Mafia's woman

Mafia's woman
Lari atau Bersembunyi



Pagi ini di Mansion Kenrick begitu heboh karena pertengkaran antara Evelyn juga Kenrick. Padahal hari masih begitu pagi namun sepasang suami istri itu sudah menghebohkan mansion karena pertengkaran mereka. Bahkan yang lebih mengherankan mereka malah bertengkar di depan mansion yang kini membuat pertengkaran mereka bisa dilihat oleh bawahan mereka.


Bawahan mereka yang berpikir majikannya begitu harmonis dan saling mencintai kini akhirnya melihat sisi lain dari pernikahan yang mereka pikir sempurna itu. Namun, namanya juga pernikahan pasti akan ada saja masalah di dalamnya.


“Kenrick kita sepakat untuk tinggal sampai aku melahirkan, kenapa tiba-tiba sekarang kau mengajakku untuk kembali?” marah Evelyn menatap kesal ke arah Kenrick yang kini tengah menyeret kopernya menuju ke arah mobil yang kini sudah menunggu mereka.


Kenrick yang memilih diam mengabaikan istrinya yang tengah bertanya. Melihat respon Kenrick membuat Evelyn semakin di buat kesal dengan suaminya itu yang suka sekali membuat keputusan sendiri tanpa bertanya dulu padanya. Kenrick memang begitu pemaksa dan semuanya sendiri.


“Kenrick hentikan. Jika kau terus berjalan dan tidak mendengarkan ku. Maka kau saja yang kembali ke Las Vegas. Aku akan tetap di sini,” marah Evelyn yang kini sudah menghentikan langkahnya dan kembali berjalan ke arah kamarnya.


Hari ini tiba-tiba saja Kenrick meminta pelayan untuk membereskan barang mereka dan mengajak Evelyn untuk kembali ke Las Vegas. Hal itu tentu saja membuat marah karena Kenrick yang melanggar ucapannya sendiri. Padahal sebelumnya Kenrick sudah setuju untuk tinggal hingga Evelyn melahirkan namun kini laki-laki itu malah memaksa Evelyn untuk pergi.


Melihat kepergian Evelyn yang kini menuju kamar mereka, Kenrick dengan segera mengejar nya dan tanpa banyak berbicara Kenrick langsung menggendong Evelyn ala bridal style. Jika saja kini Evelyn tidak hamil mungkin kini wanita itu sudah di gendong di bahu Kenrick.


terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Kenrick, Evelyn langsung merangkulkan tangannya di leher Kenrick karena takut terjatuh.


“Aku membencimu Kenrick, kau begitu pemaksa. Dan tidak menepati omongan mu sendiri,” marah Evelyn dengan sorot matanya yang begitu tajam pada Kenrick yang kini hanya menatapnya dengan begitu datar.


Saat sampai di depan mobil. Kenrick langsung menurunkan Evelyn ke dalam mobilnya dan ikut masuk ke dalam mobil yang setelahnya langsung melaju meninggalkan pekarangan mansion Kenrick di ikut oleh beberapa bawahan Kenrick yang kini akan ikut ke Las Vegas sedangkan sisanya ada yang memang pelayan di mansion Kenrick di New York.


“Kau sangat pemaksa Kenrick,” kesal Evelyn. Kenrick kini menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah Evelyn dengan serius.


“Aku hanya tak ingin jika kejadian kemarin terulang lagi. Aku tak ingin kau satu kota dengan musuh-musuh mu itu,” tegas Kenrick yang kini akhirnya angkat suara setelah sedari tadi hanya diam saja melihat istrinya yang marah dan mengamuk.


Evelyn kini menatap Kenrick dengan tatapan tak percaya, bagaimana bisa laki-laki itu melakukannya karena masalah yang baru saja mereka lewati. Jika seperti ini, harusnya ia bersikeras untuk tak perlu hadir ke acara pesta Karel tempo hari.


“Kau lah yang membawaku untuk datang ke acara seperti itu. Lalu sekarang kau malah menghukum ku atas kesalahan mu? Kau memang jahat Kenrick,” kesal Evelyn yang kini memilih untuk mengalihkan pandangannya dari Kenrick dan melihat ke arah luar jendela. Mengabaikan Kenrick yang kini menatap Evelyn dengan helaan nafas kasarnya.


Kenrick menggapai tangan Evelyn untuk ia genggam namun Evelyn malah menghempaskan tangan Kenrick. Jangan salahkan ia yang marah pada tingkah Kenrick, karena ini semua memang salah Kenrick sendiri. Ia yang memaksa untuk datang dan setelah apa yang terjadi kini ia malah menghukum Evelyn dengan memindahkan Evelyn kembali ke Las Vegas, tanpa memikirkan dirinya yang masih belum ingin kembali.


“Lari dari masalah tak akan menyelesaikan masalah, yang ada masalah akan semakin mengejar mu. Karena tak mungkin kita lari tanpa ada yang mengejar, jika terus bersembunyi agar tidak ditemukan maka semua akan sia-sia karena yang ada kita akan terus hidup dengan kekhawatiran dan ketakutan. Jika kita menghadapi apa yang mengejar kita, itu membuktikan kita kuat dan mampu melawan nya. Menyelesaikannya hingga kita tak perlu lari dan bersembunyi,” sinis Evelyn panjang lebar menjelaskan pada Kenrick yang kini menoleh ke arah Evelyn. Berbeda dengan Evelyn yang kini mengalihkan tatapannya ke arah lain.


Kenrick terdiam memikirkan ucapan Evelyn yang ada diam nya. Jika suatu hari ia mereka kembali bertemu dengan masa lalu Evelyn yang ada hanya ketakutan akan kehilangan juga kecemburuan.


Emosi benar-benar menguasainya hingga ia gelap mata dan melupakan janji nya sendiri pada istrinya itu. Evelyn pasti begitu kecewa pada nya hingga kini bahkan wanita itu tak mau untuk melihatnya.


“Putar balik,” ucap Kenrick yang akhirnya memilih untuk mengalah dan menyelesaikan masalah nya di sini lebih dulu.


Evelyn juga Steve cukup terkejut mendengar ucapan dari Kenrick. Bahkan kini mereka menoleh ke arah Kenrick dengan tatapan terkejutnya. Namun tak dapat Evelyn sembunyikan ia begitu bahagia mendengar jawaban dari laki-laki di sampingnya tersebut yang akhirnya mau menuruti ucapannya.


Sopir yang mereka bawa segera memutar mobil yang diikuti oleh mobil rombongan Kenrick yang lain. Meskipun laki-laki itu sudah berkata demikian namun selama di mobil akhirnya mereka saling diam. Kenrick yang sibuk dengan pikirannya sendiri begitupun dengan Evelyn.


Steve juga sopir di samping laki-laki tersebut kini bahkan merasakan atmosphere dingin yang berada di sekitar mereka. Keadaan mobil yang biasanya begitu hangat dengan sikap romantis sepasang pasangan di belakang tersebut kini tiba-tiba saja sudah begitu dingin karena efek pertengkaran mereka.


Saat sampai di depan mansion besar milik Kenrick. Kenrick segera turun dan berjalan lebih dulu dari Evelyn. Namun tiba-tiba saja perut Evelyn kini begitu kram. Suara ringisan Evelyn juga pekikan Steve membuat Kenrick yang sudah masuk kembali menoleh ke arah belakang.


“Nyonya Anda baik-baik saja?” Steve bertanya dengan khawatir karena melihat Evelyn yang kini kesakitan sambil memegangi perutnya.


Kenrick yang terkejut melihat istrinya yang kesakitan segera berjalan dengan cepat ke arah Evelyn yang kini sudah berpegangan pada Jessie dengan raut wajah kesakitannya.


“Perut ku sangat kram,” ucap Evelyn dengan  matanya yang terpejam dengan begitu erat berusaha menahan rasa sakit di perut nya.


“Sayang ada apa?” tanya Kenrick khawatir yang kini langsung menggendong Evelyn menuju kamar nya. Rasa khawatir juga bersalah kini memenuhi kepalanya. Ia begitu takut terjadi sesuatu pada istri juga anaknya itu.


“Cepat panggil dokter, Steve,” perintah Kenrick dengan tegas. Kini laki-laki tersebut sudah berjalan dengan cepat menuju kamar nya dengan Evelyn yang kesakitan di gendongannya.


***