Mafia's woman

Mafia's woman
Wanita Nakal



Setelah puas berbelanja dan merasa lelah Evelyn memilih duduk di salah satu kursi. Kehamilannya membuat wanita tersebut begitu mudah lelah. Evelyn meluruskan kakinya sambil memijatnya pelan berusaha mengurangi pegal di kakinya karena terlalu lama berdiri dan berjalan.


“Sudah puas berbelanja Sayang?” Suara bariton tersebut membuat Evelyn sontak berdiri, hingga dapat melihat Kenrick yang tengah berkacak pinggang di depannya, menatapnya dengan tatapan tajamnya. Evelyn tersenyum dengan begitu cerah pada laki-laki yang kini hanya menatapnya dengan datar itu.


"Kenrick bagaimana kau bisa berada disini?” tanya Evelyn dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Berusaha untuk menetral kan dirinya yang kini tertangkap basah oleh Kenrick.


“Bagaimana aku tak berada di sini jika saat aku pulang tak mendapatimu di rumah?” tanya Kenrick dengan jelas jika laki-laki tersebut kini tengah menahan amarahnya, wanita nya itu memang cukup pembantah dan keras kepalanya. Evelyn kini hanya bisa menunduk dalam menahan takut pada Kenrick.


Salah nya memang yang tak pernah bisa patuh pada Kenrick dan terus saja keras kepala.


“Ayo pulang,” ajak Kenrick sambil merangkul pinggang wanita tersebut dengan begitu posesif. Memberitahu semua orang jika wanita cantik itu adalah miliknya.


“Evelyn kau benar tak ingin mem— Beli pakaian lagi?” Livi tergugu saat melihat keberadaan Kenrick begitupun Ivey yang melihat keberadaan Kenrick, dua wanita itu langsung gelapan juga takut. Sedangkan Kenrick kini sudah menatap tajam pada kedua sahabat Evelyn.


“Aku tidak akan segan pada kalian jika kalian membawa pergi Evelyn lagi tanpa seizinku,” tegas Kenrick dengan sarat akan ancaman juga penekanan dalam setiap kata yang diucapkan. Kedua wanita itu hanya bisa menelan salivanya susah payah mendengar ucapan penuh intimidasi itu.


"Sayang sudahlah ayo pergi. Lagipula itu bukan kesalahan mereka!” ucap Evelyn menarik Kenrick untuk segera pergi dari sana agar tidak lagi memperpanjang masalah dengan kedua sahabatnya itu dan membuat mereka takut. Bagaimanapun semua ini adalah kesalahannya dan ia harus bertanggung jawab.


“Aku akan menghukummu Sayang,” meskipun Kenrick mengatakannya begitu santai dan terdengar manis namun Evelyn dalam merasakan alarm bahaya yang kini bisa di dengar.


"Kenrick aku merasa bosan. Kau juga berbohong mengatakan akan mengajakku pergi, tapi kau malah ke kantor,” ucap Evelyn yang kini berusaha mencari pembenaran agar ia bisa lolos dari Kenrick. Walau ia tahu tak akan ada cara untuk lolos dari laki-laki itu.


“Sayang kau tahu ada masalah serius yang harus aku urus,” jelas Kenrick sambil menggenggam tangan Evelyn dengan erat.


Evelyn hanya mengerucutkan bibirnya kesal lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Kenrick yang hanya bisa menghela napasnya kasar. Saat tak memperhatikan jalannya Evelyn tak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf aku tak sengaja,” sesal Evelyn sambil menunduk untuk meminta maaf.


“Kau! Kau memang sengaja bukan,” wanita yang ditabrak Evelyn terkejut saat melihat jika yang ditabrak adalah Evelyn. Begitupun dengan Evelyn yang terkejut saat melihat siapa yang ia tambark.


"Cih ternyata kau. Sudahlah aku tak memiliki waktu untuk melayanimu,” ucap Evelyn yang memilih untuk pergi karena terlalu enggan untuk meladeni wanita yang tak lain adalah Marya.


“Mengapa jalanmu terburu-buru sekali apa kau takut telat untuk melayani tuanmu? Oh lihatlah belanjaanmu apa kau baru saja berkencan dengan om-om?” pertanyaan itu sontak membuat Evelyn yang awalnya sudah berjalan di depannya kini sontak menghentikan langkahnya dan berbalik berjalan ke arah laki-laki yang kini berjalan ke arah mereka.


“Apa aku terlihat seperti om-om sayang?” tanya Kenrick menaikkan sebelah alisnya. Di tangan laki-laki itu kini belanjaan Evelyn juga tak kalah banyaknya.


Evelyn dapat melihat Mariya yang terkejut dengan wajahnya yang menahan amarah. Jelas wanita itu tahu siapa laki-laki yang kini berdiri di depannya itu.


"Aku sungguh berterima kasih padamu karena telah mengambil Karel. Kau lihat bukan saat ini aku mendapatkan pengganti yang lebih baik,” ucap Evelyn dengan senyumannya. Tangannya kini begitu erat merangkul tangan Kenrick.


“Anda mau dengannya? Apakah dia sudah bisa memuaskan Anda Tuan? Aku akan menggantikannya jika Tuan kurang puas,” sisnis Marya yang kini malah dengan terang-terangan tengah merendahkan dirinya sendiri.


"Wow Marya kau memang berbakat merebut bekasku. Tapi sayang sekali Kenrick bukan Karel yang gampang tergoda pada ****** sepertimu,” ucap Evelyn dengan senyuman bangganya. Jika dulu Marya menawarkannya pada Kenrick mungkin Kenrick bisa saja langsung mengambilnya dan menaruhnya di rumah Selatan namun berbeda jika itu sekarang.


“Jangan terlalu meninggi! Jika Anda membutuhkan saya untuk menggantikan wanita suci ini. Anda bisa menghubungi saya Tuan,” ucap Marya yang masih saja dengan keangkuhannya dan senyuman menggodanya pada Kenrick yang hanya menatapnya dengan tatapan datar.


“Maaf Nona saya tidak berminat dengan barang bekas seperti Anda. Aku lebih suka pada gadis suci ini,” ucap Kenrick yang kini malah mencium kening Evelyn, menunjukkan pada wanita di depannya itu betapa berartinya Evelyn untuknya. Evelyn kini tersenyum mengejek ke arah Marya yang sudah menunjukkan wajah kesalnya.


“Kau akan menyesal Tuan,” tegas Marya yang malah membuat Kenrick tersenyum dengan evil dan sinis pada wanita itu.


“Bagaimana aku bisa menyesal hanya karenamu Nona. Gadisku jauh lebih baik darimu,” sinis Kenrick begitu telak menampar Marya yang sudah mengepalkan tangannya.


"Kau dengar bukan? Aku memang beruntung menemukannya. Dan melepaskan laki-laki seperti Kenrick. Dan ya kau bisa datang saat acara pernikahan ku nanti,” ucap Evelyn dengan senyumannya. Kini rasanya begitu puas melihat raut wajah Marya yang tengah begitu kesal.


“Sayang kita harus segera pergi,” ucap Kenrick karena tak nyaman berada dalam pertengkaran ini.


“Aku pergi dulu Marya. Jaga dirimu baik-baik.” Evelyn tersenyum sinis ke arah Mariya sebelum benar-benar pergi.


“Apa dia gadis yang mengambil laki-laki brengsek itu?” tanya Kenrick sambil menoleh sekilas ke arah belakang namun Evelyn langsung menahannya dengan tatapan tajamnya sedangkan Kenrick kini hanya menyengri mengetahui jika wanitanya itu tengah cemburu padanya.


Evelyn melihat ke arah Kenrick sambil mengangguk.


“Sebenarnya laki-laki itu sangat bodoh membuangmu. Kau jauh lebih cantik darinya. Hanya saja aku harus berterima kasih karena kini kau bisa denganku,” jelas Kenrick dengan senyumannya berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Aku juga sangat beruntung. Karena aku akhirnya menemukan laki-laki sebaik dirimu.” Evelyn tersenyum ke Kenrick sambil memeluk laki-laki itu dengan erat karena saat ini, itu yang Evelyn rasakan saat ini. Memiliki Kenrick memanglah sebuah keberuntungan untuknya. mereka saling tersenyum dan memeluk dengan erat tak ingin momen ini cepat berlalu.


***