Mafia's woman

Mafia's woman
Merajuknya Wanita Kenrick



Evelyn menggeliat dalam tidurnya saat merasakan udara yang kini semakin dingin. Merasakan kehangatan dari tubuh yang kini memeluknya, Evelyn semakin menelusup dalam pelukan tersebut mencari posisi nyamannya. Kenrick yang kini masih terlelap sontak saja membuka matanya, merasa terganggu dengan pergerakan yang dilakukan wanitanya tersebut.


Senyuman laki-laki tersebut mengembang saat Evelyn masuk semakin dalam, dalam pelukannya yang membuat Kenrick semakin mengeratkan pelukannya pada Evelyn.


“Kau tak ingin bangun baby girl?” tanya Kenrick dengan suara serak khas bangun tidurnya yang begitu seksi di indra pendengaran Evelyn. Apa lagi Kenrick mengatakannya dengan berbisik pada nya. Evelyn bahkan sampai meremang mendengar suara laki-laki yang kini tertidur sambil memeluknya tersebut.


“Biarkan aku tidur sebentar lagi Kenrick,” ucap Evelyn dengan matanya yang masih setia terpejam. Bukannya bangun kini wanita tersebut malah semakin mencari posisi nyamannya. Kenrick hanya tersenyum menanggapi dan mengeratkan pelukannya.


“Lima menit, setelah itu kau harus bangun,” ucap Kenrick pada Evelyn yang hanya menjawabnya dengan anggukan. Kini ia masih merasa begitu nyaman untuk berlama-lama berada dalam pelukan Kenrick, ia juga masih begitu mengantuk.


“Lima belas menit,” ucap Evelyn yang kini malah membuat penawaran. Kenrick hanya terkekeh mendengarnya sambil menggelengkan kepalanya.


“Tidak ada tawar menawar sayang. Aku tahu kau begitu nyaman berada dalam pelukanku tapi jangan lupa jika hari ini kau harus mencoba gaun pertunangan kita dan melihat-lihat inspirasi untuk gaun pernikahan kita,” ucap Kenrick pada Evelyn dengan lembutnya. Tangan Kenrick kini terulur merapikan rambut Evelyn yang menghalangi penglihatannya untuk menatap wajah cantik wanitanya tersebut.


“Kau begitu percaya diri, Memangnya siapa yang terlalu nyaman dalam pelukanmu. Aku hanya masih mengantuk saja,”  ucap Evelyn sebagai alibi untuk mengelak dari tuduhan laki-laki tersebut yang sebenarnya memang benar jika Ia,  terlalu nyaman dalam  pelukan laki-laki tersebut.


“Hm,  Benarkah? Jika begitu tidurlah dulu, aku akan membersihkan tubuh lebih dulu,” ucap Kenrick yang hendak bangun dan menarik tangannya yang menjadi bantalan untuk Evelyn. Namun baru saja ia akan bangun Evelyn malah kembali menarik tangan Kenrick yang menjadikannya bantal kembali.


“Biarkan seperti ini sebentar saja,” ucap Evelyn yang akhirnya memilih mengalah. Ia tak peduli lagi jika Kenrick berpikir ia terlalu nyaman dalam pelukan laki-laki tersebut karena memang faktanya seperti itu. Ia tak mau lagi menutupinya dan memilih untuk membiarkannya saja, pelukan Kenrick memang begitu nyaman untuknya.


“Sudah, ayo bangun. Ini sudah siang, kau harus ke butik dan aku harus ke kantor,” ucap Kenrick yang sontak membuat Evelyn memelototkan matanya mendengar ucapan laki-laki tersebut, Kini Evelyn bahkan sudah menegakkan tubuhnya dan mengubah posisinya menjadi duduk.


“Kau membiarkan aku pergi sendiri?” tanya Evelyn dengan tatapan tidak percayanya yang hanya dibalas dengan anggukan oleh Kenrick, sedangkan Evelyn kini sudah menganga dengan tatapan sinisnya.


Dengan kesal wanita tersebut akhirnya memilih untuk segera menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Kenrick kini dibuat bingung dengan tingkah dari wanitanya tersebut.


“Sangat menyebalkan,” gerutu Evelyn yang terus saja merutuki Kenrick .


“Apa aku salah?” tanya Kenrick dengan tatapan bodohnya.


Tak lama Evelyn sudah selesai dengan kegiatannya, dan Kenrick yang kini berganti untuk membersihkan tubuhnya. Namun gadis tersebut malah memilih untuk mengabaikan Kenrick, ia benar-benar kesal dengan laki-laki tersebut. Padahal tadi malam ia sudah dibuat kesal dengan Kenrick dan kali ini ia kembali di buat kesal dengan laki-laki tersebut.


Evelyn kini tengah merapikan rambutnya sambil melihat lagi penampilannya di depan cermin besar yang ada di kamarnya tersebut. Kenrick baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang lebih segar, dengan langkah besarnya kini laki-laki tersebut berjalan ke arah Evelyn sambil memeluk wanitanya tersebut dari belakang.


“Kau marah padaku karena tak bisa menemani mu?” tanya Kenrick yang akhirnya peka jika Evelyn tengah marah padanya. Evelyn yakin jika laki-laki tersebut tadi begitu lama di kamar mandi karena tengah merenungi perbuatannya. Buktinya kini laki-laki tersebut menyadarinya.


“Maaf baby girl hanya saja kini aku harus mengurus pekerjaan yang begitu mendesak,” ucap Kenrick dengan wajah penuh sesalnya saat tak mendapat jawaban dari Evelyn. Kenrick memang begitu menyebalkan karena ia malah membiarkan Evelyn untuk mengurus baju pengantinnya seorang diri.


“Kau memang tak berniat menikahi ku. Kenapa tidak kau nikahi saja pekerjaanmu itu,” kesal Evelyn pada Kenrick yang membuat Kenrick menghela nafasnya kasar mendengar ucapan dari wanitanya yang tengah marah tersebut.


“Bukan seperti itu sayang, hanya saja kali ini begitu mendesak. Mengertilah,” ucap Kenrick sambil melepaskan pelukannya dari Evelyn sambil mengecup puncak kepala Evelyn. Evelyn mengerucutkan bibirnya kesal.


"Ck apa kau tak ingin menemaniku?” tanya Evelyn yang kini malah berjalan di belakang Kenrick yang tengah memakai kemejanya. Evelyn terus mengikuti laki-laki itu di belakangnya hingga membuat Kenrick menggeleng melihat tingkah wanitanya tersebut yang mudah sekali berubah ubah.


“Evelyn ada apa denganmu? Kamu terlihat ingin bermanja denganku,” ucap Kenrick yang kini sudah membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Evelyn sambil memegang pundak wanitanya tersebut yang kini menundukkan kepala nya dengan bibirnya yang sudah mengerucut dengan lucu. Membuat Kenrick bahkan begitu gemas melihatnya.


"Aku ingin kau menemaniku. Aku juga malas kalau sendiri,” ucap Evelyn yang ia sampaikan dalam satu tarikan nafas, itu membuat Kenrick terkejut. Hingga akhirnya tawa laki-laki membuat Evelyn malu dengan pipimu yang memerah malu. Kenrick menangkup pipi wanitanya itu lalu mengecup bibir Evelyn.


“Apa sekarang artinya kau selalu ingin dekat denganku?” tanya Kenrick dengan menaik turunkan alisnya menggoda Evelyn. Evelyn kini sudah dibuat gelagapan mendengar pertanyaan laki-laki tersebut namun ia masih berusaha untuk menutupinya.


"Cih! Apa yang kau katakan? Tentu saja tidak, aku hanya tak ingin kerja dulu kali. Dan menghambat pekerjaan yang lain,” alibi Evelyn sambil mengalihkan tatapannya ke arah lain. Kini ia melihat ke arah kaca yang berada di meja rias membenarkan rambutnya yang sebenarnya baik-baik saja.


“Benarkah?” tanya Kenrick dengan menik turunkan alisnya menggoda Evelyn yang tengah salah tingkah akibat dari ulah laki-laki tersebut.


"Tentu saja, masih banyak yang harus kita siapkan,” ucap Evelyn lagi yang membuat Kenrick menganggukkan kepalanya mendengar ucapan wanitanya tersebut. Evelyn tak salah, memang masih banyak yang harus mereka persiapkan apa lagi besok adalah hari pertunangan mereka.


“Sepertinya kini kau sangat bersemangat,” goda Kenrick dengan senyumannya. Namun tentu saja ia begitu senang karena Evelyn yang mulai bersemangat untuk pertunangan dan pernikahan mereka karena itu menunjukkan jika Evelyn juga menunggu pernikahan mereka.


"Memangnya apa yang salah? Setidaknya pernikahanku harus indah walau tak didasari cinta,” ucap Evelyn dengan sinis. Kenrick kini menatap Evelyn dengan tatapan tajamnya, ia benar-benar merasa kesal dengan Kenrick yang masih saja meragukan cinta nya. Ia tahu Evelyn pernah di khianati dan mungkin itu membuatnya merasa tak lagi mudah untuk percaya pada orang lain dan Kenrick benar-benar kesal pada orang tersebut yang merepotkan nya dalam mendapatkan Evelyn karena tingkahnya yang tega mengkhianati wanita seperti Evelyn. Namun ia juga harus berterima kasih karena sudah melepaskan Evelyn hingga kini Evelyn menjadi miliknya.


“Kau benar-benar meragukan cintaku?” Pertanyaan menusuk itu, Kenrick ucapkan dengan tidak suka membuat Evelyn menunduk mendengarnya. Evelyn tahu ini salah, tak seharusnya Evelyn bertanya seperti itu setelah melihat keseriusan Kenrick.


"Maaf,” ucap Evelyn akhirnya dengan wajah bersalahnya sambil menundukkan kepalanya yang membuat Kenrick menghembuskan nafasnya kasar.


“Sudahlah, ayo kita turun untuk sarapan,” ucap Kenrick yang hanya membuat Evelyn mengangguk, Kenrick menarik Evelyn dalam rangkulannya dan berjalan bersama keluar kamar untuk sarapan.  Evelyn hanya bisa menurut dan tak ingin lagi membuat keributan.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.