Mafia's woman

Mafia's woman
Posesif Kenrick



Kini Evelyn mengerutkan kening bingung, pasalnya Evelyn banyak menemukan history mengenai tempat wisata indah.  Apa ini yang sedari tadi membuat Kenrick begitu sibuk? Dan bukannya bekerja?


"Siapa yang akan pergi berlibur Kenrick?” tanya Evelyn dengan kerutan di keningnya. Ia bingung untuk apa Kenrick mencari tempat wisata.


Evelyn kini menghadap ke arah Kenrick yang kini tangan laki-laki tersebut sudah berada di kedua sisi paha nya. Kenrick kini menatap Evelyn dengan senyuman nya.


“Kita,” ucapan sederhana yang hanya terdiri dari satu kata namun mendengar ucapan Kenrick tersebut Evelyn begitu terkejut hingga Evelyn menampilkan senyumannya Karena tak menyangka Kenrick akan membawanya berlibur.


"Benarkah? Kau akan mengajakku berlibur?” tanay Evelyn dengan begitu bersemangat.


“Yap. Aku rasa sebaiknya kita memang harus berlibur. Terlalu banyak yang terjadi belakangan ini. Aku rasa kita perlu refreshing untuk menenangkan pikiran,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Mata Evelyn kini sudah berbinar mendengar ucapan dari  laki-laki di depannya tersebut. Ia begitu senang karena akhirnya ia bisa untuk berlibur dan menenangkan pikirannya , bukannya hanya terkurung di dalam mansion besar Kenrick saja.


"Oh terima kasih Kenric,” ucap Evelyn lalu segera memeluk Kenrick dengan erat, menyalurkan kebahagiaannya pada laki-laki itu. Sekaligus sebagai ucapan terima kasih karena akan membawa Evelyn untuk berlibur.


“Bukan hal besar Sayang,” ucap Kenrick yang juga membalas pelukan Evelyn.


"Tidak, ini adalah hal besar. Terima kasih karena telah mengkhawatirkanku,” ucap Evelyn tulus. Ia tahu Kenrick melakukan ini agar Evelyn tak terlalu memikirkan tentang kejadian yang belakang ini terus menimpa mereka. Kenrick memang begitu peduli pada kesehatan pikiran Evelyn.


“Ini adalah tugasku,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Baginya tugas Kenrick bukan hanya memastikan kebutuhan finansial Hazel terpenuhi tapi juga memikirkan tentang kesehatan wanitanya tersebut.


Evelyn melepaskan pelukan mereka lalu menangkup pipi laki-laki tersebut menatapnya dengan tatapan penuh cinta. Evelyn mengecup bibir Kenrick sekilas membuat Kenrick yang tak siap terkejut hingga senyuman di bibir laki-laki itu mengembang.


“Hanya sebuah kecupan?” tanya Kenrick dengan tatapan menggodanya yang membuat Evelyn memutar bola matanya malas mendengar ucapan laki-laki tersebut.


"Berhenti berpikiran mesum Kenrick,” kesal Evelyn yang mulai jengah dengan sikap Kenrick yang satu ini. Kenrick begitu mesum dan banyak maunya.


“Apa yang salah? Aku hanya melakukannya saat denganmu,” ucap Kenrick acuh. Hazel hanya berdecak mendengar ucapan laki-laki tersebut.


"Kau berani melakukannya dengan wanita lain?” tanya Hazel dengan memelototkan matanya. Kenrick yang melihat wajah wanitanya itu marah hanya terkekeh lalu mengecup puncak kepala Evelyn.


“Tentu aku tak akan berani Sayang,” ucap Kenrick jujur. Kenrick mengelus puncak kepala Hazel sayang. Tentu ia tak akan melakukan hal bodoh tersebut. Menyakiti Evelyn sama saja dengan menyakiti dirinya sendiri.


"Awas saja jika kau berani,” ancam Evelyn dengan tajam pada Kenrick yang hanya tertawa mendengarnya.


Evelyn kembali melihat riwayat pencarian di iPad Kenrick dan memberikan sebuah gambar yang membuat wanita tersebut tertarik.


"Bagaimana dengan Maldives? Aku sangat ingin pergi ke sana,” ucap Evelyn sambil memperlihatkan iPad Kenrick yang kini sudah menampilkan sebuah foto pulau yang terlihat begitu indah. Sudah dari dulu Evelyn begitu ingin pergi ke pulau yang begitu terkenal tersebut namun tentu ia dulu hanya berangan-angan saja karena jelas ia tak pernah berpikir untuk mewujudkannya secara nyata karena ia tak memiliki uang lebih.


“Ide yang bagus. Aku akan menyewa tempat itu hanya untuk kita,” ucap Kenrick setelah melihat apa yang ditampilkan di iPad nya tersebut. Kenrick sudah begitu sering melihat orang berbulan madu ke tempat ini jadi ia rasa ide yang bagus jika Evelyn meminta untuk pergi ke pulau tersebut.


"Kau gila? Berhenti bersikap berlebihan Kenrick!” kesal Hazel sambil memutar bola matanya malas mendengar ucapan Kenrick yang menurut Evelyn begitu berlebihan. Menyewa pulau? Memangnya sebanyak apa kekayaan laki-laki tersebut hingga menyewa pulau saja bisa terdengar begitu mudah baginya.


“Apa yang salah? Aku hanya ingin menikmati waktu bersamamu,” ucap Kenrick dengan acuh dan tangannya yang kini sudah mulai aktif mengetikkan sesuatu di iPad nya tersebut. Evelyn benar-benar tak habis pikir dengan pola pikir laki-laki tersebut.


"Kau memang keras kepala,” ucap Evelyn sambil menggelengkan kepalanya. Percuma saja ia berdebat dengan Kenrick. Lagi pula laki-laki tersebut selalu melakukan apa yang ia mau sendiri tanpa mau mendengarkan ucapan dari orang lain. Jadi lebih baik ia mengalah saja.


“Tentu saja hanya untukmu,” ucap Kenrick dengan seringainya. Kini ia sudah meletakan kembali iPad nya dan fokusnya kini hanya pada Evelyn yang tengah memakan makanannya.


"Cih! Pembual,” dengus Evelyn dan memilih untuk mengabaikan laki-laki tersebut.


"Kenrick sepertinya kau juga harus memberikan waktu libur untuk anak buahmu,” ucap Evelyn saat mengingat tentang anak buah Kenrick. Mengingat ucapannya dengan Steve tentang liburan. Evelyn jadi kasihan dengan anak buah Kenrick.


“Tidak. Mereka tak bisa berleha-leha,” tolak Kenrick dengan tegas tanpa berpikir panjang. Tentu saja ia tak bisa mengambil resiko dengan membiarkan bawahannya berkencan.


"Kenrick mereka juga butuh berkencan. Mereka juga ingin menikah seperti kita,” ucap Evelyn tak mau mengalah.


Kenrick terlihat berpikir dan Evelyn berharap laki-laki itu akan mengizinkannya. Evelyn cukup kasihan dengan para pekerja di rumah Kenrick. Evelyn yakin, mereka tidak lagi punya waktu hanya untuk mencari kekasih.


"Terima kasih Kenrick,” ucap Evelyn senang karena Kenrick mau menuruti permintaannya. Evelyn lalu memeluk Kenrick dengan erat yang juga Kenrick balas dengan pelukan tak kalah erat.


“Berhentilah mengatakan itu Sayang!” ucap Kenrick dengan senyumannya. Evelyn memang begitu sering mengucapkan terima kasih padanya. Seolah ucapan tersebut bukan hal besar baginya. Berbeda dengan Kenrick yang begitu jarang mengucapkan kata maaf juga terima kasih.


***


Evelyn kini tengah berada di ruang keluarga hanya untuk menonton televisi. Setelah menyiapkan segala keperluan yang akan wanita tersebut bawa untuk berlibur, rasanya Evelyn perlu beristirahat sebentar. Saat Evelyn tengah asyik menonton televisi Evelyn dapat mendengar suara yang mendekat.


“Tuan Anda serius memberikan saya waktu libur?” tanya suara tersebut yang terdengar tidak percaya jika Tuannya tersebut akan memberikannya waktu libur. Padahal sebelumnya hal ini belum pernah terjadi, laki-laki tersebut terus membuat bawahannya bekerja soal tak ada waktu berlibur untuk mereka.


“Tentu saja. Kalian sudah bekerja begitu keras untuk kerja sama kita kali ini. Jadi aku memberi kalian waktu untuk berlibur,” ucap Kenrick sambil menepuk pundak lawan bicara nya tersebut.


Evelyn yang tengah berada di ruang keluarga dapat mendengar suara yang mendengar tersebut. Dan ia cukup mengenali pemilik suara tersebut. Yang salah satunya jelas adalah suara Kenrick. Dan lawan bicara Kenrick yang bisa Evelyn dengar adalah suara Sean. Suara yang sudah lama tak di dengarnya. Mendengar suara Sean dan Kenrick, Evelyn segera berdiri saat melihat kedua laki-laki itu.


"Sean? Sean kau datang? Bagaimana kabarmu?” tany Evelyn yang terlihat begitu bersemangat. Melihat keberadaan laki-laki itu, Evelyn pun menghampirinya dan memeluknya dengan begitu erat. Menyalurkan kerinduannya pada laki-laki yang sudah lama tak ia jumpai tersebut. Kenrick yang melihat hal tersebut memelototkan matanya.


“Seperti yang kau lihat, Nona,” ucap Sean dengan senyumannya dan membalas pelukan tersebut.


Kenrick yang melihat Sean membalas pelukanmu, segera mengambil tindakan dengan memisahkan kalian. Calon suami Evelyn adalah Kenrick namun mengapa malah Sean yang Evelyn sambut kedatangannya? Hal tersebut tentu saja membuat Kenrick kesal. Apa lagi ia memang paling tidak suka jika ada yang menyentuh wanitanya tersebut selain dirinya.


“Kau masih begitu posesif Tuan,” ucap Sean dengan kekehannya melihat bagaimana sikap posesif dari atasannya tersebut.


“Tentu saja, apalagi pada laki-laki yang menyukai wanitaku!” tegas Kenrick dengan sinisnya.


Evelyn hanya bisa dibuat menggeleng dengan ucapan Kenrick, berbeda dengan Sean yang malah terkekeh mendengarnya.


“Bagaimana dengan Anda?” tanya Sean tersenyum ke arah Evelyn yang Evelyn balas dengan senyuman juga. Namun Kenrick tiba-tiba saja malah membekap mulut wanitanya tersebut membuat Evelyn menggigitnya.


"Apa yang kau lakukan Kenrick?!” marah Evelyn karena tingkah dari laki-laki tersebut yang malah langsung membekap mulutnya dengan seenaknya.


“Aku tak suka kau tersenyum pada laki-laki lain,” tegas Kenrick dengan wajah datarnya. Kenrick memang pencemburu yang begitu posesif.


"Kau sangat posesif!” ucap Evelyn dengan kekesalannya.


Dengan kesal Evelyn segera menuju kamarnya meninggalkan kedua laki-laki tersebut. Sean yang melihat itu hanya menggeleng sambil tersenyum.


“Cepat lah kejar Tuan,” saran Sean saat melihat Nyonya nya sudah menjauh. Dengan dengusannya akhirnya Kenrick mengejar wanitanya tersebut menuju kamar.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.