Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 86



Leon hanya diam saja dan tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ia menaruh jari di depan bibir Roseria sebagai isyarat agar wanita itu tidak berbicara lagi.


Roseria pun terdiam, pipinya bersemu merah karena dia menganggap apa yang Leon lakukan menunjukan kalau Leon lebih memilih dirinya dibandingkan Enma.


“Kenapa mukamu menjadi memerah, hah? Dasar mesum!" hina Enma yang kesal melihat Roseria.


“Bisakah kita mulai sekarang?” tuntut Jenny yang berdiri dari tempat duduknya dan kemudian mengatakan alasannya mengumpulkan mereka semua di sini. Gadis itu pun menyuruh Leon untuk berdiri dan menjelaskan. 


Sebelum itu, Leon memanggil Boreas untuk masuk. Ketika Boreas masuk, semua orang terkejut melihat seorang Orc bertubuh besar dan kekar serta membawa kapak besar kemudian duduk tepat di belakang kursi Leon.


"Astaga, bukankah dia itu Orc?!" pekik Enma dan Roseria secara bersamaan.


Leon hanya menatap mereka berdua dan menyuruh Boreas memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum dia berbicara. 


“Mustahil bagi kita meminta bantuan kepada orang-orang yang tinggal di sekitar gunung Hashnorth untuk membantu kita menciptakan perdamaian antara Orc dan manusia karena rasa dendam yang mereka miliki terlalu besar, begitu pula dengan apa yang para Orc rasakan," kata Leon dengan nada tegas dan berwibawa. Membuat semua orang fokus memperhatikannya.


Leon pun melanjutkan pembicaraannya. Ia mengatakan bahwa ada satu cara yang bisa digunakan untuk menangani masalah ini, yaitu dengan menghilangkan sosok yang dibenci.


“Apa maksudmu dengan menghilangkan sosok yang dibenci?” pungkas Mark memotong pembicaraan Leon. Pria itu pun menarik nafas dan menghembuskannya kembali.


Kemudian Leon menjelaskan kalau berdasarkan analisanya, semua Orc hanya mengikuti perintah Baltasar Baran karena dia dianggap sebagai yang terkuat di antara semua Orc lainnya. Oleh karena itu, Leon mencapai keputusan bahwa Mark harus mengurusi Baltasar dan ia akan mengurusi raja-raja Orc yang mengabdi kepada Baltasar.


...πππ...


“Kau ingin aku membunuh Baltasar?” tanya Mark dengan tatapannya yang tajam seperti elang yang melihat mangsanya. Boreas yang melihat Mark menatap tuannya seperti itu sontak menjadi marah dan hendak menyerang Mark namun Leon mencegahnya.


“Benar. Apakah kau tidak mampu?” balas Leon dingin yang membuat Mark merasa seperti menghadapi sosok yang jauh lebih kuat darinya. Mark pun mengangguk sebagai tanda setuju kalau dia akan mengatasi Baltasar.


“Lalu apa tugas kami?” tanya Enma yang mengangkat tangannya, mewakili para perempuan di sana.


“Kita yang akan mengurus sisi manusianya, bukan?” timpal Jenny bantu menjawab hingga Leon mengangguk dan merasa kagum karena kemampuan Jenny dalam berpikir yang sangat cekatan.


“Roseria akan ikut membantuku dalam mengurus beberapa raja Orc," imbuh Leon menambahkan. Sebenarnya ia tak merasa bahwa ingin merencanakan hal ini, namun sepertinya memang Roseria yang pantas pergi dengannya.


Roseria mengangguk dan merasa senang ketika mengetahui dirinya akan berada dalam satu tim dengan Leon. Pertemuan kemudian selesai dan semuanya mempersiapkan dirinya masing-masing untuk menjalani misi besok.


Leon berlatih dengan keras untuk bertarung dalam jarak dekat menggunakan dagger dengan Boreas sebagai lawan tandingnya. Di sore hari, pria itu berlatih sihir dan kemampuan malaikat yang dimilikinya agar bisa digunakan secara efisien. Ia berlatih hingga malam hari dan kemudian beristirahat sambil memandangi bintang di malam hari.


Ketika memandangi bintang, pria itu tiba-tiba teringat dengan surat yang ia kirim kepada Isabella dan penasaran dengan balasannya.


...πππ...


Di malam hari setelah Isabella berlatih pedang di tempat latihan, Isabella mendapat sebuah surat dengan tanda pengirim L. Wanita itu segera membuka surat tersebut dan membacanya.


Ketika sedang membacanya, gadis itu merasa senang dan juga khawatir dengan misi pertama Leon di gunung Hashnorth yang terkenal dengan banyaknya rintangan dan juga monster kuat di dalamnya.