Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 99



Dalam benak Leon, ia sudah menebak kalau aura dewa itu pasti milik Anubis sebagai dewa yang diberikan sedikit kekuatan kematian oleh Gris sang Primordial angel. Melihat ekspresi Leon yang sedikit berhati-hati membuat Baltasar merasa senang karena dia berpikir kalau akhirnya Leon merasa terintimidasi olehnya.


“Apa kau takut, nak? Haha, mari kita mulai sekarang!” cibir Baltasar kepada lawan bicaranya itu kemudian berseru dan melompat ke arah Leon.


BRAK!


Beruntungnya Leon berhasil menghindari jarak serangan Baltasar. Selama dirinya diserang oleh makhluk besar buruk rupa itu, Leon selalu menghindarinya dan mencoba menganalisis gerakan Baltasar serta kemungkinan titik lemah yang dia miliki.


Baltasar pun melancarkan serangan Tetsui-Uchi. Tangannya mengepal sangat keras menggunakan bawah dari kepalan tangan untuk memukul musuh. Ia pun meluncurkan tangannya ke arah kuping Leon. 


Syung!


Leon yang melihat gerakan itu berusaha memblokir serangan itu dengan cara menendang pukulan tersebut ke atas menggunakan lututnya.


Duk!


Pria itu pun memukul dengan keras ke arah dada Baltasar sampai membuat Baltasar terpukul jauh.


BUAK!


Tidak ingin membuang waktu, Leon segera menghampiri Baltasar dan menyerangnya habis-habisan dengan jurus Brajamusti miliknya. Tiap pukulan yang ia hasilkan memberikan efek penghancur yang sangat besar, tubuh Baltasar yang merupakan apostle dari anubis saja dapat dihancurkan dengan mudah oleh pukulannya.


Buk! Buak! BUAK!


“Tidak akan kubiarkan ini selesai dengan cepat!” seru Leon dengan senyumnya yang dingin dan tatapan matanya yang seperti haus akan darah. Aura mematikannya sungguh menggelegar, bahkan makhluk merayap di dinding pun menjadi saksinya.


Leon menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan tubuh Baltasar dan menghancurkannya lagi dengan jurus pukulan Brajamusti miliknya. Baltasar sudah tidak bisa melakukan apa-apa dengan pukulan Leon yang bertubi-tubi. Dia pun akhirnya meminta Leon untuk berhenti memukulnya karena sudah menyerah.


"Hentikan! Aku menyerah!" seru makhluk itu kewalahan.


Semudah itu Leon mengalahkannya, Baltasar pun berilham sesuatu pada dirinya dan juga Leon.


“Manusia, kuakui kekuatanmu cukup hebat. Di antara manusia lain, tidak ada satu pun yang bisa mengalahkanku selain dirimu. Sebagai janjiku, akan kudengar tiga permintaanmu karena kau sudah bertarung layaknya seorang ksatria," katanya yang sedang duduk di atas singgasananya dengan posisi duduk sedikit membungkuk di hadapan Leon sebagai tanda kalau dia menghormati Leon.


Leon pun membalas dengan sedikit membungkuk dan memikirkan dengan hati-hati apa yang ingin dia ucapkan. Setelah berjalan berputar-putar, ia akhirnya mengatakan apa yang dia inginkan.


"Keinginan pertamaku, tentunya membuat perdamaian antara Orc dan manusia," sahut pria itu dengan bijak dan matang pikiran.


Baltasar pun mengangguk sebagai tanda kalau dia menyetujui keinginan Leon tersebut.


"Keinginan keduaku untuk menjalin hubungan pertemanan denganmu, Baltasar," imbuh Leon serius. Tiada raut wajah bercanda sedikit pun pada wajahnya.


Mendengar hal itu membuat Baltasar tertawa terbahak-bahak karena untuk pertama kalinya dia melihat ada manusia yang ingin berteman dengannya. "Hahaha! Aku tak percaya dengan apa yang aku dengarkan ini," kekeh Baltasar.


Baltasar pun menyetujui permintaan kedua Leon tersebut.


Ketika ingin mengucapkan permintaannya yang ketiga, Leon menatap wajah Baltasar dengan tatapan tajam yang dingin sebagai tanda kalau permintaan terakhirnya adalah hal yang sangat penting.


Ia pun berkata, "Panggillah dewa Anubis untukku.”


Mendengar permintaan Leon yang sekarang adalah temannya, membuat Baltasar tidak ingin bersikap kasar. Namun, permintaan memanggil dewa Anubis ke dunia sama saja seperti meminta kehancuran bagi pemanggilnya. Hal itu tentu saja membuat Baltasar khawatir dan bertanya kembali kepada Leon dengan tatapan serius, “Apa kau yakin? Ini sama saja seperti kau menggali kuburanmu sendiri."


Leon hanya tersenyum sedikit dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda kalau dia yakin dengan keputusannya. Ia sengaja ingin untuk memanggil Anubis ke sini karena dengan adanya penghalang dari dewi Gaia, dewa manapun, atau dewi manapun yang berniat datang ke dunia ini dengan wujud aslinya tidak dapat menggunakan kekuatannya 100%. 


Hanya sekitar 5% dari kekuatan asli mereka saja yang boleh dipergunakan dan hanya Baltasar lah satu-satunya Apostle yang dimiliki oleh Anubis.