Mafia's woman

Mafia's woman
Bisakah Kembali?



“Apa dia menghamilimu dan tidak mau bertanggung jawab?” tanya Livi dengan begitu penasarannya juga kesalnya. Ia jelas tak akan terima jika memang benar jika laki-laki tersebut menghamili sahabatnya tersebut dan tak mau untuk bertanggung jawab.


"Bahkan Aku baru mengetahui jika aku hamil. Lalu dari mana dia tahu aku hamil?” tanya Evelyn sambil memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan dari sahabatnya tersebut yang kini hanya menyengir lalu mengerutkan keningnya bingung.


“Lalu mengapa? Apa dia mencampakkanmu?” tanya Livi lagi. masih saja penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu.


"Dia memiliki sahabat wanita. Atau mungkin sudah menjadi selingkuhannya. Dan kalian tahu? bahkan dia lebih mementingkan wanita itu daripada aku,” jelas Evelyn dengan amarahnya yang bisa dilihat dengan jelas oleh sahabatnya tersebut saat Evelyn bercerita apa yang dialami. Memang saat mengingat semua yang dialaminya. Evelyn masih merasa begitu kesal dengan Kenrick.


“Kau serius, tapi bisa jadi itu memang hanya sahabat,” ucap Ivey masih ingin menasehati sahabatnya tersebut. Melihat sahabatnya yang kini bahkan sudah hamil Ivey tahu jika hubungan sahabatnya tersebut sudah tidak lagi main-main.


“Kau percaya dengan persahabatan antara laki-laki dan wanita bisa murni?” tanya Evelyn yang sontak membuat Kedua sahabatmu itu menggeleng secara bersamaan.


"Tapi siapa yang tahu jika ini hanya sebuah salah paham," sangkal Ivey. Entah mengapa ia merasa ingin mempertahankan hubungan sahabatnya tersebut dengan laki-laki yang telah menyakiti sahabatnya itu.


"Ya aku pikir kalian hanya salah paham," ucap Livi menyetujui ucapan Ivey.


"Dia bahkan beberapa kali membentakku karena wanita itu. Meninggalkan aku di mal untuk wanita itu. Dan sering pergi meninggalkan ku untuk menemui wanita itu," tegas Evelyn. Tak suka mendengar ucapan sahabatnya yang seolah lebih mendukung Kenrick. Padahal jelas yang salah di sini adalah Kenrick. Kedua sahabat Evelyn yang mendengar ucapan Evelyn tersebut tentu saja langsung marah. Tak terima jika sahabat itu dipermainkan


"Berani sekali laki-laki itu melakukan hal itu padamu," kesal Ivey setelah mendengar pernyataan Evelyn.


"Mengapa dia berani sekali melakukan itu?" Tanya Livi yang juga sudah ikutan  kesal dengan tingkah Kenrick yang menurutnya begitu seenaknya saja. Apa laki-laki itu pikir Evelyn tak memiliki hati?


"Apa yang tidak bisa laki-laki arogan itu lakukan?" Tanya Evelyn sinis. Tak salah bukan? Kenrick memang selalu bisa melakukan apapun dan selalu melakukan apa yang ia mau tanpa memikirkan orang lain.


"Aku akan menghajarnya jika bertemu," ucap Ivey yang kini sudah mengepalkan tangannya marah. Melihat hak tersebut Evelyn hanya memutar bola matanya. Ia percaya jika benar Ivey di pertemuan dengan Kenrick atau sekedar mengetahui jika laki-laki yang Evelyn maksud adakah Kenrick, nyali wanita tersebut langsung menciut.


"Kalau bisa, kita buat dia berlutut meminta maaf padamu!" Tegas Livi yang tak kalah bersemangat nya. Evelyn menghargai keberanian sahabatnya itu untuk saat ini. Dan ia senang memiliki sahabat yang bisa selalu mendukungnya.


"Ah kasihan sekali keponakanku!" Ucap Livi sambil mengelus perut Evelyn yang masih rata. Mendengar ucapan sahabatnya tersebut, Evelyn tersenyum getir. Ia juga merasa kasihan pada anaknya tersebut karena harus memiliki ayah seperti Kenrick. Namun Evelyn berjanji akan menjaga anak nya dengan baik. Sekalipun tanpa Kenrick di sampingnya. Ia akan membesarkan anaknya seorang diri.


"Tapi Evelyn, kau harus memikirkan tentang anakmu," ucap Livi tiba-tiba saat menyadari jika Evelyn kini tak sendiri. Ada anak nya yang juga kini berada di antara mereka. Dan pasti membutuhkan sosok ayah.


Livi berharap hubungan tersebut bisa untuk diperbaiki.


"Lalu apa aku harus bertahan dengan rasa sakit yang dia berikan? Sikapnya begitu tak tegas serta kurangnya sikap saling mengerti. Kau pikir hubungan seperti ini dapat berlanjut?" Tanya Evelyn dengan begitu sendu pada sahabatnya tersebut. Jika ia bertahan dengan Kenrick, apa laki-laki itu bisa menjamin tak akan menyakitinya lagi? Evelyn sudah begitu lelah rasanya menghadapi Kenrick akhir-akhir ini. Bagaimana laki-laki itu yang begitu menjaga Razita namun malah lupa jika tugasnya adalah menjaga dan menemani Evelyn.


"Bukan itu yang aku maksud Evelyn. Apa kau ingin anakmu tidak memiliki keluarga yang lengkap?" Tanya Livi. Berusaha menjelaskan maksudnya. Karena Tak ingin sahabatnya itu salah paham dengan apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan. Evelyn terdiam memikirkan ucapan Livi.


"Kami tak pernah keberatan jika suatu saat harus bergantian mengurus anakmu. Hanya saja kau harus pikirkan anakmu," tambah Ivey yang kini juga ikut angkat suara. Evelyn masih terdiam mencerna semua ucapan tersebut dan membandingkannya dengan apa yang terjadi padanya belakangan ini.


"Aku bisa menjadi ibu sekaligus ayah baginya," tegas Evelyn. Jika saja ia tak mengenalkan sosok ayah dari anaknya tersebut lahir maka anaknya tersebut tak akan terbiasa dengan sosok ayah dan tak akan ingin memiliki ayah jika ia sudah memberikan cinta yang begitu besar untuk anaknya. Jika kasih sayang seorang ibu yang dia miliki saja lebih dari cukup. Itulah yang Evelyn pikirkan untuk saat ini.


"Mengertilah Eve itu akan berbeda," tandas Ivey tatapannya kini begitu dalam pada sahabatnya tersebut.


"Aku bisa mencari ayah yang baik untuknya," masih dengan  keangkuhannya kini Evelyn menatap sahabatnya tersebut dengan acuh.


"Apa yang salah dengan ayah biologis anakmu? Bukankah katamu dia adalah orang yang baik?" Tanya Ivey yang mulai tak tahan dengan perdebatan yang tengah mereka lakukan. Ia mungkin sudah mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Namun Ia merasa jika semua hanya salah paham dan laki-laki itu masih mencintai Evelyn.


“Bukankah kau mengetahui alasannya,” tandas Evelyn kesal. Ia merasa sahabatnya itu kini tak mengerti posisinya. Padahal ia sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi namun sahabatnya itu masih saja tetap memaksanya. Mungkin benar sahabatnya itu memikirkan anaknya. Namun bagaimana dengan dirinya? Evelyn hanya merasa sebagai orang tengah dari hubungan Kenrick dan Razita.


"Siapa yang tahu jika ini masih bisa dibicarakan baik-baik,” ucap Ivey lembut.


“Apa yang masih bisa dibicarakan Vey? laki-laki tersebut selalu bertindak semaunya. Jika dia tak akan melepaskan ku namun juga tak akan membuatku bahagia. Dia hanya ingin aku melahirkan seorang pewasih untuknya,” marah Evelyn yang berhasil membuat kedua sahabatnya tersebut terkejut mendengar amarah Evelyn.


“Siapa sebenarnya laki-laki itu?” tanya Ivey mewakili rasa penasaran Livi. Evelyn menghela napas, Evelyn memang tidak pernah memberitahu pada sahabat ya jika laki-laki itu adalah Kenrick.


"Dia adalah Kenrick Osvaldo,"


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita temen aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.