Mafia's woman

Mafia's woman
Lantai Dansa



Suara pembaca acara pernikahan Evelyn dan Kenrick kini menyapa pendengaran para tamu yang hadir malam pada malam itu.


“Kepada semua pasangan di persilahkan untuk berdansa di tempat berdansa. Dan pengantin akan menjadi pemimpin dalam dansa kali ini,” ucap pembawa acara tersebut dengan begitu hebohnya yang dijawab dengan tepuk tangan daripada tamu yang suda datang.


“Ingin berdansa dengan suamimu yang tampan ini?” tanya Kenrick dengan penuh percaya dirinya. Lagi pula siapa yang akan memuji nya tampan jika bukan dirinya sendiri. Mendengar ajakan Kenrick, Evelyn hanya bisa tersenyum sambil menggeleng sedangkan sahabat mereka malah bergidik ngeri. Kenrick yang bisanya selalu berwajah tajam dengan tatapan tajamnya kini malah bersikap begitu percaya diri.


“Mafia pun bisa takluk pada seorang wanita,” ucap Yaron sambil bergidik ngeri melihat perubahan dari sahabatnya itu yang begitu aneh.


Laki-laki yang disebut dewa kegelapan dan selalu di takuti itu kini malah berubah seperti anak kucing saat bersama dengan Tuannya yang tak lain adalah istrinya seperti, Sepertinya semua memang akan berubah pada waktunya begitupun dengan sahabatnya itu.


“Suatu hal yang langka. Harus diabadikan,” ucap Xavier yang kini sudah mengeluarkan ponselnya dan siap merekam apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu, Namun belum sempat Xavier melakukannya Kenrick sudah berdecak sambil menatap tajam pada sahabatnya yang langsung mengalihkan pandangan dan meminum alkohol yang tersisa di gelas mereka.


“Kalain hanya cari mati saja,” komentar Edward yang sedari tadi hanya diam sama melihat tingkah sahabatnya  yang lain. Di antara ketiga ahabat Kenrick memang Edward lah yang paling dewasa dan tak banyak bicara.


“Baiklah, mari kita berdansa,” ucap Evelyn yang menerima tawaran Kenrick dengan senyumannya setelah melihat drama yang diciptakan oleh sahabat Kenrick itu.


Kenrick mengulurkan tangannya untuk Evelyn genggam. Evelyn mengangkat tangannya hendak menyambut uluran tangan tersebut tapi tak sampai berada dalam genggaman Kenrick, Evelyn segera menarik tangannya kembali.


“Ada apa Sayang?” tanya Kenrick dengan menaikkan sebelah alisnya bingung menatap Evelyn dengan penuh tanda tanya karena Evelyn yang tak jadi meraih tangannya.


"Aku memiliki syarat,” ucap Evelyn dengan senyuman evilnya ke arah Kenrick yang kini menaikkan sebelah alisnya bingung. Namun tak urung ia juga akhirnya menganggukkan kepalanya menunggu permintaan dan syarat yang diberikan oleh istrinya.


“Baiklah apa yang kau inginkan?” tanya Kenrick dengan pasti, karena jelas jika bisa ia akan selalu memberikannya untuk Evelyn. Selagi bukan bulan dan bintang apapun akan Kenrick berikan untuk wanitanya itu.


"Jangan lupa untuk membawaku ke Maldives sesuai janjimu,” ucap Evelyn mengingat Kenrick tentang janjinya.  Kenrick tersenyum ke arah Evelyn lalu mengangguk. Jelas ia tak akan melupakannya bahkan ia lah yang paling bersemangat untuk itu. Ia bahkan sudah mempersiapkan semuanya dengan baik.


“Bukan hal yang sulit. Karena aku sudah menyiapkan semuanya,” ucap Kenrick dengan senyuman bangganya yang membuat Evelyn kini memelototkan matanya menatap tak percaya pada Kenrick yang tersenyum misterius.


"Benarkah?” tanya Evelyn tak percaya.


“Kita akan pergi besok.” Kenrick berujar dengan begitu tegasnya. Evelyn tersenyum senang mendengarnya lalu segera menerima uluran tangan Kenrick untuk berdansa bersama.


Evelyn memegang tangan Kenrick dengan tangan yang satunya berada di pundak laki-laki itu. Sedangkan Kenrick merangkul wanitanya  dengan sebelah tangannya yang terbebas.


“Aku benar-benar tak menyangka hari bahagia ini akan datang. Menemukan gadis sebaik dan secantik dirimu. Terima kasih telah hadir dalam hidupku Sayang,” ungkap Kenrick yang mulai mengeluarkan pujiannya untuk Evelyn, agar menambah kesan romantis dalam dansa mereka. Kenrick mencium bibir Evelyn membuat Evelyn tersenyum.


"Aku juga sangat berterima kasih. Kau membantuku mengobati rasa sakit,” ucap Evelyn mengingat bagaimana ia awalnya menemukan Kenrick.


Evelyn menemukan Kenrick saat hatinya bahkan masih begitu penuh akan serpihan dan darah. Namun Kenrick mampu menyembuhkannya.


“Tidak perlu mengingatnya lagi. Aku tak akan melakukan hal yang sama dengan laki-laki itu. Aku akan terus mencintaimu,” peringat Kenrick.


Evelyn tersenyum ke arah Kenrick hingga tak sadar musik sudah selesai. Kenrick memeluk Evelyn dengan erat membuat Evelyn membalas pelukan tersebut tak akalah erat. Suara tepuk tangan yang begitu meriah memenuhi tempat acara dimulai saat melihat bagaimana mesranya pasangan yang baru menikah itu. Sorit lampu kini mengarah pada pasangan tersebut.


“Tentu saja aku sangat berterima kasih pada pamanmu. Jika dia tak menjualmu padaku aku tak akan menemukanmu,” ucap Kenrick dengan senyumannya setelah melepaskan pelukan mereka namun dengan tangan yang berada di kedua bahu wanitanya itu. Mendengar kata menjual Evelyn meringis.


"Tidak bisakah kau mengganti kata menjual dengan kata lainnya?” tanya Evelyn dengan tak percaya Kenrick malah memilih kata menjual di saat romantis seperti ini.


“Tapi pamanmu memang menjualmu padaku,” ucap Kenrick dengan tatapan polosnya yang ingin sekali rasanya Evelyn memukul laki-laki itu.


"Kau memang sangat jahat Kenrick,” kesal Evelyn dengan mengerucutkan bibirnya lucu.


"Kau harus memberiku sesuatu sebagai kompensasi atas ucapan mu itu,” ucap Evelyn dengan tatapan tajamnya pada Kenrick.


“Ch! Mengapa kau berubah sangat perhitungan,” ucap Kenrick dengan kekehannya sambil menjawil hidung Evelyn dengan lucu.


"Aku tidak perhitungan Sayang. Aku hanya suka apapun darimu,” ucap Evelyn menjelaskan yang membuat Kenrick terkekeh mendengarnya namun akhirnya laki-laki itu tetap menganggukkan kepalanya mengerti.


“Jadi apa yang istri cantikku ini inginkan?” tanya Kenrick dengan menaikkan sebelah alisnya penasaran dengan apa yang wanita itu inginkan.


"Aku hanya ingin kau tetap berada di sampingku,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang di balas dengan senyuman oleh Kenrick. Hingga laki-laki itu memeluknya lagi dengan erat. Mengungkapkan rasa sayang dan cintanya pada Evelyn.


“Aku akan terus berada disampingku dan menemani mu sayang,” ucap Kenrick pasti.


Mendapatkan Evelyn bukan hal yang mudah baginya, jelas Kenrick tak akan meninggalkannya begitu saja. Evelyn hanya dunianya. Jika dunianya hancur bagaimana bisa ia tetap bertahan?


Kenrick akan terus menjaga keluarga nya itu sebaik mungkin agar tidak ada yang menghancurkan keluarganya itu.


Kenrick dan Evelyn berjalan ke pinggir lantai dansa dan berjalan ke arah teman-temannya yang kini sudah bertepuk tangan dan memuji sahabatnya itu yang sudah melakukannya dengan begitu baik. Hari ini Evelyn benar-benar menjadi bintang utamanya .


“Aku akan ke kamar mandi dulu,” ucap Evelyn berpamitan karena panggilan alamnya yang kini sudah mendesak.


“Aku akan akan mengatakan mu,” ucap Kenrick menahamn Evelyn namun Evelyn segera menahannya.


“Aku bisa sendiri,” ucap Evelyn yang setelahnya segera pergi dari saja untuk menuju ke arah kamar mandi.


***


Thanks for Reading All. Jangan lupa Like, komen, love, dan ratenya ya.


See You Next chapter. Jangan lupa buat baca cerita yang aku bawa ini ya.