Mafia's woman

Mafia's woman
Kesibukan Kenrick



Saat memasuki rooftop Evelyn begitu terpesona melihat keindahannya. Gedung ini ternyata benar-benar mewah. Bahkan di rooftop ini terdapat tempat bersantai dan kafe dengan nuansa perkemahan.  Evelyn tak menyangka jika Kenrick bisa memanjakan karyawannya dengan fasilitas seperti ini. Begitu mewah dan menenangkan. Siapapun pasti akan betah berlama-lama di tempat ini.


“Nyonya kau ingin memesan sesuatu?” tanya Steve sambil berjalan mencari tempat untuk mereka duduk.


Evelyn menoleh ke arah Steve yang mengikutinya, sepertinya Kenrick yang memintanya. Semenjak Kenrick tahu jika Sean menyukai Evelyn, laki-laki itu membuat batasan yang jelas agar Sean tidak terlalu dekat dengan wanitanya tersebut.


"Segelas jus jeruk dan french fries,” ucap Hazel menyampaikan pesanannya


“Baiklah Nyonya. Saya akan memesankannya untuk Anda,” ucap Steve dengan senyumannya.


"Terima kasih,” ucap Evelyn dengan senyumannya. Tak lama Steve segera pergi untuk memesan makanan milik Evelyn.


Evelyn memilih duduk di sebuah bean bag oval sambil menunggu Steve. Tak beberapa lama Steve datang membawakan pesanannya dan meletakkannya di meja kecil yang berada di depannya. Kini banyak yang menatap Evelyn dengan tatapan iri. Tentu saja mereka mengetahui siapa wanita yang tengah bersama pengawal kepercayaan Kenrick tersebut.


"Kau tak memesan sesuatu?” tanya Evelyn pada Steve pasalnya kini ia hanya ada pesanannya saja di atas meja.


“Tidak Nyonya,” jawab Steve seadanya. Karena tak mungkin ia bisa bersantai padahal tugasnya adalah menjaga Evelyn bukannya bersantai. Evelyn akhirnya hanya mengangguk lalu menikmati makanannya sambil bersantai.


"Steve. Bagaimana keadaan Sean?” tanya Evelyn yang menjadi begitu penasaran dengan laki-laki yang sudah lama tak Evelyn temui itu, entah kemana Kenrick mengirimnya. Kenrick selalu membuat Sean sibuk setelah mengetahui perasaan laki-laki tersebut pada Evelyn.


“Sean baik-baik saja Nyonya. Saat ini ia tengah berada di Dubai bersama Max,” jawan Steve yang membuat Evelyn menaikkan sebelah alisnya bingung mendengar jawaban Steve.


"Apa dia tengah berlibur?” tanya Evelyn penasaran. Mendengar pertanyaan Evelyn, sukses membuat Steve tertawa. Memang tak ada yang salah dengan pertanyaan wanita tersebut. Hanya saja Steve tertawa karena keluguan Evelyn.  Evelyn mengerutkan keningnya bingung mendengar tawa Sean karena menurutnya tak ada yang lucu, lalu untuk apa laki-laki tersebut tertawa.


“Nyonya orang seperti kita mana sempat untuk berlibur. Tuan terlalu sering memberikan kami tugas,” ucap Steve dengan sisa tawanya. Evelyn yang mendengar hal tersebut memelototkan matanya tak percaya dengan ucapan Steve.


"Ck! Laki-laki itu memang tidak berperasaan. Kau harusnya bisa pergi berlibur tanpa mempedulikannya,” kesal Evelyn karena merasa Kenrick menganggap bawahannya seperti robot yang hanya bisa bekerja saja. Padahal mereka semua adalah manusia normal yang harusnya menjalani kehidupan normal dan bisa bereproduksi dengan baik. Namun Kenrick malah terus menyuruhnya bekerja.


“Jika saya libur bagaimana dengan keamanan? Begitu pun dengan para bawahan Tuan lainnya,” ucap Steve menjelaskan. Steve tersenyum dengan begitu lembut pada Evelyn.


"Apa musuh Kenrick begitu banyak?” tanya Evelyn sambil memicingkan mata merasa penasaran. Seberapa banyak sebenarnya musuh Kenrick.


“Bukan hanya tentang musuh. Tapi juga tentang perkembangan perusahaan dan keluarga Roymond,” jelas Steve yang membuat Hazel menganggukkan kepalanya mengerti. Ia pikir semua ini karena musuh-musuh Kenrick, namun ternyata dia salah.


"Aku tak mengerti tentang itu. Pantas saja Kenrick terlihat sibuk,” ucap Evelyn sambil menganggukkan kepalanya sambil menenggak minumannya dan memakan makanannya.


“Ah ya beberapa pekerjaan Tuan Kenrick pun dialihkan ke Niar,” ucap Steve. Evelyn memilih tak acuh dan menghabiskan makanannya. Padahal kini pikirannya begitu terarah dengan perkataan Steve tersebut.


Hingga tak lama Steve meminta izin untuk pergi karena ada urusan yang harus ia kerjakan. Evelyn memilih menuju tempat perkemahan dengan tenda yang terpasang di sana.


Evelyn segera merebahkan tubuhnya dan memilih memejamkan matanya menikmati suasana menenangkan di sana, meskipun begitu banyak yang berada di sana namun keadaan begitu menenangkan. Hingga tak lama Evelyn dapat merasakan seseorang masuk dan duduk di sampingnya. Membuat Evelyn segera membuka mata dan melihat Kenrick yang tengah duduk di sampingnya dengan iPad nya.


"Lebih baik kau pergi jika hanya untuk bekerja,” kesal Evelyn saat melihat Kenrick yang masih saja sibuk dengan iPad nya. Jika hanya untuk bekerja lalu untuk apa laki-laki tersebut datang menghampirinya?


“Baiklah, kalau itu maumu,” ucap Kenrick yang tampak acuh dan hendak pergi. Melihat hal tersebut Evelyn memelototkan matanya karena bukannya meletakkan iPad nya Kenrick malah lebih lebih memilih meninggalkan nya.


"Hey! Tunggu Kenrick! Kau lebih memilih pekerjaan mu dibanding aku?” tanya Evelyn dengan kekesalannya pada Kenrick. Kenrick yang mendengar hal tersebut malah tertawa lalu duduk kembali di samping Evelyn.


“Aku hanya bercanda sayang,” ucap Kenrick dengan sisa tawanya. Evelyn berdecak kesal mendengar ucapan laki-laki tersebut.


Evelyn segera duduk saat teringat perkataan Steve yang mengatakan jika semua pekerjaan Kenrick dialihkan semua pada Niar sedari pagi tadi.


"Steve bilang jika pekerjaanmu di alihkan pada Niar. Apa yang sebenarnya kau kerjakan? Kau jangan-jangan sibuk selingkuh?” tanya Evelyn memberondong kan pertanyaan pada Kenrick. Kenrick menaikkan sebelah alisnya merasa tak suka juga karena Evelyn malah menuduhnya berselingkuh. Namun juga senang karena Evelyn ternyata cemburu padanya.


“Mana mungkin aku bisa melakukan itu Sayang. Jangan terlalu banyak berpikir tentang sesuatu yang aneh,” ucap Kenrick dengan begitu lembut berusaha menenangkan wanitanya tersebut dan tak tersulut emosi hanya karena tuduhan Evelyn..


“Aku tak akan memberitahumu sebelum semua selesai,” ucap Kenrick dengan acuh. Mendengar hal tersebut Evelyn memelototkan matanya lalu menatap Kenrick dengan bibirnya yang mengerucut kesal.


"Sepertinya kau benar-benar selingkuh,” ucap Evelyn dengan kekesalannya. Pikirannya kini memang tidak bisa untuk diajak kerja sama. Mengingat Kenrick yang sering dekat dengan banyak wanita benar-benar membuat Evelyn takut. Meskipun ia tahu jika kini Kenrick sudah berubah.


“Sayang aku tak mungkin selingkuh darimu. Berhentilah berpikiran buruk,” ucap Kenrick yang masih dengan lembut menenangkan wanitanya tersebut.


"Aku tak akan memaafkanmu jika itu terjadi. Dan aku juga bisa bersama Sean. Kau tahu dia pasti mau menerima ku,” ancam Evelyn dengan wajah kesal juga tegasnya pada Kenrick. Kenrick kini sudah menatap datar pada Evelyn mendengar ucapan dari wanitanya tersebut.


“Aku tak akan selingkuh darimu. Jadi kau tak perlu repot-repot memberikan maafmu,” ucap Kenrick dengan serius.


"Dan tidak akan membiarkanmu pada siapapun," lanjut Kenrick dengan tegasnya. Tentu ia tak akan memberikan Evelyn pada siapapun karena menurutnya Evelyn adalah miliknya dan akan selalu jadi miliknya.


Suara Kenrick yang begitu tegas membuat Evelyn tersenyum mendengarnya. Kenrick memang begitu melindungi dan begitu mencintai Evelyn.


“Lalu apa yang sebenarnya kau kerjakan?" Tanya Evelyn dengan menaikkan sebelah alisnya bingung. Ia ingin mengambil iPad Kenrick untuk melihatnya namun Kenrick segera menyembunyikannya membuat Evelyn mengerucutkan bibirnya kesal.


“Ada sesuatu yang harus aku cari,” ucap Kenrick yang membuat Evelyn menaikkan sebelah alisnya bingun mendengar jawaban laki-laki tersebut.


"Apa itu?” tanya Evelyn dengan tatapan penasaran dan menyelidikinya.


“Kau akan mengetahuinya nanti,” ucap Kenrick sambil tersenyum menenangkan yang malah membuat Evelyn berdecak mendengarnya.


"Cepat beritahu aku sekarang Kenrick. Jangan membuatku penasaran,” kesal Evelyn yang sudah begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya Kenrick lakukan hingga mengabaikannya.


“Tidak, aku tak akan memberitahukannya,” ucap Kenrick tegas masih ingin menyembunyikannya dari Evelyn dan belum ingin untuk memberitahukannya.


"Cih kau memang jahat! Aku jadi merasa curiga dengan apa yang kau sembunyikan.” Evelyn kini menatap kesal juga curiga pada laki-laki tersebut.


“Tak perlu berpikiran aneh Sayang,” ucap Kenrick lembut sambil mengelus puncak kepala Evelyn.


"Kalau begitu, cepatlah beritahu padaku agar aku tak berpikiran buruk,” desak Evelyn agar Kenrick bisa seera memberitahunya.


Kenrick akhirnya menghela nafasnya merasa jika tak ada yang mengalah maka perdebatan ini akan terus berlanjut. Evelyn dengan kerasa kepalanya memang kombinasi yang pas, akhirnya Kenrick memberikan iPadnya pada Evelyn


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.