
“Selamat pagi Nyonya,” sapa desainer yang kini sudah berdiri saat menyadari kedatangan Evelyn tersebut sambil tersenyum pada Evelyn, yang hanya Evelyn balas dengan anggukan.
"Selamat pagi. Silahkan duduk,” ucap Evelyn mempersilahkan desainer tersebut untuk duduk yang dibalas dengan anggukan dan segera duduk di sofa yang berseberangan dengan Evelyn.
“Perkenalkan Nyonya saya Mila desainer yang akan membuat gaun pertunangan Anda,” ucap Mila memperkenalkan dirinya yang di jawab dengan anggukan oleh Evelyn.
“Ini adalah asisten saya Nola,” ucap Mila yang kembali memperkenalkan asistennya tersebut.
"Saya Evelyn,” ucap Evelyn dengan senyumannya.
“Nyonya silahkan dilihat. Ini contoh dari beberapa yang saya desain,” ucap Mila sambil menyerahkan tabloid nya dan segera Evelyn mengambilnya untuk melihat gaun yang menurutnya indah untuk referensi. Ia masih tak menyangka jika Kenrick akan membuat pesta pertunangan untuk mereka, ia pikir laki-laki tersebut tak tertarik dengan semua ini, namun ternyata dia salah karena Kenrick begitu bersemangat untuk pertunangannya tersebut.
"Semua terlihat bagus. Bagaimana dengan gaun ini?” tanya Evelyn sambil menunjuk sebuah gaun berwarna biru yang terlihat begitu indah. Gaun indah menjuntai panjang kebawah yang memperlihatkan bagian atas dada dan lengan mengemban dengan kain tipis berwarna biru yang semakin menambah keindahan gaun tersebut.
"Ini terlihat trendi dan mewah namun tidak meninggalkan kesal imut,” ucap Evelyn, menilai gaun tersebut yang membuat Mila mengangguk.
“Ini adalah gaun yang baru saja kami desain. Jika Nyonya menggunakannya ini adalah yang pertama,” ucap Mila yang membuat Evelyn terkejut mendengarnya. Mata nya kini sudah berbinar menatap pada keindahan gaun tersebut..
"Wow aku merasa tersanjung, tapi sayang sekali, pasti jelek saat aku pakai,” ucap Evelyn dengan mengerucutkan bibirnya merasa insecure duluan dengan penampilannya nanti. Ketiga wanita yang menemani Evelyn tersebut dibuat menganga mendengarnya. Merasa aneh karena Evelyn tak menyadari kecantikannya sendiri.
“Saya yakin, gaun apapun akan membuat Tuan memujimu,” ucap Mila pada Evelyn dengan senyumannya.
“Benar Nona. Anda bahkan begitu cantik saat ini, saya yakin Anda akan terlihat cantik dengan apapun,” ucap Jessie menimpali yang membuat Evelyn tersenyum mendengarnya.
“Baiklah, jika begitu aku ingin menggunakan ini untuk pertunangan ku,” ucap Evelyn final yang membuat mereka tersenyum senang.
“Bagaimana dengan Gaun pernikahannya Nyonya?” tanya Mila, karena Kenrick juga memintanya untuk mempersiapkan gaun pernikahan untuk untuk Evelyn juga Kenrick.
“Aku akan membicarakannya dulu dengan Kenrick, mungkin aku akan melihatnya langsung ke butik mu,” ucap Evelyn yang di balas dengan anggukan oleh Mila.
Setelah memilih gaun yang akan Evelyn gunakan untuk acara pertunangannya. Mila pun mulai mengukur tubuh wanita tersebut yang begitu proporsional. Mila bekerja dengan cepat untuk segera menyelesaikannya karena waktu yang diberikan tak akan lama.
“Kami akan memberikan yang terbaik untuk Anda, Nyonya,” ucap Mila yang membuat Evelyn tersenyum sambil mengangguk mendengarnya.
"Terima kasih Mila,” ucap Evelyn dengan tulus yang dibalas dengan anggukan oleh Mila.
Setelahnya Mila menunduk hormat lalu segera pergi dengan asistennya tersebut. Tak lama, Evelyn dapat melihat Steve datang dengan gaya kakunya. Melihat laki-laki tersebut Evelyn memutar matanya melihat betapa kakunya laki-laki tersebut.
“Nona, tuan meminta saya untuk menjemput Anda,” ucap Steve saat laki-laki tersebut sudah berada di depan Evelyn yang kini masih menikmati jus miliknya.
"Kemana?” tanya Evelyn dengan kerutan yang terlihat jelas di keningnya.
“Tuan meminta Anda untuk datang ke kantor,” ucap Steve yang membuat Evelyn menghela nafasnya kasar. Ia begitu malas jika harus datang ke kantor laki-laki tersebut karena pasti hanya akan membuatnya bosan saja. Jadi lebih baik ia tetap di rumah dan menikmati waktunya di rumah dari pada datang ke kantor Kenrick.
“Aku tidak ingin pergi,” tegas Evelyn pada Steve, menolak dengan keras permintaan laki-laki tersebut.
“Nona, Tuan akan marah jika Anda menolaknya,” peringat Steve mengingatkan Evelyn lagi bagaimana sikap atasannya tersebut yang memang begitu pemaksa dan tidak menerima penolakan.
"Aku tak peduli,” ucap Evelyn dengan Acuhnya. Steve menggelengkan kepalanya melihat Nona nya tersebut. Sepertinya pasangan ini selanjutkan akan membuat Steve pusing. Yang satu pemaksa dan yang satu tidak mau di paksa. Lalu Steve yang hanya pesuruh harus dibuat bingung menghadapi kedua atasannya tersebut. Harusnya setelah ini Steve meminta kenaikan gaji untuk bayaran yang pas bagi nya yang menjadi korban Tuan dan calon Nyonya tersebut.
"Kau mengancamku?” tanya Evelyn dengan begitu tajamnya yang dijawab dengan gidikan bahu oleh Steve.
“Anggap saja begitu,” ucap Steve dengan acuh yang semakin membuat
"Cih dasar! Tidak bos atau pun pengawalnya, mereka memang pemaksa,” kesal Evelyn yang kini sudah bangun dari posisi duduk nya dan dengan kaki yang di hentak-hentak kan gadis tersebut berjalan menuju kamarnya.
Dengan kesal akhirnya Evelyn memilih menurut dan ikut dengan Steve ke kantor Charles. Tak ingin mencari masalah dengan laki-laki tersebut.
***
Gedung selatan kini tengah dibuat heboh dengan info yang baru mereka dengar, info yang tengah hangat diperbincangkan oleh para pelayan, hingga membuat mereka tahu apa yang baru saja terjadi. Dan tentu info tersebut membuat mereka merasa marah, iri, juga takut dalam waktu yang bersamaan.
“Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Bagaimana jika Tuan Kenrick memilih untuk melepas kita?” tanya salah satu dari wanita tersebut dengan tatapan takutnya. Mereka semua sudah mengetahui tentang pertunangan Kenrick yang akan di adakan dan hal tersebutlah yang membuat mereka merasa marah.
“Apa yang Tuan Kenrick lihat dari wanita tersebut? Mengapa Tuan akhirnya memilih untuk menikahinya?” marah Megan yang kali ini ikut angkat suara.
Carlo di single sofa kini tengah menatap lurus ke depan dengan tatapan tajamnya. Wajahnya kini sudah memerah menahan amarahnya.
“Wanita tersebut pasti akan mengusir kita. Aku tak ingin hidup susah dengan keluarga ku yang sudah bangkrut,” ucap yang lain menimpali. Mengingat mereka semua hanya tawanan Kenrick yang digunakan oleh keluarga mereka untuk membayar hutang pada Kenrick.
“Aku tak pernah menyangka Tuan Kenrick akan memiliki hubungan yang serius,” ucap yang lain membuat mereka mengangguk setuju.
Mereka tentu takut kehilangan kemewahan ini. Mereka juga takut jika harus kehilangan laki-laki seperti Kenrick. Laki-laki tampan yang mampu membuat siapapun luluh dan takluk dengan pesona laki-laki tersebut.
“Kalian semua diamlah,” marah Carlo yang sedari tadi hanya diam. Ia benar-benar marah hingga tak tahu harus melakukan apa.
Dengan amarahnya wanita tersebut segera naik menuju kamarnya sendiri untuk melampiaskan amarahnya di sana. Saat masuk ke kamarnya Carlo langsung menghancurkan apapun yang dilihatnya. Laki-laki yang sudah begitu lama menjadikannya sebagai wanita laki-laki tersebut kini malah menikah dengan wanita lain.
“Aku akan membuat perhitungan padamu Evelyn,” marah Carlo yang terus menghancurkan apapun yang berada di sekitarnya, melampiaskan amarahnya yang sudah tidak dapat ia tahan.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.