
Kenrick kini menatap Evelyn dengan tatapan memohonnya, namun Evelyn hanya menatap datar pada Kenrick. Saat ini Kenrick tengah memohon agar ia bisa tidak datang untuk meeting di luar kota atau ia ingin Evelyn untuk ikut dengannya. Namun Evelyn malah melarang nya dan meminta Kenrick untuk pergi sendiri.
“Ayolah sayang. Aku bisa meminta Sean agar mewakiliku,” ucap Kenrick dengan tatapan memohonnya pada Evelyn yang kini langsung di jawab dengan gelengan tegas oleh Evelyn.
“Tidak. Kau harus bekerja. Sudah dua hari kau hanya berantai di rumah dan mengawasi ku,” ucap Evelyn sambil mengelus kepala Kenrick yang kini tengah berada di paha nya. Kenrick kini tengah merebahkan tubuhnya dengan paha Evelyn sebagai bantalnya.
“Kalau begitu ikut lah dengan ku,” ucap Kenrick yang lagi-lagi di jawab dengan gelengan Evelyn.
“Tidak Kenrick. Aku sedang hamil. Kau tahu aku begitu mudah lelah,” ucap Evelyn sambil menyisir rambut Kenrick dengan jari-jarinya.
Kenrick menghembuskan nafasnya kasar lalu memilih untuk menghadap ke arah perut Evelyn lalu mengecup nya beberapa kali.
“Cepat lah keluar boy, Daddy harus bekerja sambil mengajak Mommy mu,” ucap Kenrick sambil mengelus perut Evelyn dan mengajak anaknya itu untuk berbicara. Seolah tahu apa yang dikatakan oleh ayah nya. Anak dalam kandungan Evelyn menendang dengan begitu keras bahkan sampai membuat Evelyn meringis karena nya.
“Lihat lah dia tidak terima karena kau berkata seperti itu,” ucap Evelyn sambil mengelus perut nya yang tadi ditendang oleh anaknya itu. Kenrick yang melihat nya malah terkekeh.
“Kau tidak setuju?” tanya Kenrick yang kali ini ikut mengelus perut Evelyn dan lagi anaknya menendang dengan begitu keras nya.
“Kau ingin mengambil Mommy dari Daddy?” tanya Kenrick lagi yang suka sekali menggoda anaknya itu. Evelyn yang meskipun merasa sakit namun ia senang karena anaknya itu begitu aktif di dalam sana.
“Hentikan Kenrick, perut ku begitu sakit,” ucap Evelyn setelah anaknya itu sudah menendang lagi karena pertanyaan Kenrick. Mendengar keluhan Evelyn, Kenrick hanya menjawabnya dengan cengiran.
“Sayang. Kau benar tak ingin untuk memeriksakan jenis kelamin anak kita?” tanya Kenrick yang entah untuk keberapa kali nya. Memang semenjak USG terakhir kali dan dokter meminta mereka untuk kembali seminggu kemudian untuk pemeriksaan Evelyn justru menolak untuk mengetahui jenis kelamin anaknya.
“Tidak. Aku ingin membuat nya menjadi kejutan,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang membuat Kenrick menghembuskan nafasnya namun akhirnya tetap saja ia menganggukkan kepalanya mendengar ucapan dari wanita nya itu karena tak ingin untuk menolak permintaan Evelyn.
“Tapi aku yakin dia adalah laki-laki,” ucap Kenrick yang membuat Evelyn kini malah menaikkan sebelah alisnya mendengar prediksi Kenrick yang entah ia ketahui dari mana.
“Bagaimana kau bisa mengetahuinya?” tanya Evelyn sambi menatap bingung pada Kenrick yang kini justru menatap Evelyn dengan senyuman sombongnya.
“Karena tendangannya begitu kuat,” ucap Kenrick yang kini justru membuat Evelyn tertawa mendengar alasan dari prediksi laki-laki tersebut.
“Kau begitu konyol Kenrick,” ucap Evelyn dengan tawanya sedangkan Kenick kini malah menatap datar pada istrinya itu,
“Percaya lah pada ku,” ucap Kenrick dengan pasti, menatap Evelyn dengan tatapan seriusnya yang hanya Evelyn balas dengan anggukan.
“Terserah pada mu. Memang nya kau ingin anak laki-laki?” tanya Evelyn dengan tatapan penuh tanya nya.
Kenrick kini terlihat berpikir sambil mengelus perut Evelyn dengan begitu lembutnya. Rasanya ada kenyamanan sendiri untuk Kenrick saat ia mengelus perut istrinya itu. Merasa begitu bahagia karena akhirnya penantiannya akan segera terobati dengan kehadiran anaknya itu.
Kenrick tetap saja memikirkan bagaimana kedepannya. Seolah ia ingin memiliki perencanaan yang matang untuk kehidupan keluarganya kedepannya. Kenrick memang termasuk tipe orang yang begitu terencana.
“Memang nya berapa anak yang kau ingin kan?” tanya Evelyn sambil menaikkan sebelah alisnya menatap Kenrick dengan tatapan penuh tanya.
“Berapapun yang kau inginkan. Aku tidak ingin membebani mu Eve. Hanya saja aku ingin banyak anak agar mansion kita ramai dengan tawa mereka,” ucap Kenrick tersenyum begitu lebar memikirkan bagaimana mansionnya yang biasanya hanya ramai pada para pelayan juga para penjaga akan ramai dengan anak-anaknya juga Evelyn.
Pasti rasanya begitu menenangkan dan begitu menyenangkan. Rasanya ia ingin cepat-cepat untuk memiliki banyak anak.
“Suatu saat pasti akan ada masa nya sayang,” ucap Evelyn sambil mengelus puncak kepala Kenrick yang kini menjawabnya dengan anggukan.
“Sudah lah. Lebih baik sekarang kau istirahat. Bukan kah besok kau akan berangkat pagi?” tanya Evelyn yang kini malah membuat Kenrick menghembuskan nafasnya kasar.
“Sayang, aku sungguh harus pergi?” tanya Kenrick dengan tatapan sedihnya yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Evelyn.
“Aku tak ingin kita berdebat karena ini lagi. Jadi lebih baik kau segera beristirahat dan aku akan mengemas barang mu,” ucap Evelyn sambil memindahkan kepala Kenrick ke atas bantal.
Kenrick menghembuskan nafasnya kasar dan kini memilih untuk menegakkan tubuhnya dan menatap Evelyn yang kini terlihat begitu sibuk mengambil kopernya juga pakaian milik Kenrick.
“Sayan,” panggil Kenrick yang kini di hiraukan oleh Evelyn. Ia tahu Kenrick kini hanya akan memohon agar tidak pergi jadi lebih baik ia mengabaikan suaminya itu dan fokus pada kegiatannya sendiri.
Kenrick kini langsung turun dari ranjang nya dan berjalan ke arah Evelyn dan memeluk Evelyn dari belakang. Evelyn yang kini tengah merapikan koper Kenrick langsung melepaskan pelukan Kenick.
“Kau hanya pergi untuk besok saja Kenrick. Kau tenang saja. Aku akan baik-baik saja. Aku bisa menjaga diri ku sendiri jika kau khawatir karena itu,” ucap Evelyn sambil melingkarkan tangannya di leher Kenrick.
Kenrick menghembuskan nafasnya kasar lalu menundukkan kepalanya dan bertumpu pada puncak Evelyn. Evelyn mengelus kepala Kenrick.
“Aku begitu khawatir. Baiklah besok aku akan pergi dengan Maxi jadi kau bisa diawasi oleh Sean dan Steve di sini,” ucap Kenrick yang membuat Evelyn mengangguk mendengar ucapan Kenrick.
Memang semanjak Evelyn mendapatkan teror untuk kedua kalinya, Kenrick tidak pernah untuk meninggalkan Evelyn karena terlalu khawatir dengan wanitanya itu.
“Baiklah sayang. Atur saja sesuai keinginan mu,” ucap Evelyn sambil memeluk Kenrick dan mengelus puncak kepala Kenrick sayang.
Setelah nya kini Kenrick membantu Evelyn untuk merapikan barang-barang yang akan ia bawa. Setelah selesai mereka memilih untuk segera beristirahat.
***