
“Kau mengancamku? Kau sangat kejam Sayang!” ucap Kenrick dengan tatapan manja nya saat mendapatkan ancaman dari wanitanya itu karena ia yang mengancam Sean.
Sahabat Kenrick kini sudah menatap curiga pada pasangan tersebut karena Evelyn yang lebih membela Sean.
"Kau yang mengajariku. Sekarang aku hanya memberimu peringatan,” kecam Evelyn dengan tatapan tajamnya pada Kenrick. Wanita itu mengatakannya dengan bersungguh-sungguh seolah ia bisa saja melakukannya. Kenrick mengerucutkan bibirnya kesal membuat Evelyn yang gemas melihatnya segera mencium pipinya.
“Apa ini sebuah cinta segitiga?” pertanyaan dari Yaron membuat kedua sahabat Kenrick yang tak mengetahui apapun itu jadi menatap curiga pada Kenrick, Sean, juga Evelyn.
Tanpa mempedulikan pertanyaan sahabatnya Kenrick malah mencium kening Evelyn membuat mereka di buatnya.
“Aku merasa hanya mengontrak di bumi,” ucap Yaron menata penuh iri pasangan di depannya itu yang terus saja mengumbar kemesraan tanpa memikirkan sahabatnya yang jomblo itu.
|Kan memang mengontrak. Kau lupa tempat aslimu adalah neraka?” goada Xavier dengan tawanya yang langsung jawab dengan tawa juga oleh sahabatnya yang lain sedangkan Yaron kini sudah memelototkan matanya .
“Sialan kau!” maki Yaron kesal sambil memukul kepala Xavier dengan keras.
Sahabat mereka yang melihatnya hanya tertawa bersama. Rasanya begitu puas membuat Yaron sebagai sasaran bully mereka kali ini namun siapa sangka jika pada akhirnya Xavier juga kena batu dari tindakannya sendiri.
“Evelyn, aku datang untung mengucapkan selamat atas pernikahanmu. Tapi karena kedua orang ini, aku jadi lupa mengatakannya,” ucap Sean yang kini mengalihkan pertengkaran mereka dan membuat atensi mereka kini kembali pada Sean juga Evelyn.
“Terima kasih Sean, semoga kau juga segera menikah,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil mengelus lengan Sean yang membuat Sean malah terkekeh mendengarnya.
Suatu hal yang langkah dan tentu membuat sahabat Kenrick terkejut melihatnya. Kini mereka jadi semakin yakin jika ini adalah konspirasi dari cinta segitiga.
“Evelyn. Aku sedari tadi mencarimu,” ucapan tersebut terdengar dari sahabatnya, Livi. Yang kini berjalan ke arah Evelyn bersama dengan Ivey di sampingnya. Paman Evelyn pasti kini tengah berbincang dengan tamu yang lain.
Livi dan Ivey sedari tadi begitu sibuk mencari mangsa hingga mereka tak menyadari jika sahabatnya sudah turun dari pelaminan. Saat tersadar mereka segera mencari sahabatnya itu.
"Maaf, tadinya aku ingin mencarimu setelah berbincang dengan mereka,” ucap Evelyn sambil melihat ke arah laki-laki yang berada di sana.
"Tapi kau lebih dulu menemuiku,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil menggenggam tangan sahabatnya itu membuat Livi dan Ivey mengangguk mendengarnya.
“Evelyn mengapa kau tak mengatakan jika memiliki sahabat yang cantik?” ucap Edward dengan senyuman menggodanya ke arah sahabat Evelyn. Evelyn yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas sedangkan Livi dan Ivey kini sudah memasang tampang menggodanya.
Evelyn benar-benar tak habis pikir dengan kedua sahabatnya itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Karena aku tak ingin mereka terjebak dengan laki-laki seperti kalian,” jawab Evelyn dengan begitu ketus.
Kenrick terkekeh mendengar ucapan tajam istrinya itu. Bgai Kenrick, Evelyn memang begitu cocok dengan nya. Mulut tajam dari wanitanya itu begitu pas dengan dunia Kenrick.
“Kamu termasuk bagian dari kami Kenrick,” ucap Yaron mengingatkan sahabatnya itu jika mereka masih satu rumpun. Harusnya Kenrick tak usah ikut tertawa padahal mereka sama saja. Namun laki-laki itu malah tertawa dengan begitu mengejek.
"Kau benar, bahkan aku menyesal mencintainya,” gumam Evelyn yang masih bisa didengar oleh Kenrick yang kini sudah memelototkan matanya mendengar jawaban dari wanitanya itu yang suka sekali membuatnya merasa di hempaskan hanya karena ucapan wanita nya itu.
“Kau menyesal mencintaiku?” Kenrick tersenyum evil ke arah Evelyn membuat nyali wanita itu menciut melihat tatapan laki-laki itu.
"Tidak. Aku sangat beruntung memilikimu,” alibi Evelyn dengan senyumannya sambil mengelus tangan Kenrick berusaha untuk menenangkan laki-laki di sampingnya yang kini masih menatapnya dengan tatapan yang begitu menyeramkan.
“Kau berbohong. Jelas kami mendengarmu mengatakan nya,” ucap Xavier yang kini bagai menyulus bara yang sudah siap di bakar, bara yang sia menyala kapan saja malah di tambah panas oleh Xavier. Evelyn benar-benar merutuki sahabat suaminya yang satu itu yang hanya membuat masalah saja untuk nya.
Kini ingin sekali rasanya Evelyn menenggelamkan sahabat suaminya itu ke rawa-rawa agar mulutnya itu tak lagi sembarangan dalam berbicara.
"Kenrick aku hanya bercanda. Kau tahu aku sangat beruntung memilikimu. Dan kau berbeda dengan sahabat mu itu, kau sedikit lebih baik dari mereka,” ucap Evelyn yang kini sudah memuji Kenrick dengan berbagai pujian. Ia tahu Kenrick akan mudah luluh jika di puji.
“Sedikit?” tanya Kenrick tak percaya mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut istrinya itu.
Baiklah, sepertinya keberuntungan kini sudah tak berpihak dengannya. Bagaimana bisa ia salah berbicara di depan laki-laki tersebut? Sudah tahu Kenrick begitu sensitif ia malah berbicara sembarang. Meski[un apa yang dikatakannya itu memang benar adanya.
“Ya sedikit, kau jangan lupa dulu kau adalah casanova,” ucap Evelyn mengingatkan Kenrick tentang kelakuannya itu. Evelyn akhirnya berusaha untuk mengintimidasi agar ia tak kalah dengan Kenrick dan terus saja di intimidasi jadi lebih baik ia salah yang menukar posisi.
“Ck, semua sudah berlalu, kau masih saja tidak melupakannya.” Kenrick menghembuskan nafasnya kasar, ia cukup kagum dengan kemampuan wanita yang satu ini. Yang bisa mengingat kesalahan meskipun sudah lama berlalu.
“Sudah lah jangan marah, aku tau kau sudah berubah. “ Evelyn mengecup bibir Kenrick sekilas membuat mereka yang melihatnya mengalihkan tatapan dengan wajah yang malu.
“Ya ya yang sudah menikah, memang begitu. Akan memuji pasangannya,” ucap Edward yang sedari tadi hanya sebagai penonton dari kemesraan sahabatnya. Bergitupun dengans ahabat mereka yang lain yang hanya diam saja menonton pertengkaran tersebut.
“Maka cepatlah menikah!” sungut Kenrick dengan begitu tajam nya pada sahabatnya itu yang kini hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Kenrick.
Setelahnya Ivey dan Livi pun berkenalan dengan sahabat Kenrick. Mereka bahkan baru sempat berkenalan karena drama yang diciptakan oleh Kenrick dan Evelyn. Kini Evelyn duduk di kursi bersama dengan kedua sahabatnya. Sedangkan para laki-laki itu tengah sibuk mengobrol di sampingnya sambil menikmati minuman mereka yang entah sudah gelas keberapa.
“Aku pergi sebentar,” ucap Sean yang harus mengurus dan mengecek keamanan. Mendengar ucapan Sean, Evelyn menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah laki-laki itu.
“Jika kau lelah katakan saja,” ucap Kenrick sambil melihat ke arah Evelyn yang kini masih berbincang santai bersama dengan sahabat wanita itu.
“Oh ya kenapa baru sekarang kau mengenalkan mereka! Ini tidak adil!” ucap Ivey dengan mengerucutkan bibirnya lucu. Berbicara pelan pada Evelyn agar para laki-laki itu tidak didengar oleh para laki-laki.
"Mereka semua playboy,” ucap Evelyn dengan alasannya mengapa tak memperkenalkan mereka. Evelyn sudah begitu tahu bagaimana perangai dari sahabat suaminya itu.
“Siapa tahu mereka akan berubah seperti Kenrick,” ucao Ivey dengan senyumannya yang membuat Evelyn menghela nafasnya mendengar jawaban dari sahabatnya itu.
"Baiklah aku akan memperkenalkan kalian lebih dekat nanti.” Evelyn akhirnya menyerah dan memilih mengiyakan ucapan sahabatnya itu.
***
Thanks for Reading All. Jangan lupa Like, komen, love, dan ratenya ya.
See You Next chapter. Jangan lupa buat baca cerita yang aku bawa ini ya.