
"Apa yang kau lakukan pada pamanku?” tanya Evelyn saat wanita tersebut mengingat tentang pamannya. Jika Ronald menjaga nya saja gagal, ia takut jika laki-laki tersebut juga gagal menjaga pamannya. Mengikuti rencana Ronald dan pergi dari Kenrick memang sebuah kesalahan yang harusnya tak ia lakukan.
“Kita akan menjenguknya besok,” seringai Kenrick yang kini berhasil membuat Evelyn menatap ke arah Kenrick dengan matanya yang memelotot. Ia jelas tahu apa yang di maksud oleh laki-laki tersebut.
"Kau gila Kenrick, aku membencimu!” marah Evelyn pada Kenrick. Sorot matanya kini sudah begitu tajam menatap laki-laki tersebut.
“Akan ku buat kau mencintaiku Sayang, bahkan dengan cara apapun. Bersikaplah dengan baik,” ucap Kenrick dengan senyumannya yang malah semakin membuat Evelyn marah melihatnya. Ingin sekali rasanya ia menenggelamkan laki-laki tersebut.
"Kau….” belum selesai dengan ucapannya Kenrick kembali menutup bibir Evelyn dengan ciumannya. Tangannya bergerak liar, Evelyn berusaha untuk meronta, tapi kekuatan Kenrick jelas lebih kuat.
Hingga Kenrick akhirnya bisa kembali menggagahi Evelyn. Evelyn tak bisa melakukan apapun selain pasrah karena jelas kekuatannya kalah jika dibandingkan dengan Kenrick.
“Aku membencimu Kenrick,” ucap Evelyn di sela kegiatan panas mereka.
“Semakin sering kau membantahku dan membuatku marah, kau akan mendapatkan hukumannya Sweety,” ucap Kenrick dengan seringainya. Dan melanjutkan kegiatannya tersebut.
***
Evelyn mengerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan mentari yang masuk. Melihat sekeliling ternyata Evelyn sudah berada di kamar besar milik Kenrick. Helaan nafas kasar terdengar dari wanita tersebut, akhirnya kini ia harus kembali pada rumah besar tersebut. Sepertinya Kenrick yang menggendongnya ke kamar karena setelah pergulatan panas mereka Evelyn langsung tertidur hingga kini.
Sangkar emas dengan singa di dalamnya, ingin kabur pun ia tak akan bisa. Yang kini bisa ia lakukan hanyalah pasrah, karena saat ia membuka kandang ia akan membahayakan banyak orang karena bukan hanya ia yang keluar dari kandang tersebut namun juga seekor Harimau ganas akan ikut keluar bersamanya dan melukai banyak orang.
Evelyn melihat jam yang ternyata sudah pukul 7.00 AM, Evelyn memutuskan untuk segera bangun dan membersihkan tubuhnya yang sudah terasa begitu lengket. Setelah selesai membersihkan tubuh, suara ketukan pintu membuat Evelyn segera membukanya.
“Nona, Tuan meminta Anda bersiap,” ucap Jessie pada Evelyn yang hanya mengangguk lalu segera berjalan ke arah walk in closet untuk bersiap. Evelyn ingat pagi ini kalian akan mengunjungi pamanmu.
"Mengapa aku harus terjebak dengan laki-laki itu,” ucap Evelyn dengan helaan nafas kasarnya. Ia begitu lelah jika harus terus berurusan dengan laki-laki tersebut yang selalu berhasil untuk membuatnya emosi.
Tak ingin membuat Kenrick marah akhirnya Evelyn dengan segera bersiap dan segera turun untuk sarapan setelah nya.
***
Setelah selesai sarapan kini Evelyn dan Kenrick memutuskan untuk segera menjenguk pamannya, Kenrick merangkul Evelyn dengan begitu posesifnya namun Evelyn hanya diam membiarkan laki-laki tersebut melakukan apa yang ia mau. Di dalam hati, Evelyn berharap semoga pamannya baik-baik saja. Namun betapa terkejutnya Evelyn saat mobil Kenrick berhenti di depan penjara.
"Kau memenjarakan pamanku?” Tanya Evelyn masih tak percaya. Harusnya ia tak perlu begitu terkejut karena dari awal ia sudah mengira jika Kenrick akan melakukannya. Jika tidak memenjarakan pamannya aki-laki tersebut akan memukuli pamannya. Laki-laki tersebut memang begitu licik. Dan entah mengapa pamannya tersebut malah berurusan dengan laki-laki seperti Kenrick.
“Kau yang memaksaku, Sayang. Sebenarnya aku tidak ingin melakukannya, tapi lihat apa yang terjadi,” tanya Kenrick mengingatkan kembali tentang ulah Evelyn yang begitu berani kabur darinya. Evelyn berusaha menahan amarahnya agar tidak kembali meledak. Ia sudah begitu bosan dibuat terus kesal oleh laki-laki tersebut.
Berusaha menahan amarahnya akhirnya Kenrick dan Evelyn segera memasuki lapas. Kenrick mengatakan ingin menemui paman Evelyn pas sang penjaga, lalu tak lama pamannya keluar, namun sayangnya mereka hanya berbicara dengan dibatasi oleh kaca. Evelyn dan pamannya saling diam tak ada yang memulai pembicaraan.
"Paman bagaimana kabar mu?” tanya Evelyn yang akhirnya membuka suaranya. Jeff, Paman Evelyn kini menatap Evelyn dengan tatapan sedih juga bersalahnya. Evelyn masih begitu baik dengan menanyakan kabarnya setelah apa yang ia lakukan pada wanita tersebut.
"Aku baik-baik saja paman. Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Evelyn dengan tatapan seriusnya pada pamannya tersebut. Jeff menundukkan kepalanya merasa begitu bersalah pada keponakannya tersebut, namun kini tak ada lagi yang dapat ia lakukan ia sudah terjebak dengan kesalahannya sendiri.
"Mengapa paman melakukan ini? Harusnya paman tahu siapa dia,” ucap Evelyn sambil melihat ke arah Kenrick. Kenrick yang menjadi objek pembicaraan hanya memutar bola matanya malas. Mereka seolah tak mempedulikan keberadaan Kenrick hingga mereka bisa dengan begitu santainya membicarakan orang yang masih berada di sekitar mereka.
“Maafkan Paman Nak, Paman terlalu dibutakan oleh harta,” ucap Jeff dengan penyesalannya. Evelyn terdiam menundukkan kepalanya. Membiarkan pamannya tersebut yang membuka suaranya.
“Jika kau ingin pergi. Pergilah, cari kebahagiaanmu tak usah pedulikan Paman,” ucap Jeff berharap dengan dia di tahan Evelyn bisa pergi dan bisa bahagia dengan caranya. Ia tak masalah jika harus mendekam di penjara untuk menebus kesalahannya.
Namun berbeda dengan Kenrick yang mendengar ucapan paman Evelyn. Evelyn langsung melihat ke arah Kenrick yang kini sudah mengepalkan tangannya marah. Ia tahu pamannya tersebut hanya ingin menebus kesalahannya namun ucapan pamannya tersebut malah membuat Kenrick marah.
“Anda tahu, apa yang akan terjadi pada Anda tak akan berpengaruh pada Evelyn, karena saya tak akan melepaskan Evelyn,” ucap Kenrick dengan begitu tegasnya. Sorot matanya kini sudah menatap dengan begitu tajam ke arah Jeff yang menatap serius pada Kenrick.
“Lakukan apapun pada saya Tuan, tapi lepaskan Evelyn,” ucap Jeff dengan tatapan memohonnya pada Kenrick yang kini meringai mendengar permintaan tersebut.
“Itu tak akan terjadi walau dalam mimpimu,” ucap Kenrick dengan sorot matanya yang tajam. Menyadari adanya tanda bahaya Evelyn segera menyela pembicaraan tersebut. Ia tak ingin Kenrick melakukan hal jahat pada pamannya tersebut.
"Paman, tak apa. Aku baik-baik saja,” ucap Evelyn berusaha untuk mengalihkan pembicaran dan menyelamatkan pamannya tersebut. Ia hanya tak ingin terjadi sesuatu pada pamannya tersebut mengingat bagaimana Kenrick.
“Ayo pergi,” ajak Kenrick pada Evelyn sambil menarik tangan wanitanya tersebut untuk membawanya pergi dari sana. Evelyn hanya bisa mengikuti tak ingin membantah Kenrick atau ia akan kembali berada dalam bahaya. Tak hanya ia tapi jua orang di sekitarnya bisa berada dalam bahaya karena dirinya.
Jadi ia tak bisa hanya memikirkan tentang dirinya mulai sekarang. Karena ada orang lain yang harus ia pikirkan, tak hanya pamannya namun pengawal juga pelayannya.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.