Mafia's woman

Mafia's woman
Pesta Karel



     Berbagai merk dan warna mobil mewah kini berderet dengan rapi di sebuah parkiran sebuah gedung megah yang kini dijadikan sebagai tempat berlangsungnya sebuah acara pesta pengangkatan direktur utama sekaligus CEO baru dari perusahaan Sky Company yang tak lain adalah perusahaan milik Karel, mantan kekasih Evelyn.


“Aku dengar Tuan Kenrick menerima undangan dari Tuan Joe, apa hubungan mereka memang begitu dekat? Sebelumnya aku tak pernah mendengar kedekatan kedua perusahaan ini,” ucap salah satu tamu yang kini mulai berdatangan.


Info jika pengusaha terkenal yang begitu mereka takuti dan mereka segani datang ke acara pengangkatan CEO baru dari perusahaan yang tidak terlalu berpengaruh untuk perusahaan raksasa itu tentyu menjadi tanda tanya bagi pengusaha lainnya.


“Kau benar, bahkan sudah begitu banyak pengusaha yang undangannya di olak. Padahal perusahaan mereka lebih besar dari perusahaan Tuan Joe,” ucap yang lainnya menimpali.


Kedatangan Kenrick kali ini bagi mereka memang begitu aneh. Karena sebelumnya laki-laki itu tak akan pernah datang ke acara seperti ini. Ia hanya akan datang ke pesta jika yang mengadakan acara pesta tersebut adalah keluarganya atau sahabatnya ataupun sahabat ayahnya.


Selain mereka sudah begitu banyak undangan yang sudah di tolak oleh laki-laki tersebut.


“Aku dengar Tuan Kenrick kini mengambil alih perusahaannya di New York,” suara bisikan dan perbincangan kali ini dipenuhi semua info tentang Kenrick yang baru saja mereka terima dan menjadi topik hangat untuk mereka perbincangkan.


“Saham perusahaan yang ia pegang kali ini pasti akan naik,” yang lain kini ikut menimpali.


Suara atensi seisi ruangan kini membahas Kenrick. Bahkan sang pemilik acara tidak memiliki topik mereka sendiri.


“Memangnya kapan perusahaan Tuan Kenrick turun? Aku tak pernah mendengar saham perusahaan nya urun,” timpal yang lain yang dijawab dengan anggukan oleh partner bicaranya.


“Tuan Joe dengan perusahaan nya aku rasa juga akan dapat pengaruh dari kedatangan Tuan Kenrick,” ucap salah satu tamu yang berada di sana yang tentu dibalas dengan anggukan karena mereka juga yakin saat mengetahui Kenrick akan datang maka mereka berpikir jika kedua pengusaha itu memiliki hubungan yang deka. Jika tidak bisa untuk menjilat Kenrick maka mereka tentu menjilat Joe yang mereka pikir memiliki relasi dekat dengan Kenrick.


Di sisi lain sang pemilik acara kini bahkan begitu sibuk untuk menyambut kedatangan Kenrick juga Evelyn. Joe terlihat begitu bersemangat. Bahkan kini ia menyambut langsung para tamu yang datang tepat di depan pintu masuk bersama dengan putra pertama nya yang akan menggantikan posisinya juga istrinya.


“Karel, mengapa wajahmu suram sekali? Tersenyumlah jangan membuat kami malu dengan wajah yang akan kau perlihat ku itu. Kau harusnya berterima kasih karena Tuan Kenrick mau datang, itu akan bagus untuk perusahaan kita,” ucap Joe memperingati anaknya itu yang sedari tadi malah terus menampilkan wajah tidak bersahabatnya. Karena jelas ia tahu siapa Kenrick dan siapa istri Kenrick yang tak lain adalah mantan kekasihnya sendiri yang sampai sekarang masih dicintai.


Bagaimana ia bisa tersenyum saat sebentar lagi ia akan bertemu dengan Evelyn juga suami wanita yang ia cintai itu. Tentu ia tak bisa tersenyum.


“Jika saja aku tahu perusahaan itu milik Kenrick. Aku tak akan mengundang nya,” gumam Karel yang masih bisa didengar oleh ayah juga ibunya yang kini sontak memelotot mendengar ucapan dari anaknya tersebut.


 “Apa yang kau katakan? Tutup mulutmu itu,” marah Joe yang membuat Karel kini hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan ayahnya itu.


Di sisi lain kini Kenrick dan Evelyn masih berada di dalam mobil dalam perjalan pada pesta yang diadakan untuk Karel.


“Kau yang memaksa datang. Jadi jangan membuat masalah dan jangan cemburu berlebihan jika Karel mendekati ku,” peringat Evelyn pada suaminya itu yang kini menggenggam tangan Evelyn dengan begitu erat seolah menunjukkan kepemilikannya pada Evelyn.


“Aku mengerti Sayang,” ucap Kenrick dengan begitu lembut dan senyumannya yang mengembang.


Mereka segera keluar laku Evelyn yang kini merangkul lengan berotot suaminya itu. Melihat kedatangan Kenrick Joe juga keluarganya langsung menghampiri sepasang suami itu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Namun berbeda dengan ibu Karel yang kini menatap Evelyn dengan terkejut karena ia jelas tahu jika wanita tersebut dulu adalah kekasih anaknya.


Ibu Karel langsung menoleh ke arah anaknya itu yang kini hanya menatap datar ke depan. Kini ia tahu apa alasan anaknya sedari tadi tidak menampilkan senyumnya, semua pasti sulit untuk anaknya itu. Namun ia tahu, semua juga kesalahan anak nya. Ibu Karel memang sudah mengetahui tentang apa yang dilakukan oleh anaknya itu hingga ia kehilangan Evelyn.


Saat mengetahui semua fakta itu, Marry-ibu  Karel sungguh menyayangkan apa yang anaknya itu lakukan. Padahal dulu ia begitu menyetujui hubungan anaknya itu. Hanya saja suaminya itu memang belum pernah bertemu Evelyn karena ia yang jarang di rumah, jadilah ia tak tahu jika wanita dari pengusaha ternama itu adalah mantan kekasih anaknya.


"Tuan senang melihat Anda bisa datang pada acara yang saya buat," ucap Joe dengan senyumannya. Menyambut Kenrick juga Evelyn.


Kenrick kini merangkul Evelyn dengan begitu erat memberitahukan jika wanita tersebut adalah miliknya.


"Tak perlu sungkan," ucap Kenrick sambil menganggukkan kepalanya.


Tatapan Karel kini begitu lurus menatap Evelyn. Hingga tatapan laki-laki tersebut terfokus pada perut Evelyn yang kini tampak lebih menonjol. Kenrick memang sengaja meminta Evelyn untuk menggunakan dress yang dapat memperlihat kehamilan wanitanya itu.


Kenrick begitu bersemangat dan niat untuk memamerkan wanitanya juga calon anaknya.


Mereka kini berjalan bersama memasuki ballroom gedung tersebut yang sontak membuat tetapan banyak mata kini terarah pada Kenrick juga Evelyn, dengan berbagai tatapan.


"Tuan, perkenalkan ini istri saya Marry. Dan anak saya yang akan menggantikan posisi saya, Karel," ucap Joe memperkenalkan keluarganya.


"Ini adalah istri saya. Evelyn," ucap Kenrick sambil mengecup kening Evelyn dengan begitu lembut nya.


Karel yang melihat hal tersebut mengalihkan pandangannya. Penyesalan dan rasa sakit nya kini begitu menyesakkan untuknya.


"Kami sudah saling mengenal," ucap Marry dengan senyuman ramah nya sambil melakukan cipika cipiki pada Evelyn. Joe yang tak mengetahui apapun terkejut melihatnya.


"Lama tak bertemu Eve," ucap Marry dengan senyumannya yang di balas dengan senyuman juga oleh Evelyn.


"Benar, sudah lama kita tak bertemu tante," jawab Evelyn.


Banyak yang kini menatap interaksi mereka sambil mencuri dengar pembicaraan mereka. Pemikiran mereka jika kedua pengusaha tersebut memang dekat melihat bagaimana interaksi mereka.


"Benarkah kalian saling mengenal? Mengapa aku tak tahu?" Tanya Joe dengan senyuman bingung nya.


"Ya. Evelyn adalah mantan Karel."