Mafia's woman

Mafia's woman
Merasa Bersalah



Evelyn segera merebahkan tubuh Kenrick di kasur, menggenggam tangan laki-laki itu erat. Berbagai doa terus ia lantunkan untuk kesembuhan laki-laki tersebut.


"Maafkan aku Kenrick. Semua ini adalah salahku,” ucap Evelyn sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah. Tangannya kini masih setia menggenggam tangan Kenrick dengan air matanya yang tak henti nya mengalir.


“Hey! Tak perlu menyalahkan dirimu sendiri,” ucap Kenrick dengan senyuman menenangkannya. Kini tangan laki-laki tersebut terulur untuk menggapai wajah Evelyn dan menghapus air mata wanitanya tersebut. Evelyn menggapai tangan Kenrick yang berada di wajahnya.


"Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu? Tidak, sesuatu memang terjadi padamu. Lihatlah keadaanmu saat ini,” sesal Evelyn menatap Kenrick masih saja dengan tatapan bersalahnya.


“Aku baik-baik saja, percayalah,” ucap Kenrick meyakinkan namun setelahnya ia kembali memegangi perutnya yang tertembak karena rasa sakit yang menjalar. Namun lagi-lagi ia menahan rasa sakitnya karena tak ingin membuat Evelyn khawatir.


"Sudah jangan banyak bicara Kenrick,” potong Evelyn yang bisa menangkap raut wajah Kenrick yang kesakitan. Walaupun laki-laki tersebut menutupinya dengan baik namun tetap saja ia masih bisa melihatnya dengan jelas.


“Baiklah,” ucap Kenrick dengan senyuman menenangkannya.


Tak lama seorang dokter datang bersamaan dengan Max. Evelyn membiarkan dokter tersebut memeriksa keadaan Kenrick dan berpindah posisi untuk membiarkan dokter tersebut leluasa memeriksa laki-laki tersebut. Setelah dokter tersebut selesai memeriksa Kenrick. Evelyn segera duduk di samping Kenrick, Dokter tersebut juga sudah selesai mengobati luka Kenrick.


"Bagaimana keadaan Kenrick?” tanya Evelyn dengan tatapan sendunya. Ia berharap dokter tersebut tak mengatakan hal buruk tentang keadaan calon suaminya tersebut.


“Tuan baik-baik saja Nyonya. Beruntung peluru tersebut hanya menggores perutnya,” ucap dokter bernama Mark tersebut yang membuat Evelyn memejamkan matanya, merasa lega. Evelyn akhirnya dapat menghela napas dengan lega mendengarnya.


“Ini resep obatnya dan saya permisi, Tuan,” ucap Mark sambil menyerahkan resep obat pada Sean yang segera mengambil, sekaligus berpamitan yang hanya Mereka jawab dengan anggukan lalu kembali melihat ke arah Kenrick.


“Sudah aku katakan bukan. Aku akan baik-baik saja,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Kini laki-laki tersebut sudah menegakkan tubuhnya sambil bersandar di tepi ranjang dengan bantuan Steve. Evelyn segera memeluk Kenrick dengan begitu erat membuat Kenrick meringis. Sadar jika ia memeluk Kenrick begitu erat akhirnya Evelyn melonggarkan pelukan mereka.


"Maafkan aku Kenrick. Karena aku pernikahan kita batal,” sesal Evelyn yang lagi-lagi menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi. Kenrick menghembuskan nafasnya, ia tak suka melihat Evelyn yang selalu saja menyalahkan dirinya. Padahal Kenrick sudah mengatakan jika ini bukanlah kesalahan Evelyn.


“Hey! Tak apa Sayang. Kita masih bisa menikah di lain waktu. Bahkah kita bisa ciptakan malam pertama setiap hari.,” ucap Kenrick menggoda wanita nya tersebut tanpa melihat sekitar yang kini masih ada bawahannya yang berada di sana.


Merasa jika kini mereka berada di tempat yang salah akhirnya pada bawahan Kenrick tersebut berpamitan untuk pergi dan melakukan pekerjaan mereka masing-masing.


“Kau tak tahu malu Kenrick, mereka pasti malu mendengar ucapan mu itu,” kesal Evelyn saat melihat para bawahan Kenrick yang baru saja pergi. Kalau saja Evelyn tidak ingat Kenrick terluka. Evelyn ingin sekali memukul kepalanya.


“Apa kau sangat tak sabar untuk menikah denganku?” tanya Kenrick dengan menaik turunkan alirnya menggoda Evelyn. Evelyn berdecak mendengarnya.


"Bukan kah, kau yang tidak sabar?” kesal Evelyn menatap Kenrick yang kini sudah tertawa mendengarnya


“Hahaha! Kau benar, Sayang. Tapi apapun yang terjadi di hari ini. Semuanya bukan salahmu. Aku semakin merasa bersalah. Maafkan aku, Kenrick. Jika kau merasa bersalah. Kau harus mulai menurut padaku,” ucap Kenrick dengan tegasnya, menatap Evelyn dengan tatapan memohonnya. Evelyn pun hanya mengangguk.


“Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Apa kau tak bosan terus meminta maaf dan menyalahkan dirimu?” tanya Kenrick. Ia bahkan sudah bosan mendengar permintaan maaf dari Evelyn dan wanita tersebut yang terus menyalahkan dirinya sendiri.


"Tidak, karena ini memang salahku,” ucap Evelyn. Kenrick merentangkan tangannya meminta Evelyn untuk memeluknya lagi. Evelyn segera mendekat dan memeluk Kenrick dengan erat.


“Aku baik-baik saja Sayang,” terang Kenrick dengan senyuman menenangkannya. Evelyn hanya membalasnya dengan anggukan sambil tersenyum.


 ***


Evelyn mengerjapkan matanya berkali-kali melihat sekeliling kamar. Mata wanita tersebut langsung tertuju pada jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Evelyn segera melepaskan tangan Kenrick yang membelit tubuhnya.


“Sayang, kau mau kemana?” tanya Kenrick saat merasakan jika wanitanya tersebut melepaskan pelukannya dan sudah bangkit dari posisinya.


“Bantu aku membersihkan tubuhku,” ucap Kenrick dengan senyuman menggodanya pada Evelyn.


"Tidak. Kau bisa melakukan itu sendiri,” sinis Evelyn dengan dengusannya.


“Melakukan apa yang kau maksud Sayang?” tanya Kenrick yang masih setia menggoda Evelyn. Menggoda Evelyn memang begitu menyenangkan bagi Kenrick.


"Kenrick, jelas yang aku maksud adalah membersihkan tubuhmu,” kesal Evelyn. Kenrick terkekeh melihat wajahnya yang cemberut dan terlihat begitu menggemaskan.


“Aku tidak bisa Sayang. Lihatlah kakiku terluka bagaimana aku bisa berjalan dengan baik?” rajuk Kenrick sambil memperlihatkan kakinya yang kini di balut perban.


"Kenrick kau begitu pintar mencari kesempatan dari kondisimu,” kesal Evelyn dengan decakannya.


“Itu adalah keahlianku,” ucap Kenrick dengan tawanya sedangkan Evelyn hanya berdecak mendengar ucapan Kenrick.


"Ck, ayo!” ucap Evelyn akhirnya hanya bisa menghela nafas kasar dan segera membantu Kenrick untuk berjalan mengingat kaki laki-laki itu yang memang terluka. Kenrick memang begitu pandai mencari kesempatan dalam kesempitan. Memanfaatkan kondisinya untuk memanipulasi Evelyn.


"Kau sangat berat Kenrick,” ucap Evelyn saat ia sudah mulai memapah Kenrick untuk berjalan ke arah kamar mandi dan membantu laki-laki tersebut untuk membersihkan tubuhnya.


“Aku berat karena otot bukan karena lemak,” sombong Kenrick yang sebenarnya memang benar adanya. Karena tubuhnya laki-laki tersebut memang begitu proporsional.


"Cih dasar!” dengus Evelyn yang mendengar ucapan penuh percaya diri dari Kenrick.


Laki-laki itu tertawa mendengar hinaan wanitanya. Kenrick memang sangat receh, bahkan ia bisa tertawa hanya karena hal kecil yang Evelyn lakukan. Apapun yang dilakukan Evelyn memang terlihat lucu bagi Kenrick. Ia menyukai segala hal yang berkaitan dengan Evelyn,


Jika hal kecil yang di lakukan orang lain bisa membuat Kenrick marah, bahkan sebaliknya dengan Evelyn.


Dan setelah sampai di kamar mandi, Evelyn benar-benar membantu Kenrick membersihkan tubuhnya. Namun tentu tak hanya membersihkan tubuh mereka. Kenrick dengan segala sikap modus dan manipulatif nya tentu akan meminta lebih.


Evelyn yang awalnya kesal akhirnya hanya bisa menerimanya saja. Bahkan saat kondisinya masih belum baik Kenrick tetap memanfaat kan situasi.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.