Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 77



Mark berusaha menahan emosinya dan berjalan menjauhi Jenny untuk menghampiri Leon. “Apa pun yang terjadi di grup ini, jangan pernah memintaku bekerja sama dengan si dada besar itu!” bisik Mark geram kepada Leon sambil menunjuk ke arah Enma. Leon pun mengangguk dan meninggalkan Mark.


Merasa dibicarakan, Enma menatap murka Mark yang ada di sana. El datang untuk menenangkan saudarinya itu. “Baiklah … karena ini masih pagi, bagaimana kalau kita cari makanan? Aku yang akan membayarnya!” seru El berusaha mencairkan suasana.


“Kau serius El?” sahut Jenny yang tertarik. El memberi rambu hijau mengiyakan apa yang Jenny tanyakan padanya.


Melihat Roseria dan Enma yang hanya diam saja di tempat, Leon mengajaknya berhubung teman-temannya akan makan keluar. “Roseria, Enma, mari kita makan. Ini sudah hampir waktu makan siang, bukan?" ajaknya.


Roseria langsung gerak cepat dan merangkul tangan Leon dengan manja. Pria itu pasrah untuk yang kedua kalinya dan menyesal karna memanggil wanita itu.


Terlihat wajah Roseria di kedua mata Mark, pria itu langsung menyadari sesuatu. “Tunggu sebentar kau!” seru Mark menuntut.


“Apa aku mengenalmu?” tanya Roseria karena tidak mengerti sembari mengerutkan kedua alisnya.


“Kau bajingan kecil yang pernah mencuri uangku dulu 300 tahun yang lalu!” pekik Mark dengan nada agak kesal.


“Kau itu orang yang waktu itu di kereta kuda?” sahut Roseria terkejut dan baru menyadarinya. Mark mengiyakan.


“Jadi kau pernah meminum air dari Chalice of Life? Pantas saja tidak menua!" seru Mark sambil menerima uang yang baru saja diberikan oleh Roseria kepadanya.


“Kau sendiri juga sama! Makanya kau juga tidak menua!" Keduanya beradu argumen sendiri hingga Leon mengajak mereka pergi.


Mark hanya tertawa dan terus berjalan mengikuti Leon. Roseria di belakangnya serta Jenny dan Enma, juga El yang berlari membuntuti di belakang.


Jenny memberikan saran kepada EL untuk makan di restoran yang dia sering kunjungi.


Mark duduk di dekat Jenny, Leon dan Roseria. Di seberang mereka Enma dan El.


“Kalian pesan saja, nanti akan kubayar!” El memberikan buku menu kepada teman-temannya, semuanya melihat daftar makanan yang ada. Suasana menjadi sedikit tenang saat itu.


“Setelah ini, aku berharap kita semua bisa saling bekerja sama sebagai satu tim," tutur Jenny dan semuanya mengangguk setuju. “Untuk misi pertama yang akan kita lakukan, aku mengusulkan kita untuk bergerak membantu pertahanan benteng di gunung Hashnorth.” Gadis itu melanjutkan.


Mark menyanggah pendapat Jenny. "Jika itu hanya aku, Leon, dan Roseria, itu akan menjadi mudah. Tapi membawa kalian, aku tidak yakin akan hal itu.” 


Mendengar perkataan Mark yang seperti itu membuat Enma dan El menjadi kesal. “Apa kau pikir, kami berdua lemah?!” pekik Enma tak terima. Jenny menarik tangan sahabatnya itu.


“Enma, duduklah!” seru Jenny menimpali dan Enma langsung duduk kembali.


“Gadis kecil, kau itu memang lebih lemah daripada kami bertiga. Bukan begitu, Leon?" timpal Roseria kepada Enma mengatasnamakan Leon.


“Diam kau! Memangnya kau tahu apa tentang diriku?” Enma beradu mulut dengan wajah kesal.


“Tidak ada. Sekarang kutanya, memangnya kau tahu apa tentang makhluk di gunung Hasnorth?” sahut Roseria dengan serius. Enma terdiam tak menjawab dan hanya memalingkan wajahnya kesal.


Leon menggelengkan kepalanya dan menghentikan mereka semua. “Roseria, tenang. Jangan menakutinya," tegurnya berusaha menahan Roseria. Wanita itu pun duduk menurut. “Intinya, tujuan utama kita agar berusaha menciptakan perdamaian antara Orc di daerah gunung Hasnorth dengan para warga yang tinggal disekitarnya," lanjut Leon membahasnya.


“Leon, apa kau sudah gila?!” Roseria terkejut. Yang lainnya juga ikut terpaku dalam hal yang sama.


“Itu bukanlah hal yang mustahil, namun mendekati kemustahilan itu sendiri," sahut Enma.


“Itu tidaklah mustahil. Selama ada kemauan, pasti ada jalan, bukan?” Mark menegaskan tujuannya kepada anggota timnya.


“Baiklah, anggaplah kita melakukannya. Siapa yang akan berbicara dengan raja Orc clan tersebut?” tanya Roseria.


“Biar aku saja yang menanganinya. Lagipula, Baltasar punya hutang terhadap diriku," tawar Mark berani mengajukan diri.