
"Kenrick....” Evelyn tak dapat lagi melanjutkan kata-katanya kini ia sudah menatap Kenrick dengan tatapan berkaca-kaca. Ia begitu terharu mendengar penjelasan Kenrick.
“Kau pasti akan merasa begitu terluka. Jika tahu semua orang terdekatmu mengkhianatimu,” lanjut Kenrick lagi yang membuat Evelyn tersenyum mendengarnya lalu segera memeluk Kenrick dengan begitu eratnya.
"Aku tak menyangka iblis sepertimu ternyata berhati malaikat” ucap Evelyn dengan kekahannya. Setelahnya ia melepaskan pelukan mereka.
“Bagaimana bisa aku tak memikirkannya. Jika aku sudah tertarik denganmu saat pertemuan pertama kita. Aku sengaja memata-mataimu saat itu,” ucap Kenrick yang sontak membuat Evelyn memelotot mendengarnya namun akhirnya ia tertawa karena ucapan Kenrick. laki-laki tersebut memang begitu pandai menenangkan Evelyn. Suasana yang tadi sedih kini sudah berubah dengan cepat.
"Cinta pandangan pertama? Kau percaya dengan hal itu?” tanya Evelyn dengan tatapan tak percayanya, senyuman menggodanya ke arah Kenrick kini sudah terlihat. Ia tak percaya jika Kenrick bisa mencintainya dikali pertama mereka bertemu.
“Awalnya aku bahkan tak percaya dengan yang namanya cinta. Hingga akhirnya aku menemukanmu,” ucap Kenrick yang kini berganti membuat Evelyn terdiam dengan pipinya yang sudah merona, ia begitu melting mendengar ucapan Kenrick tersebut.
"Dan sekarang kau percaya dengan cinta?” tanya Evelyn dengan senyumannya yang Kenrick balas dengan anggukan.
“Bahkan aku percaya dengan cinta pandangan pertama. Hanya karenamu. Kau adalah cinta pertama dan terakhirku,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Kini Kenrick menggenggam tangan Evelyn lalu mengecup puncak kepala wanitanya tersebut sayang. Baginya Evelyn adalah segalanya, ia tak ingin jika sampai kehilangan orang yang mengajarkan cinta padanya. Ia ingin Evelyn hanya mengajarkannya tentang cinta, kepercayaan, dan sebuah bahagia dan bukannya rasa sakit, kekecewaan, dan luka.
"Apa kau tengah merayuku Kenrick?” tanya Evelyn memicingkan matanya curiga jika sebenarnya kini Kenrick hanya tengah merayunya saja. Mendengar pertanyaan Evelyn, laki-laki tersebut sontak tertawa lalu mengacak rambut Evelyn penuh sayang.
“Aku mengatakan apa yang aku rasakan,” ucap Kenrick dengan senyumannya, yang membuat Evelyn tersenyum senang mendengarnya.
"Terima kasih Kenrick. Terus lah mencintai ku,” ucap Evelyn pada Kenrick dengan tatapan seriusnya. Kenrick yang kini menganggukkan kepalanya.
“Kau tahu aku membuat semua rencana itu tanpa persiapan. Setelah memastikan kau baik-baik saja. Aku langsung menemui pamanmu di apartemenmu,” jelas Kenrick lagi yang kini melanjutkan ceritanya lagi tentang bagaimana rencana yang sudah ia susun tersebut. Rencana tanpa persiapan dan malah berakhir seperti saat ini. Ia benar-benar memiliki Evelyn sebagai wanitanya walau dengan banyak paksaan.
"Kau jahat Kenrick. Walau itu hanya akting tapi kau melukai pamanku,” ucap Evelyn dengan mengerucutkan bibirnya lucu. Evelyn memang begitu baik, bahkan setelah ia mengetahui jika pamannya bukanlah orang yang baik bahkan bersikap jahat padanya namun wanita tersebut malah masih menuntut hak atas ketidak adilan yang di dapatkan pamannya karena Kenrick.
“Maafkan aku Sayang. Yang jelas itu tidak akan terulang jika kau tidak berulah,” ucap Kenrick yang membuat Evelyn berdecih karena kini malah Kenrick menyalahkannya atas apa yang terjadi.Padahal jelas-jelas Kenrick lah yang melakukannya.
Lagi pula siapa yang mau di bawa oleh orang yang tidak dikenal? Ia hanya tengah membela diri dan mempertahankan dirinya agar tidak dibawa oleh Kenrick. Namun akhirnya tetap saja ia dibawa oleh laki-laki tersebut.
Namun sepertinya ia harus berterima kasih apa pamannya tersebut yang sudah mempertemukannya dengan Kenrick walau dengan cara yang salah. Karena kini ia bisa memiliki laki-laki yang begitu mencintai dan menjaganya dengan baik dan penuh kasih sayang.
“Baiklah sudah cukup bersedihnya. Ayo ikut denganku,” ucap Kenrick akhirnya kala mengingat jika kini mereka memiliki tempat tujuan yang harus mereka kunjungi. Evelyn yang masih berada di dalam rengkuhan Kenrick mendongakkan wajahnya. Dan Evelyn berhasil dibuat kagum dengan ketampanan Kenrick yang bisa ia lihat jelas dari bawah.
"Hmmm...Aku masih ingin seperti ini,” ucap Evelyn yang kini malah semakin mendekatkan tubuhnya pada Kenrick dan memilih memeluk laki-laki tersebut mencari kenyamanan dalam dekapan tersebut. Ia masih ingin terus berlama-lama dalam kenyaman tersebut namun kini Kenrick malah ingin mengganggunya dengan kenyamanan itu.
“Ayolah Sayang, kita bisa melakukannya lagi nanti,” ucap Kenrick berusaha untuk membujuk wanitanya tersebut yang tetap saja menggelengkan kepalanya. Kenrick menghembuskan nafasnya melihat sikap Evelyn yang akhir -akhir ini begitu manja.
“Kemana kita akan pergi?” tanya Evelyn akhirnya menatap Kenrick dengan tatapan penuh tanya nya yang malah terlihat begitu menggemaskan bagi Kenrick. Rasanya kini Kenrick malah ingin untuk mengurungnya di dalam kamar dan menghabisi wanitanya tersebut. Namun sayang hari ini ia sudah memiliki janji dan ia akan mengajak Evelyn untuk ikut.
“Untuk melihat persiapan pernikahan kita,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Kenrick yakin setelah ini Evelyn akan senang mendengarnya. Benar saja setelah mendengar ucapan Kenrick Evelyn segera melepaskan pelukan mereka menatap Kenrick dengan senyumannya yang mengembang dengan begitu indahnya.
"Aku akan bersiap lebih dulu,” ucap Evelyn yang kini sudah begitu bersemangat,. Bahkan kini Hazel sudah lari lebih dulu menuju kamarnya sendiri. Kenrick hanya bisa menggeleng sambil terkekeh melihat tingkah wanitanya tersebut yang memang begitu menggemaskan.
Bahkan saat Kenrick begitu lama dengan kegiatannya Evelyn terus menggerutu. Karena sudah tidak sabar lagi untuk melihat tempat pernikahannya yang sebelumnya dibatalkan. Ia kini benar-benar begitu bersemangat.
“Kenrick, cepat lah. Kau lama sekali,” ucap Evelyn sambil berteriak pada Kenrick. Padahal kini jarak mereka tak jauh karena Kenrick yang kini tengah berada di walk in closet dan Evelyn yang berada di kamarnya.
“Sabarlah sebentar sayang, aku tahu kau begitu bersemangat namun aku masih belum selesai,” ucap Kenrick dengan senyumannya dan menggelengkan kepalanya. Sebelumnya wanita tersebut bahkan tak ingin bergerak dari tempatnya namun kini malah Evelyn yang begitu bersemangat.
“Ck lama sekali,” ucap Evelyn berdecak kesal lalu memilih untuk memainkan ponselnya sambil menunggu Kenrick.
Hingga tak beberapa lama setelah banyak gerutuan yang Evelyn ungkapkan akhirnya Kenrick keluar dari walk in closet. Mereka segera berjalan keluar rumah menuju mobil mereka yang ternyata sudah ada pengawal dan sopir yang menunggu.
Tempat pernikahan mereka masih sama dan karena Evelyn menyukai dekorasi yang pertama jadi lah kini mereka tetap menggunakan dekorasi yang sama. Evelyn benar-benar bersemangat dengan apa yang kini tersaji di depannya tersebut. Karena saat masuk ke aula pernikahan tersebut, tempat tersebut sudah dihias begitu indah dan memanjakan mata yang melihatnya. Evelyn berharap kini pernikahannya akan berjalan dengan lancar dan tidak ada lagi hambatan dalam acara pernikahannya tersebut.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.