
Kenrick langsung merebahkan tubuh Evelyn di ranjang king size nya saat mereka sampai di kamar membuat Evelyn memekik karena tingkah laki-laki tersebut. Dengan tatapan laki-laki tersebut yang begitu tajam kini Kenrick menindih tubuh Evelyn dengan satu tangannya yang memegang kedua tangan Evelyn yang kini sudah di tahan di atas kepalanya, sedangkan satu tangannya lagi menahan tubuhnya agar tidak menjadi beban di tubuh gadis yang kini terkurung di bawahnya tersebut.
“Kau benar-benar menguji kesabaranku Evelyn,” marah Kenrick dengan tatapan tajamnya. Kenrick adalah laki-laki yang begitu posesif namun Evelyn malah begitu senang menguji kesabaran laki-laki tersebut. Bahkan gadis tersebut malah dengan beraninya mencium bawahan Kenrick untuk melampiaskan amarahnya.
"Ck kau selalu menyalahkanku,” kesal Evelyn yang sebenarnya kini tengah berusaha untuk menahan detak jantungnya yang begitu sulit untuk dikendalikan. Rasa takut kini juga menghantuinya, ia takut jika Kenrick akan melakukan hal buruk padanya. Kini ia sadar kelakuannya sungguh kelewatan, hanya karena amarahnya kini ia tak hanya menempatkan dirinya dalam masalah namun ia juga menempatkan Sean dalam masalah.
“Karena kau memang salah Evelyn. Berani sekali kau mencium Sean. Apa kau benar-benar menyukainya dan kalian menjalin hubungan di belakangku?” tanya Kenrick dengan amarahnya. Sorot matanya yang begitu tajam kini sudah begitu menghunus menatap Evelyn dengan tajam. Evelyn bahkan memilih mengalihkan pandangannya karena terlalu takut pada laki-laki tersebut.
"Dasar bodoh, mana berani pengecut itu melakukan hal tersebut padamu. Lagi pula kau juga memangku ****** itu. Apa kau ingin menikmatinya?” tanya Evelyn yang kali ini ikut marah. Ia juga tersulut emosi karena terpojokkan padahal sebelumnya Kenrick lah yang salah karena sudah berani bermain di belakangnya.
Katakan kini Evelyn tengah menjilat ludah nya sendiri karena sudah berani mengatakan hal tersebut dan menunjukkan jika ia cemburu. Namun ia tak peduli. Yang terpenting saat ini adalah Nyawanya. Ia tak mau mati konyol di tangan Kenrick.
“Tutup mulutmu Evelyn! Bagaimana aku bisa melakukan hal tersebut? Kau tahu? Semenjak kedatanganmu aku bahkan sudah lama tak bermain,” ucap Kenrick menjelaskan. Setelahnya Kenrick bangkit dari tubuhmu dan berjalan ke arah jendela besar pembatas balkon. Mendengar ucapan Kenrick tersebut Evelyn malah tersenyum dengan senyuman sinisnya
"Cih! lalu tadi apa hm?” tanya Evelyn dengan tersenyum sinis pada Kenrick, Evelyn kini sudah duduk di tepi ranjang dengan tatapan meremehkan pada Kenrick.
“Aku hanya menghargai rekan bisnisku,” ucap Kenrick dengan helaan nafasnya. Ia tahu ia juga salah karena meladeni wanita di kelab tersebut dan mengabaikan gadisnya padahal ia lah yang mengajak Evelyn. Namun Emosinya karena melihat Evelyn berciuman dengan Sean membuatnya begitu mata dan gelap mata.
"Kau tahu itu adalah alasan paling tidak logis yang pernah kudengar. Maka aku juga melakukannya karena terpaksa. Semua karenamu!” marah Evelyn yang kini sudah berdiri dan berjalan ke arah Kenrick dengan bersedekap dada.
“ Kau cemburu?” tanya Kenrick dengan tatapan menyelidiknya pada Evelyn. Kini mereka sudah saling berhadapan namun mereka malah saling melempar tatapan saling membunuh satu sama lain.
"Kau bercanda? Tidak akan,” tegas Evelyn dengan begitu tajamnya setelah nya Evelyn segera keluar dari kamar meninggalkan Kenrick yang tersenyum melihat tingkah gadis tersebut itu. Meskipun Evelyn mengatakan tidak namun Kenrick begitu yakin jika sebenarnya Evelyn tengah cemburu.
"Dasar bodoh untuk apa kau meributkan hal seperti itu Evelyn. Apa aku mulai menyukainya? Tidak itu tidak boleh terjadi,” monolog Evelyn yang berusaha meyakinkan dirinya untuk tidak jatuh pada perangkap laki-laki tersebut. Evelyn menggeleng kuat menepis segala isi pikirannya yang salah tersebut. Tidak, Evelyn tak boleh menyukai Kenrick. Laki-laki tersebut terlalu bahaya.
Merasa tak memiliki tujuan kemana ia akan pergi. Evelyn memutuskan untuk sekedar menenangkan dirinya di kolam renang atas. Di Mansion Kenrick memang terdapat kolam renang di gedung paling atas rumah tersebut.
“Ah rasa nya lelah sekali,” dengus Evelyn yang kini akhirnya memilih untuk merebahkan dirinya di salah satu kursi jemur yang berada di sana. Evelyn memejamkan matanya berusaha menenangkan dirinya. Kali ini ia hanya sendiri tak ada pelayan yang mengikutinya. Mungkin mereka berpikir ia tengah bersama Kenrick hingga mereka memilih untuk tidur mengingat hari yang juga memang sudah begitu malam.
“Entah ada apa sebenarnya dengan ku. Aku tak seharusnya menempatkan diri pada posisi ku ini. Lagi pula apa peduliku jika Kenrick bersama wanita lain?” rutuk Evelyn pada dirinya sendiri sambil mengacak rambutnya frustasi. Helaan nafas kasar terdengar dari gadis tersebut sebelum akhirnya Evelyn memutuskan untuk segera turun dan kembali ke kamar. Saat Evelyn melewati ruang kerja Kenrick, Evelyn tak sengaja mendengar suara orang dipukuli membuat Evelyn segera masuk karena terlalu merasa penasaran dengan apa yang terjadi di dalam sana.
Saat melihat apa yang terjadi di dalam sana Evelyn membekap mulutmu tak percaya melihat Kenrick yang tengah memukuli Sean yang hanya diam saja. Mungkin kini laki-laki itu sudah akan kehilangan nyawanya.
"Kenrick hentikan! Sean akan mati jika kau terus memukulinya,” ucap Evelyn sambil menahan tangan Kenrick berusaha untuk menghentikan laki-laki tersebut. Tatapannya kini terus tertuju pada Sean dengan tatapan Ibah nya. Ia kini benar-benar merasa bersalah pada laki-laki tersebut.
“Diamlah. Lihatlah Kau bahkan peduli padanya,” marah Kenrick dengan begitu tajam pada Evelyn yang membuat Evelyn dengan segera menggelengkan kepalanya. Menghadapi Kenrick yang penuh amarah seperti ini memang harus memiliki kesabaran Ekstra karena berbicara sembarangan bisa salah diartikan oleh laki-laki tersebut.
"Kenrick aku mohon hentikan, dia adalah orang kepercayaanmu. Bahkan dia begitu setia padamu. Semua ini salahku, aku mohon hentikan Kenrick. Aku yang memintanya melakukan ini. Hukam saja aku, Kenrick,” ucap Evelyn yang kini terus memohon pada Kenrick. Bahkan kini Evelyn sudah menangis karena merasa tak tega melihat Sean. Yang kini hampir tak sadarkan dirinya.
Mendengar ucapan Evelyn tersebut Kenrick menghentikan aksinya memukuli Sean lalu menatap ke arah Evelyn dengan senyuman sinis nya. Senyuman yang kini terlihat begitu menakutkan bagi Evelyn. Dengan susah payah Evelyn meneguk salivanya melihat tatapan Kenrick tersebut,
“Kau benar aku harusnya menghukum gadis nakal sepertimu ini,” ucap Kenrick dengan seringainya. Setelahnya Kenrick segera menggendong Evelyn membuat Evelyn memekik kaget. Dan akibat dari semua kesalahanmu malam itu sesuatu yang tak Evelyn inginkan terjadi. Kenrick menggagahi Evelyn habis-habisan malam itu bahkan sampai besok paginya Evelyn tak bisa berjalan akibat ulah laki-laki tersebut.
Evelyn rasanya ingin sekali membunuh laki-laki yang sudah merenggut kehormatannya tersebut namun ia tak memiliki kekuatan sebesar itu hingga akhirnya ia hanya bisa pasrah dengan apa yang laki-laki tersebut lakukan padanya.
Prinsipnya benar-benar dipatahkan oleh laki-laki tersebut, kehormatan yang sudah susah payah ia jaga hingga membuat kekasihnya mengkhianatinya kini malah di renggut oleh laki-laki seperti Kenrick. Begitu miris bukan?
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.