Mafia's woman

Mafia's woman
Maldives



Saat ini Evelyn tengah berada di kapal fiber yang akan membawanya menuju ke pulau yang terdapat banyak resort tersebut. Evelyn tengah berdiri di depan bagian kapal dengan Kenrick yang memeluk wanitanya tersebut dari belakang.


Deburan ombak dan hembusan angin yang menyapa begitu terasa menenangkan. Evelyn tak pernah menyangka akan bisa ke tempat ini. Tempat yang begitu ingin Evelyn kunjungi. Senyuman wanita tersebut bahkan sedari tadi tak pernah luntur dari wajah Evelyn.


“Apa kau menyukainya?” tanya Kenrick yang kini sudah menumpukan dagunya pada puncak kepala Evelyn karena tinggi mereka yang memang lebih tinggi Kenrick.


"Tentu saja aku sangat menyukainya. Aku senang bisa menikahi pria seksi dan kaya raya.,” ucap Evelyn dengan candaannya. Meskipun yang diucapkannya itu fakta namun tentu Evelyn hanya bercanda saja mengatakan hal tersebut hanya ingin menggoda Kenrick.


“Ah aku memang seksi. Buktinya, kau sangat nagih saat melakukannya,” ucap Kenrick yang kini malah balik menggoda Evelyn Mendengar ucapan tersebut Evelyn mencubit lengan Kenrick.


"Aku menyesal mengatakannya!” ketus Evelyn yang malah membuat tawa Kenrick terdengar. Kenrick selalu saja bisa membalikkan keadaan. Evelyn yang awal nya ingin menggoda Kenrick selalu berujung ia yang di goda oleh Kenrick.


“Hey! Kau harus mengakuinya,” tandas Kenrick yang kini malah mengangkat tubuh Evelyn dan memutarnya. Evelyn yang berada dalam pelukan Kenrick hanya tertawa karena perbuatan laki-laki tersebut.


“Kenrick berhenti,” teriak Evelyn dengan sisa tawanya.


“Tidak sebelum kau mengakuinya,” ucap Kenrick tegas. Senyuman kini terlihat begitu jelas di wajah laki-laki tersebut.


"Baiklah baiklah, aku begitu beruntung memilikimu. Dan aku sangat bahagia memilikimu,” ucap Evelyn yang akhirnya memilih mengalah. Mendengar pernyataan tersebut Kenrick menghentikan aksinya lalu menurunkan Evelyn namun tetap memeluk wanitanya tersebut.


“Begitupun denganku, aku begitu begitu bahagia memilikimu. Dan akulah yang begitu beruntung karena kau mau menerimaku. Di kehidupan selanjutnya pun aku ingin dipertemukan denganmu,” ucap Kenrick panjang lebar. Hanya bersama dengan Evelyn ia bisa berbicara panjang lebar seperti ini. Hanya Evelyn yang bisa membuatnya nyaman berbicara banyak dan tentang apapun itu. Evelyn yang membuat dunia baru untuk Kenrick. Evelyn yang membuat Kenrick merasa lebih hidup. Ia beruntung bisa bertemu dengan wanita seperti Evelyn.


"Aku juga berharap begitu. Kau memang seorang iblis tapi sepertinya hatimu seperti malaikat jika bersamaku,” ucap Evelyn dengan senyuman lembutnya. Evelyn menarik Kenrick. mengajak laki-laki tersebut untuk duduk di kursi yang berada di kapal tersebut sambil menikmati minuman dan makanan yang tersaji di sana.


“Terima kasih untuk segalanya Kenrick,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil menyodorkan gelas pada Kenrick untuk bersulang. Kenrick tersenyum lalu mengambil gelasnya dan juga dan melakukan cheers bersama Evelyn.


“Semua aku lakukan karena aku mencintaimu,” ucap Kenrick dengan senyumannya yang membuat Evelyn ikut tersenyum senang mendengarnya.


"Bukankah aku sangat beruntung dicintai olehmu?” tanya Evelyn dengan senyuman menggodanya pada Kenrick yang kini malah terkekeh mendengar ucapan tersebut.


“Ya begitupun denganku, kita sama-sama beruntung. Ini karena Tuhan menakdirkan kita untuk bersama,” ucap Kenrick sambil mengacak rambut Evelyn dengan gemas. meskipun ia kesal karena rambutnya dibuat berantakan oleh Kenrick namun Evelyn tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Ia tersenyum senang sambil memejamkan matanya. Menikmati kebersamaan yang tak ingin Evelyn lepaskan ini. Rasanya begitu bahagia untuk dilepaskan.


Setelah perjalanan yang begitu melelahkan. Kini akhirnya mereka sampai di resort yang sudah mereka sewa. Saat masuk di resort Evelyn segera merebahkan tubuhnya di kasur king size yang berada di sana karena ia sudah terlalu lelah. Dan kini akhirnya ia bisa menikmati kenikmatan kasur tersebut.


“Sayang bersihkanlah tubuhmu lebih dulu,” ucap Kenrick yang baru saja meletakan koper mereka di ujung ruangan. Kenrick hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Evelyn yang kini sudah memejamkan matanya. Ia tahu pasti wanitanya tersebut tengah lelah.


"Tidak, aku sangat lelah Kenrick. Biarkan aku tidur sebentar,” ucap Evelyn tanpa membuka matanya memilih untuk menghiraukan Kenrick yang hanya bisa menggeleng melihat tingkah wanitanya tersebut. Namun akhirnya ia hanya bisa mengalah dan membiarkan Evelyn tidur karena tahu wanitanya tersebut pasti kelelahan setelah perjalanan yang  begitu panjang.


Tanpa terasa Evelyn tertidur hingga malam hari membuat Kenrick yang memang tak tidur dan malah sibuk dengan pekerjaannya akhirnya membangunkan wanitanya tersebut. Dengan malas Evelyn membuka matanya dan kini melihat Kenrick yang berada di sampingnya. Lalu tatapannya beralih pada laptop Kenrick di atas meja yang berada di dekat sofa membuat Evelyn mendengus melihatnya.


“Bahkan kau masih bekerja saat berlibur,” dengus Evelyn sambil menggelengkan kepalanya sedangkan Kenrick hanya tersebut sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


“Ada hal penting yang harus segera diselesaikan,” ucap Kenrick yang malah membuat Evelyn berdecih mendengarnya.


“Pembual. Kau selalu mengatakan hal yang sama setiap kali sibuk dengan pekerjaanmu,” dengus Evelyn lalu memilih untuk berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tanpa menghiraukan Kenrick yang kini hanya menggeleng sambil tersenyum tipis.


Setelah selesai dengan ritual mandinya Evelyn langsung disajikan dengan banyak makanan laut yang begitu menggugah selera di meja yang semula tempat laptop Kenrick kini sudah berubah menjadi tempat makanan.


"Wah Kenrick melihat semua ini aku menjadi lapar,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil berjalan ke arah Kenrick. Lalu segera duduk di samping Kenrick dan menikmati makanannya dengan lahap.


."Semua ini sangat enak Kenrick,” ucap Evelyn setelah mulutnya yang penuh tak lagi penuh akan makanan. Kenrick hanya menggelengkan kepalanya melihat Evelyn yang sudah seperti orang yang lama tak makan.


“Makanlah hingga kau kenyang,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Evelyn hanya membalasnya dengan anggukan dan segera menghabiskan makanannya. Hingga tak beberapa lama makanan di meja tersebut sudah kosong. Kenrick memilih membereskan semua bekas makan mereka sedangkan Evelyn kini tengah menyandarkan punggungnya di sandaran sofa tersebut karena perutnya yang sudah begitu kenyang.


Merasa sudah puas bersantai di sofa tersebut akhirnya Evelyn memilih menuju balkon yang menampilkan keindahan laut lepas dengan resort yang saling berhadapan. Evelyn memejamkan matanya menikmati udara yang begitu menyejukkan. Evelyn memiliki duduk di ujung balkon dengan menggantungkan kakinya di air laut yang terasa begitu dingin.


Kenrick yang baru datang ikut duduk di samping wanitanya itu sambil merangkul pundak Evelyn. Evelyn hanya diam lalu menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik laki-laki yang begitu ia cintai tersebut.


"Kenrick bisakah kita tinggal di sini saja?” tanya Evelyn dengan tatapannya yang menatap lurus ke arah depan. Lampu yang bersinar begitu indah di laut lepas memang begitu terlihat indah. Evelyn begitu menikmatinya hingga ia ingin berlama-lama di tempat ini.


“Aku tahu kau menyukainya tapi kita tak bisa melakukan itu Sayang,” ucap Kenrick dengan begitu lembut agar Evelyn tidak tersinggung.


"Aku tahu kau pasti khawatir dengan pekerjaanmu.” Evelyn mencibir kesal sedangkan Kenrick hanya tersenyum melihat Evelyn yang kini sudah menjauhkan tubuhnya dari Kenrick. Lihat, bahkan saat Kenrick berbicara dengan lembut saja Evelyn bisa tersinggung. Bagaimana jika tidak?


“Semua yang aku lakukan juga untuk masa depan kita,” ucap Kenrick yang membuat pengertian pada Evelyn agar wanitanya tersebut tidak lagi salah paham.


"Itu hanya alasanmu saja,” sinis Evelyn menatap Kenrick dengan kekesalannya.


“Aku mengatakan yang sebenarnya Sayang. Saat ini aku tengah fokus pada pengembangan perusahaan. Aku ingin perusahaan kita berkembang pesat di berbagai sektor juga negara,” jelas Kenrick yang menimbulkan kerutan di kening Evelyn. Ia tak tahu jika belakangan ini Kenrick sibuk dengan perusahaannya bulan lagi dengan dunia gelapnya itu.


"Mengapa kau melakukan itu? Apa kau masih kurang kaya?” Tanya Evelyn polos. Tak ada salahnya bukan dengan pertanyaan Evelyn tersebut? Nyatanya Kenrick sudah begitu kaya apa lagi dengan bisnis gelapnya itu. Mendengar pertanyaan polos tersebut langsung membuat Kenrick tertawa bukannya marah.


“Aku ingin melepas dunia gelap ini. Setelah kita memiliki anak,” jawab Kenrick yang kini menatap lurus ke depan. Evelyn yang mendengar ucapan Kenrick tersebut tentu terkejut namun ia juga tertarik mendengarnya. Ia tak menyangka jika ucapan tersebut akan keluar dari mulut Kenrick setelah dulu laki-laki tersebut sudah dengan tegas menolak permintaan Evelyn itu.


"Kau serius?” tanya Evelyn dengan tatapan tak percaya yang Kenrick balas dengan anggukan.


“Tentu saja, aku berpikir akan menyerahkannya pada Max untuk memegang keluarga minor sedangkan keluarga utama di pegang oleh paman ku. Aku ingin kerja keras ayah ku tidak sia-sia. Aku tak bisa jika harus benar-benar membubarkannya. Karena semua ini adalah hasil kerja ayahku. Dan banyak yang bergantung di dalamnya,” jelas Kenrick panjang lebar. Evelyn cukup terkejut dengan apa yang Kenrick sampaikan. Tak menyangka laki-laki itu akan melepaskan apa yang sudah ia pertahankan dan mendengarkan saran Evelyn.


“Kau tak takut pamanmu mengkhianatimu?” tanya Evelyn saat mengingat tentang Ronald.


“Aku yakin dia tak akan begitu, lagi pula tetap akan ada perjanjian hitam diatas putih dan Max serta yang lainnya tetap akan mengawasi,” ucap Kenrick yang membuat senyuman lebar terbit di wajah Evelyn. Wanita tersebut dengan segera memeluk laki-laki tersebut yang juga dibalas dengan peluka oleh Kenrick.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.