
Kini jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Evelyn yang merasa begitu lapar akhirnya memutuskan untuk ke supermarket untuk beli bahan makanan. Namun di sisi lain, Evelyn mengingat sahabatnya yang lama belum Evelyn temui. Akhirnya Evelyn memutuskan memesan taksi menuju apartemen Cody.
"Tolong ke apartemen Flawles ya, Pak,” ucap Evelyn memberitahu sebuah nama apartemen yang cukup terkenal tersebut.
Di perjalanan Evelyn hanya diam melihat keluar sampai Evelyn merasa aneh karena jalan yang diambil bukanlah jalan yang Evelyn tuju. Evelyn sontak menatap ke arah sopir tersebut dengan tatapan curiga nya.
"Sial Kau akan membawaku ke mana?” marah Evelyn pada sopir taksi tersebut yang hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Evelyn, hal tersebut membuat Evelyn semakin yakin jika ia kini sudah di culik.
Evelyn berusaha untuk membuka pintu dan berniat loncat, tapi ternyata pintunya dikunci. Tatapannya kini semakin nyalang pada sopir taksi tersebut. Kini ia benar-benar menyesal karena sudah keluar sembarangan di saat ia masih menjadi buronan.
"Turunkan aku! Hei apa yang kau lakukan?” marah Evelyn yang masih berusaha untuk membuka pintunya namun jelas semua usahanya tersebut sia-sia.
Sopir tersebut pun masih tak menjawabnya hingga akhirnya Evelyn hanya bisa terdiam saat laju taksi tersebut kian cepat sambil berpegangan dan memejamkan matanya, ia begitu takut saat sopir taksi tersebut membawa mobil mereka begitu cepat. Kini ia hanya berdoa semoga ada yang bisa membantunya.
"Jangan-jangan ini ulah Kenrick. Ahh seharusnya tadi aku tidak pergi,” sesal Evelyn dengan helaan nafasnya. Memang seharusnya ia tak langsung pulang ke rumahnya tapi ke rumah sahabatnya saja menumpang beberapa hari dan tidak keluar dari rumah, mungkin ia akan aman.
Evelyn begitu tahu kemana mobil tersebut akan membawanya karena beberapa jam yang lalu ia baru saja melewati jalan tersebut. Jalan ini mengarah pada Bandara, membuat Evelyn semakin yakin jika pelaku dari penculikan ini adalah Kenrick.
“Aku benar-benar membencimu Kenrick,” ucap Evelyn dengan penuh perasaan marahnya pada laki tersebut.
Tak lama akhirnya taksi tersebut berhenti tepat di depan sebuah pesawat dengan pengawal yang sudah berjaga, serta seorang laki-laki yang begitu Evelyn kenali, Kenrick.
"Harusnya aku tak kembali ke New York lebih dulu. Itu sangat mudah diketahui. Kenapa aku bodoh,” ucap Evelyn merutuki dirinya sendiri yang berpikiran sempit. Harusnya ia bisa lebih pintar untuk tidak pulang ke apartemennya lebih dulu.
“Kau melakukan hal yang sia-sia Nyonya. Tuan bahkan memiliki badan pengawasan dengan mantan ketua BIN,” ucap sopir taksi tersebut yang berhasil membuat Evelyn tercengang mendengar pengakuan sopir tersebut. Ia tak tahu jika Kenrick begitu berpengaruh.
"Diam kau! Sedari tadi kau diam saat aku bertanya. Saat aku tak mengajakmu berbicara kau malah berbicara,” kesal Evelyn sopir taksi tersebut yang ternyata orang suruhan Kenrick. Tak lama pengawal Kenrick membukakan pintu untuk Evelyn. Evelyn menatap dengan tajam pada pengawal Kenrick tersebut yang sama sekali tidak berpengaruh untuk mereka.
"Aku tak ingin pergi,” tegas Evelyn dengan amarahnya, tak berani menyentuh wanita atasannya tersebut membuat pengawal tersebut melihat ke arah Kenrick yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar lalu berjalan mendekat saat melihat tingkah Evelyn tersebut.
Kerick sudah menunggu Evelyn cukup lama, membuat rencana untuk mengambil kembali miliknya tersebut. Dari Chicago ia langsung terbang ke New York saat mendengar jika wanitanya tersebut berada di New York.
“Keluar atau aku paksa,” tegas Kenrick saat laki-laki tersebut kini sudah menunduk dan saling berhadapan dengan Evelyn. Evelyn berdecak melihat wajah Kenrick. Jadi mengingat bagaimana Kenrick yang menutupi segala hal darinya, bagaimana Kenrick yang malah begitu peduli dengan Carlo, dan bagaimana laki-laki tersebut yang mengambil keperawanannya.
"Kau memang selalu melakukan apa yang kau mau,” kesal Evelyn yang kali memilih untuk mengalihkan pandangannya dan mengabaikan Kenrick yang membuat Kenrick memejamkan matanya berusaha menahan amarahnya.
Kenrick benar-benar dibuat begitu marah dengan tingkah wanita tersebut, bagaimana Evelyn yang malah berani untuk meninggalkannya dan kabur darinya. Ia tak akan memaafkan orang yang telah membantu Evelyn untuk kabur dan ia juga akan membuat perhitungan pada Evelyn.
“Keluar Evelyn, aku tidak mengulang lagi,” ucap Kenrick yang kini menatap Evelyn dengan tatapan seriusnya. Ia berusaha mati-matian menahan amarahnya namun Evelyn suka sekali menyulut emosinya.
"Aku membencimu! Kau mengambil keperawananku!” marah Evelyn yang kini malah masih diam tak bergeming dari posisinya tak ingin keluar dari taksi tersebut. Ia benar-benar merasa kesal dan marah pada laki-laki tersebut.
“Kau benar-benar menguji kesabaranku Evelyn,” ucap Kenrick yang sudah tak tahan lagi dengan tingkah Evelyn. Sebelumnya ia sudah begitu baik dan mau bernegosiasi dengan wanita tersebut namun Evelyn begitu keras kepala dan tak mau mendengarkannya.
"Aku sangat membencimu Kenrick. Apa kau tidak mengerti kata-kataku?” tanya Evelyn dengan begitu tajam pada Kenrick namun laki-laki tersebut malah bungkam membuat Evelyn semakin kesal karena nya.
"Aku hanya ingin kebebasan aku tak ingin bersamamu,” tegas Evelyn yang rasanya sudah lelah jika harus kembali bertengkar dengan Kenrick. Seharian ini sudah begitu banyak yang ia lalui.
“Aku akan selalu menganggap kau tidak pernah mengatakan itu,” sinis Kenrick yang kini membawa Evelyn masuk ke pesawat pribadinya tersebut. Kenrick menatap Evelyn dengan tatapan datarnya.
"Kau benar-benar egois! Kau tak pernah memikirkan perasaan ku,” ucap Evelyn menatap Kenrick yang dengan tatapan marah bercampur sedih namun Kenrick malah menatap lurus ke depan. Sampai laki-laki tersebut membawa Evelyn masuk ke salah satu bilik kamar yang berada di pesawat pribadi Kenrick yang begitu mewah tersebut.
“Di hubungan ini, kau tidak punya suara menentukan perasaanmu. Kau hanya perlu mengikuti aturanku, mengerti?” ucap Kenrick yang kini sudah melempar tubuh Evelyn ke atas kasur yang cukup untuk menampung dua orang tersebut. Evelyn kini menatap sinis ke arah Kenrick yang sudah menatapnya begitu tajam.
"Aku tidak sudi hidup denganmu,” tekan Evelyn yang berhasil membuat Kenrick tertawa dengan sumbang mendengarnya.
Senyuman evil terbit di wajah Kenrick yang kini sudah berjalan ke arah Evelyn dengan seringai iblisnya, laki-laki tersebut sudah melonggarkan dasinya yang membuat Evelyn ketakutan di buatnya.
“Sudah pernah aku katakan aku tak akan melepaskanmu. Berhentilah menjadi pembangkang! Jika seperti ini terus, aku akan melakukan sesuatu yang tak kau inginkan,” tegas Kenrick yang kini sudah ikut naik ke ke atas kasur tersebut. Evelyn yang melihatnya terus memundurkan tubuhnya namun sayang ia sudah berada di ujung ranjang tersebut. Melihat hal tersebut Kenrick menyeringai puas. Kenrick mendekati Evelyn lalu menciumnya dengan paksa. Dengan sisa tenaganya wanita tersebut memukuli dada Kenrick namun tentu saja semua itu sia-sia. Hingga akhirnya Evelyn hanya bisa pasrah. Merasa Evelyn sudah kehabisan napas laki-laki itu segera melepaskan pagutannya. Kenrick kini menatap tajam ke arah Evelyn membuat nyalinya menciut.
Evelyn hanya bisa mendengus. Rasanya baru saja Evelyn mendapatkan kebebasan kini Evelyn sudah tertangkap dan akan kembali pada sangkar emasnya. Dan kini ia harus kembali terjebak pada Harimau buas di depannya tersebut.
“Kau tahu apa akibatnya dari melawanku Sweety?” tanya Kenrick dengan seringainya sambil menghapus bekas ciumannya pada bibi Evelyn. Evelyn mengalihkan tatapannya yang membuat Kenrick menyeringai melihatnya.
"Apa yang kau lakukan pada pamanku?” tanya Evelyn saat wanita tersebut mengingat tentang pamannya. Jika Ronald menjaga nya saja gagal, ia takut jika laki-laki tersebut juga gagal menjaga pamannya. Mengikuti rencana Ronald dan pergi dari Kenrick memang sebuah kesalahan yang harusnya tak ia lakukan.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.