Mafia's woman

Mafia's woman
Kenrick Osvaldo



"Dia adalah Kenrick Osvaldo," ucap Evelyn sambil memejamkan matanya saat mengatakan nama tersebut yang tentu nya di kenal oleh kedua sahabatnya tersebut. Memangnya siapa yang tak akan mengenal laki-laki yang namanya sudah sering terpampang di majalah?


“Pengusaha terkenal yang hampir memiliki semua macam perusahaan itu?” tanya Livi dengan tatapan tak percayanya. Sebelumnya ia memang sudah mendengar berita jika pengusaha terkenal tersebut akan segera menikah. Dan wanita tersebut tak percaya jika wanita yang akan dinikahi oleh laki-laki tersebut adalah sahabatnya sendiri.


“Investor paling terkenal itu?” tanya Ivey menambahkan. Evelyn hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Karena memang itulah kenyataannya.  Namun ada satu hal lagi yang tak diketahui orang lain tentang Kenrick.


"Dan dia adalah Seorang Mafia,” imbuh Evelyn yang mengungkapkan sebuah fakta yang tak diketahui orang luar. Livi dan Ivey yang mendengar hal tersebut langsung memelototkan matanya mendengar hal tersebut. Tentu saja mereka begitu terkejut mendengarnya. Mereka tak menyangka jika sang pengusaha tampan dan kaya tersebut juga merupakan sindikat gelap.


“Kau bercanda?” tanya Livi dengan tatapan tak percayanya.


"Apa aku terlihat bercanda?” tanya Evelyn dengan wajah datarnya yang sama sekali tidak menunjukkan jika wanita tersebut kini tengah bercanda. Livi dan Ivey kompak menggeleng lalu menghembuskan napasnya kasar.


“Aku sempat mendengar jika kalian akan menikah, apa itu benar?” tanya Livi yang Evelyn balas dengan anggukan.


“Kalian akan segera menikah, itu menunjukkan dia serius padamu Eve. Aku semakin yakin jika kalian hanya perlu waktu untuk berbicara,” ucap Ivey pada sahabatnya tersebut yang kini hanya menatapnya datar.


“Aku sudah tak ingin lagi,” ucap Evelyn acuh. Ego dan Luka nya kini sudah menjadi satu seolah menutup cinta yang ia miliki. Untuk saat ini ia hanya perlu waktu. Hatinya masih sakit karena ulah laki-laki tersebut.


“Jika melihat posisinya sepertinya akan percuma jika kau pergi sekarang. Aku yakin laki-laki itu akan mencarimu dan dia pasti memiliki koneksi yang begitu banyak, akan mudah untuk nya mendapatkan mu Eve,” ucap Ivey yang dibalas dengan anggukan setuju oleh Livi. Evelyn terdiam mendengar ucapan Ivey karena apa yang wanita itu katakan ada benarnya juga. Kenrick bahkan memiliki sebuah ruang pengawas pengamanan yang karyawannya seorang mantan intelijen yang begitu hebat.


“Bawahannya mencintai ku, dia sudah membuat rencana yang baik untuk melindungiku. Dan dia adalah tangan kanan Kenrick,” ucap Evelyn yang untuk kali ini begitu berharap pada Sean dan rencana laki-laki tersebut. Meskipun begitu kini ia mengkhawatirkan keadaan Sean yang pasti sedang tak baik-baik saja.


“Mafia tak hanya memiliki satu anak buah Eve,” ucap Livi tegas.


"Lalu haruskah aku tinggal bersama Livi? Aku yakin dia tak akan tahu aku berada di sana. Sebenarnya aku sudah memiliki apartemen baru dan dia tak akan menemukan ku. Hanya saja jika aku berada di rumahmu aku tak perlu pergi kemanapun dan hanya akan berada di rumahmu. Dan akan ada yang mengawasiku,” ucap Evelyn dengan wajah seriousnya saat menyampaikan idenya tersebut.


“Sebenarnya aku tak masalah jika kau ingin tinggal bersamaku. Hanya saja kau yakin dia tak akan datang dan menghancurkan rumahku?” tanya Livi takut. Siapa yang memangnya tak takut jika yang dihadapi adalah orang yang begitu berpengaruh?


"Kau tenang saja dia tak akan melakukan itu,” jawab Evelyn dengan pasti. Ia hanya sedang meyakinkan sahabatnya saja. Padahal Dia sendiri tahu bagaimana Kenrick. Laki-laki tersebut bisa melakukan apapun yang ia mau.


“Baiklah kau boleh tinggal di rumahku, sesukamu,” ucap Livi akhirnya setelah berpikir dalam waktu yang cukup lama. Ia berharap ucapan yang hanya Evelyn ucapkan sebagai alibi tersebut benar adanya.


"Terima kasih Livi.” Evelyn tersenyum ke arah sahabatnya tersebut. Livi hanya membalasnya dengan anggukan dan senyuman.


“Evelyn apa dia tampan seperti yang sering berada di majalah-majalah itu?” tanya Ivey yang kali ini menyeletuk. Ia begitu penasaran dengan Kenrick yang sebenarnya. Apakah yang asli tampan seperti yang di majalah? Itulah yang tengah ia pikirkan.


"Tampan hanya sebagai cover,” sinis Evelyn secara tak langsung mengakui jika Kenrick memang benar tampan.


“Tapi bukankah kau mengatakan jika dia sangat baik? Bahkan dia mau menikahimu. Itu tandanya dia serius pada mu,” ucap Ivey yang kini membela Kenrick. Evelyn yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Ivey.


"Siapa yang tahu jika sahabatnya akan datang dan menghancurkan hubunganku,” ucap Evelyn kesal.


“Jesslyn benar. Harusnya kau tak perlu pedulikan wanita itu,” setuju Livi lalu menganggukkan kepalanya bersama dengan Ivey.


"Sudahlah aku tak ingin membahasnya lagi,” ucap Evelyn yang memilih untuk menyudahi pembicaraan tersebut karena ia sudah merasa muak jika terus-terusan membahasnya.


Livi yang mengerti Evelyn tak ingin membahasnya lagi segera kembali ke sofa dan menyelesaikan pekerjaannya. Berbeda dengan Ivey yang masih duduk di sampingnya dengan rasa penasarannya.


“Darimana kau mengenalnya?” tanya Ivey dengan pasarannya. Ia masih begitu penasaran tentang kisah cinta antara sahabatnya tersebut dengan seorang milyuner terkaya tersebut.


"Itu… Dia menculikku,” ucap Evelyn sambil menundukkan kepalanya. Ivey yang mendengarnya memelototkan matanya. Sedangkan Livi yang awalnya sudah fokus dengan pekerjaannya kini segera menoleh ke arah sahabatnya tersebut dengan begitu terkejutnya. Tentu ia tak menyangka jika sahabatnya ada yang mau menculik. Dan yang lebih membuat kaget adalah. Yang menculik sahabatnya tersebut adalah laki-laki kaya raya.


“Bagaimana bisa?” tanya Ivey yang mengikuti pertanyaan sahabatnya yang lain yang kini juga merasa penasaran.


"Karena pamanku memiliki banyak hutang dan aku sebagai gantinya,” ucap Evelyn menjelaskan. Sahabatnya yang mendengarnya tentu saja terkejut. Ia tahu selama paman Evelyn memang tak bekerja namun mereka tak menyangka jika laki-laki tersebut bisa sampai menjual keponakannya sendiri.


“Pamanmu memang tak pernah memikirkanmu,” ucap Livi sambil menggelengkan kepalanya tak percaya. Bisanya pamannya tersebut menjual keponakannya sendiri untuk kepentingannya.


"Sudahlah lagipula dia sudah menyesal,” ucap Evelyn dengan senyumannya. Ia tahu pamannya tersebut telah berubah dan telah menyesali perbuatannya. Evelyn berharap jika pamannya tersebut mengetahui jika ia kabur pamannya tersebut tak akan mengembalikan nya pada Kenrick lagi.


“Aku akan memenggal kepalanya jika dia berani menjualmu lagi,” ucap Ivey yang seolah bisa membaca pikiran Evelyn. Evelyn tersenyum mendengarnya sambil menganggukkan kepalanya.


Setelahnya Evelyn lebih memilih untuk beristirahat dan memejamkan matanya. Tadi suster juga sudah memeriksanya. Evelyn tidak tahu, apa seharusnya Evelyn segera memberitahu kabar kehamilannya ini atau malah sebaliknya. Namun sepertinya Evelyn akan memilih diam karena tak ingin lagi terlibat dengan Kenrick. Jika Kenrick mengetahui kehamilannya laki-laki tersebut pasti akan semakin tak mau melepaskannya.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita temen aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.