
“Roseria cukup!” tegas Leon yang melihat wanita itu sesaat berubah seperti makhluk yang sangat haus akan darah. Pria itu tak membutuhkan pembelaan dari siapa pun bahkan dari seorang wanita.
“Baik, sayangku!” kata Roseria melepaskan pandangannya dari Orc tersebut dan tersenyum kepada Leon. Ia menurut akan apa yang Leon pinta padanya atas dasar cinta dalam hatinya yang terdalam.
Leon menggelengkan kepalanya kemudian kembali serius dan meminta semua Orc yang ada untuk berbaris agar Boreas bisa memberi tahunya berapa jumlah Orc yang tersisa.
“208, 209–"
“Semuanya bertotal 210 Orc tipe petarung dan 460 Orc non petarung, Lordku," hitung Boreas dan memberitahukannya kepada tuannya. Setelah itu, Leon memutuskan untuk membuat kontrak dengan semua Orc itu sama seperti yang dilakukan olehnya kepada Boreas sebelumnya.
Satu per satu dari Orc itu melakukan kontrak dengan Leon di mana mereka tidak akan pernah bisa mati kecuali jika diinginkan oleh Leon sebagai Lord mereka.
“Boreas, aku ingin kau memimpin semua Orc atas perintahku," pinta Leon dengan serius. Tatapan matanya yang tajam seolah menunjukan keseriusan pria itu dalam memerintah.
“Aku akan mengikutimu, Lord. Aku akan memimpin semua ras Orc yang mengikutimu," tegas Boreas dengan membungkukan badannya di hadapan Leon untuk menunjukan loyalitasnya yang tiada akhir.
Setelah itu, Boreas mulai bekerja dengan memberitahu kepada Orc lainnya kalau dengan kontrak yang mereka lakukan, tidak hanya bisa seolah tidak dapat dibunuh—selain oleh Lord mereka sendiri—mereka dapat memiliki kemampuan unik tertentu jika mereka menginginkannya.
Boreas pun menunjukan skill unik miliknya—Orcish Berserk—dengan melakukan pertarungan gulat dengan beberapa Orc yang akan dia pilih menjadi tangan kanannya.
Orcish Berserk adalah kemampuan unik yang dimiliki oleh Boreas ketika melakukan kontrak dengan Leon sebagai tuannya. Kemampuan ini dapat meningkatkan kemampuan fisik dan mana penggunanya hingga 30 kali lipat dari sebelumnya. Kekuatan itu juga dapat membuat penggunanya bisa membaca pergerakan musuh dalam pertarungan satu lawan satu.
Karena skill inilah, dalam pertarungan gulat satu lawan satu tidak ada yang bisa mengalahkan Boreas meski mereka sama-sama melayani tuan yang sama.
“Sayang, ayolah buat kontrak denganku.”
Leon memang tidak tertarik dengan godaan tersebut, namun dia berpikir kemampuan yang dimiliki oleh Roseria akan sangat membantunya jika harus berurusan dengan seorang apostle atau bahkan seorang dewi dan dewa sekalipun.
“Apa kau yakin, Roseria?” tanya Leon dengan tatapan mata yang tajam seolah mampu membaca isi hati dan pikiran Roseria.
Roseria menatap mata Leon dan mengangguk dengan sangat yakin atas keputusan yang dia buat. Leon pun memikirkan apakah dia harus melakukan kontrak yang sama dengan yang dia lakukan dengan Boreas atau mencari kontrak lain. Tak lama kemudian, tercetus sebuah ide untuk melakukan kontrak setara namun lebih menguntungkan dirinya.
Kontrak setara adalah jawabannya, dia tidak perlu menjadi bawahanku jika tidak mau. Namun setelah melakukan kontrak ini, semua ingatan yang dia miliki akan terhubung kepadaku dan hanya berlaku satu arah. Dengan kata lain, semua kemampuan yang dia miliki bisa kumiliki, tapi kemampuan yang kumiliki tidak bisa dia miliki, pikir Leon dalam batinnya sambil menatap mata Roseria dengan tatapan tajam.
...πππ...
Di sisi lain gunung Hashnorth, Isabella, Budi, dan Prisciliana sedang kesusahan melindungi sebuah kereta karavan yang dimiliki oleh salah satu penduduk yang tinggal di sana dari serangan Orc.
Isabella dan Budi bertarung melawan para Orc yang datang menyergap, sedangkan Prisciliana bertugas menyembuhkan para petualang lain yang terluka karena berusaha melindungi karavan tersebut.
“Bertahanlah, lukamu akan sembuh sedikit lagi!" pekik Prisciliana sambil terus mengerahkan sihir penyembuhannya.
“Sial, mereka terus berdatangan!” seru Budi yang sedang sibuk melawan para Orc yang mencoba menyerang Prisciliana.
“Tetaplah fokus!” tegas Isabella. Semoga kau baik-baik saja. Tunggulah aku, Leon, pikir Isabella dalam batinnya.