
Leon memberhentikan kudanya dan mengambil sebuah tali dari Spatial Ring miliknya. Dia kemudian mengikatkan tali ke tubuh Jenny dan Roseria yang kemudian dia sambungkan ke tubuhnya agar tidak ada satu pun dari mereka yang terjatuh ketika tertidur.
“Baiklah sepertinya begini cukup aman,” gumamnya kemudian kembali naik ke atas kuda dan mengendarainya hingga sampai di markas Guild Venom.
Sesampainya di sana, Leon menurunkan Jenny dan Roseria yang terlelap tidur selama perjalanan ke sana. Leon menggendong Jenny ke ruangan yang kosong, begitupula dengan Roseria.
“Jangan pergi, tetaplah di sini.” Roseria mengigau sambil menahan tangan Leon. Leon yang sudah kelelahan pun akhirnya memutuskan untuk beristirahat di ruangan yang sama dengan Roseria.
...πππ...
Ketika bangun.
“Ouch! Kepalaku terasa sakit sekali.” Leon terbangun sambil memegangi kepalanya.
“Pagi sayangku. Ini sudah kubuatkan makanan.” Roseria menyambut Leon yang baru saja bangun dan menyiapkan sarapan untuknya. Pria itu menekuk wajahnya.
"Kumohon panggil aku dengan namaku, aku bukanlah sayangmu," sahut Leon dengan geram dan kesal. Tak menyangka bahwa penampilannya membuat wanita lain terpesona olehnya.
Roseria tak memedulikan hal itu, ia pun meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja sebelah.
“Tunggu sebentar, dari mana kau mendapatkan makanan ini?” tanya Leon kepada Roseria, ketika Roseria berniat menjawab tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka.
“Pagi Leon!” sapa Jenny kemudian wajahnya berubah menjadi kesal. “Dasar ******! Bisakah kau tidak mengambil makanan milikku?!” seru Jenny kemudian berjalan ke arah makanan yang diberikan Roseria kepada Leon dan mengambilnya.
“Dasar pelit! Apa kau tahu kalau aku berniat memberikannya kepada sayangku ini?!” hina Roseria menyindir Jenny sambil memeluk Leon.
"Roseria, lepaskan," tegas Leon melepas pelukan Roseria. Ia tak ingin, begitu jijik jika Roseria seperti ini terus padanya.
“Kalau Leon menginginkannya, aku bisa memberikannya. Tapi tidak melalui dirimu, ******!” sahut Jenny berseru menanggapi sindiran yang dikatakan oleh Roseria.
“Kau tidak apa, sayang?” tanya Roseria dengan cepat berlari ke arah Leon dengan penuh kekhawatiran, namun hal itu sia-sia. Leon meliriknya sinis, mengingatkan wanita itu untuk menjaga batasannya. Namun setelah itu, ia hanya menghela nafas.
“Aku hanya tidak tahu di mana tempat kalian mendapatkan makanannya," sahut Leon mengatakan alasannya berhenti tiba-tiba, Jenny kemudian menarik tangan Leon dan mengantarnya ke tempat makan.
"Di sini makanannya ternyata," ujarnya seketika. Leon kemudian mengambil beberapa makanan yang tersedia di depan matanya lalu mencari tempat untuk duduk.
Jenny pun mengikuti dan duduk tepat di samping Leon, begitupula dengan Roseria yang ikut mengambil makanan dan juga minuman. Walau sebenarnya masih banyak tempat kosong di sekitarnya.
“Apa yang kau lakukan di sini?! Kau tahu kan kalau masih banyak tempat kosong tersedia!” pekik Jenny. Pertikaian pun pecah antara Jenny dengan Roseria, beruntungnya beberapa anggota guild yang lain dan juga Leon segera menghentikan pertikaian tersebut.
“Payah!” cela Roseria pada Jenny.
“Jalang!” sahut Jenny menghinanya.
“Bisakah kalian duduk saja dan makan?!" tegur Leon yang mulai kehilangan kesabarannya melihat tingkah laku Jenny dan Roseria. Kedua perempuan itu terpaku dalam diam ketika Leon membentak mereka.
“Maaf …," tutur Jenny dan Roseria mengatakan di saat yang hampir bersamaan dengan wajah menyesal.
“Ya sudahlah. Omong-omong Jenny, apa kau tidak penasaran bagaimana Enma dan juga El saat ini?” Leon mengambil topik pembicaraan lain dan mengabaikan Roseria sambil menikmati makanannya.
“Entah, lagi pula mereka berdua tidak selemah itu. Kau tidak perlu khawatir. Yang perlu kita khawatirkan adalah misi pertama yang akan kita ambil nanti," sahut Jenny berusaha mencari pendapat kepada Leon dan juga Roseria mengenai misi yang akan diambil oleh grup mereka.
...πππ...
Sementara itu di sebuah bagian perbatasan antara kota Tovarre dan negara Nakasia.
Di bawah kaki gunung api Hyufudur di bagian Selatan Nakasia, terdapat sebuah kota kecil yang merupakan tempat tujuan dari Enma dan juga El untuk mencari seorang Assassin yang ingin di rekrut masuk ke dalam grup mereka.