Mafia's woman

Mafia's woman
Dukungan Untuk Kenrick



"Aku sangat bosan berada di rumah. Bahkan Kenrick terus mengurungku di kamar,” keluh Evelyn pada kedua sahabatnya yang masih setia menemaninya tersebut. Mereka kini masih setia berada di ruang keluarga sambil menonton televisi.


“Apa kalian melakukan sesuatu yang iya-iya?” tanya Livi yang kini menatap Evelyn dengan memicingkan matanya curiga mendengar Kenrick yang terus mengurung Evelyn di kamar. Evelyn yang mendengar ucapan sahabatnya itu mendorong kepala Livi dengan kesal membuat gadis itu menggerutu.


"Otakmu sangat kotor Livi. Dia menyuruhku tidur sepanjang hari tanpa melakukan apapun,” jelas Evelyn sambil memutar bola matanya malas karena pikiran kotor dari sahabatnya itu yang ada-ada saja.


“Dilihat dari kondisimu itu adalah hal bagus  Evelyn,” ucap Ivey yang kini malah menyetujui apa yang Kenrick lakukan membuat Evelyn berdecak dan memutar bola matanya malas mendengar jawaban dari sahabatnya tersebut yang malah mendukung Kenrick bukanlah dirinya.


"Bagaimana jika jalan-jalan ke mall?” tawa Evelyn berharap kedua sahabatnya itu dapat menuruti apa yang Evelyn inginkan namun sepertinya mereka terlihat takut. Bahkan kini bukannya menjawab ajakan Evelyn, kedua sahabatnya itu malah saling pandang dan memberi isyarat.


“Kau tahu aku masih ingin hidup dengan baik,” ucap Livi yang merasa takut pada Kenrick. Jika Kenrick saja melaran Evelyn keluar kamar bagaimana bisa ia malah akan mengajak Evelyn keluar? Hanya akan membawa masalah dan cari mati saja mengingat siapa lawannya.


“Aku masih begitu mencintai nyawaku,” ucap Ivey yang menyetujui pemikiran Livi. Sama seperti sahabatnya itu ia tak ingin mencari mati dengan berurusan dengan seorang mafia. Bahkan Kenrick bisa membakar Apartemen hanya karena lift nya mati jadi tak akan sulit untuk laki-laki itu membuatnya menderita.


"Kalian berkata seperti itu seperti akan mati besok,” sarkas Evelyn dengan kekesalannya karena sahabatnya sama saja seperti Kenrick. Tidak, sahabatnya hanya takut dengan Kenrick.


“Mencari masalah dengan calon suamimu sama saja dengan berjudi dengan kematian,” ucap Ivey yang dijawab dengan anggukan setuju oleh Livi.


"Kalian tenang saja aku pasti akan melindungi kalian. Aku tak akan membiarkan terjadi sesuatu yang buruk terjadi pada kalian,” ucap Evelyn dengan tegas, bagaimanapun mereka adalah sahabat Evelyn dan Evelyn lah yang memaksa mereka, jelas Evelyn akan melindungi sahabatnya itu. Dan Evelyn yakin, Kenrick tak akan berani untuk membantah, jika ia marah pun Evelyn akan menghadapinya.


“Tidak Evelyn, kau harus istirahat total,” tolak Livi dengan alibi nya. Membawa kesehatan Evelyn seolah ia adalah Kenrick yang begitu posesif dan begitu memperhatikan kesehatannya. Biasanya meskipun mereka memperhatikan kesehatan Evelyn namun mereka masih bisa diajak kompromi.


“Benar, kesehatanmu sangat penting,” ucap Ivey yang juga menyetujui ucapan Livi. Evelyn menghembuskan nafasnya kasar sambil mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah jika kalian tak mau, padahal aku ingin mentraktir kalian gaun, tas yang indah,” ucap Evelyn yang masih saja merayu kedua sahabatnya itu dengan iming-iming pakaian dan semua barang mewah. Mendengar kata mentraktir membuat sahabatnya itu bersemangat. Memangnya siapa yang tak akan tergiur dengan tawaran yang begitu menjanjikan itu?


“Kita pergi sekarang!” ucap Livi dan Ivey bersemangat sambil menari tangan sahabatnya itu untuk berdiri. Mendengar ucapan sahabatnya senyuman Evelyn mengembang dengan begitu sempurna.


"Aku akan mengambil tas dan ponsel,” ucap Evelyn yang dijawab dengan anggukan oleh kedua sahabatnya.


Setelahnya mereka langsung berjalan menuju pintu utama dan terlihat Livi yang sudah menunggu dengan mobilnya. Evelyn segera masuk setelah dirasa aman tak ada yang melihatnya.


***


Evelyn menghirup udara segar di sekitarnya dalam-dalam rasanya Evelyn baru saja mencium bau kebebasan setelah terkurung di dalam sangkar emas. Mereka lebih dulu menuju ke kafé untuk sekedar bersantai. Setelah memesan makanan mereka langsung duduk di meja yang kosong.


“Kapan kau akan kembali ke Las Vegas Eve?” tanya Ivey membuka pembicaraan, setelah mereka selesai memesan makanan mereka.


“Masih lama. Aku sudah meminta Kenrick agar tetap di sini dulu,” ucap Evelyn menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Sebenarnya ia begitu ingin untuk tetap tinggal namun Kenrick malah melarangnya.


“Kenrick mengizinkan mu?” tanya Ivey yang Evelyn balas dengan anggukan.


“Setelah aku mengancam nya tak akan mau kembali ke Las Vegas jika ia tak menuruti ku,” ucap Evelyn menjelaskan. Mendengar ucapan sahabatnya itu Ivey dan Livi menganggukkan kepalanya mengerti.


“Dia begitu memperjuangkan ku jadi aku yakin dia sangat mencintai ku. Kalian tahu sendiri bukan dia memperlakukanku dengan sangat baik. Bahkan dia harus menuruni tangga sambil menggendongku saat aku pingsan,” jelas Evelyn. Perlakuan Kenrick yang memang begitu baik padanya benar-benar bisa membuat Evelyn luluh dengan cepat. Walau awalnya ia sudah bersikeras tak akan mudah memaafkan Kenrick namun pada akhirnya ia kalah dan Kenrick mendapatkan amaaf dengan cepat darinya.


“Ya dia sangat mencintaimu. Aku harap kau bisa berbahagia dengan pernikahanmu,” ucap Livi dengan penuh harap pada pernikahan sahabatnya tersebut, setelah banyaknya penderitaan yang Evelyn alami. Livi ingin sahabatnya itu bisa bahagia. Evelyn yang mendengar ucapan sahabatnya itu menjawabnya dengan anggukan.


“Aku sangat berbahagia untukmu,” ucap Ivey dengan senyumannya sambil mengelus tangan sahabatnya itu yang menganggukkan kepalanya. Evelyn menggenggam kedua tangan sahabatnya erat.


"Aku sangat berterima kasih pada kalian. Kalian selalu menjagaku seperti saudara sendiri,” ucap Evelyn dengan tatapan bahagia yang tak bisa ia sembunyikan. Sebanyak apapun ia mengungkapkan rasa syukur nya, bagi Evelyn itu tak akan cukup.


“Sudah tugas kami,” ucap Livi yang membuat Ivey dan Evelyn mengangguk mendengarnya. Mereka saling tersenyum hingga tak lama seorang pelayan datang membawa pesanan mereka.


"Percayalah pada ku dia begitu baik. Bahkan saat pernikahan kita terjadi penyerangan dia begitu melindungiku. Jadi kalian tak perlu khawatir,” ucap Evelyn meyakinkan kedua sahabatnya tersebut jika ia akan baik-baik saja bersama dengan Kenrick. Kenrick adalah laki-laki yang baik dan begitu melindunginya.


“Kalian pernah menikah?” tanya Livi dengan tatapan terkejutnya. Ia tentu baru mengetahui fakta tersebut. Dan penyerang? Apa yang sebenarnya dimaksud oleh sahabatnya itu? Mereka jadi penasaran dengan semua cerita Evelyn selama kedua sahabatnya itu tak ada untuk Evelyn.


Evelyn menjawab pertanyaan sahabatnya itu  dengan anggukan sambil menghela napas kasar. Bahkan kini mereka menghentikan acara makan mereka karena terlalu terkejut dengan fakta yang baru mereka terima.


"Tak berjalan mulus karena terjadi penyerangan dalam pernikahan kami,” jelas Evelyn yang tak ingin lagi menceritakan dan mengingat tentang kejadian yang menimpanya itu.


Ivey dan Livi mengangguk mendengarnya sambil mengelus tangannya. Mengerti jika Evelyn tak ingin bercerita lebih lanjut mereka memilih untuk diam dan melanjutkan makan mereka.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Maaf ya cuma bisa up 1 bab untuk hari ini. Karena aku lagi kurang sehat jadi belum bisa untuk nulis.


Kalian jaga kesehatan ya.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita temen aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.