dengan cepat meninggalkan gua persembunyian menuju ke area hutan yang lebih dalam.