
Evelyn mengerjapkan matanya berkali-kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya. Tatapannya menjelajah ke sekeliling ruangan yang kini di tempatnya lalu ia mengingat jika ia baru saja melahirkan anaknya sebelum akhirnya ia pingsan.
“Sayang kau sudah bangun?” tanya Kenrick saat melihat Evelyn yang kini sudah membuka matanya. Kenrick yang melihatnya segera menghampiri istrinya itu lalu menggenggam tangan Evelyn dengan begitu eratnya.
"Dimana anak kita Kenrick?” tanya Evelyn sambil menatap Kenrick dengan wajah lelahnya yang masih terasa begitu jelas.
Kenrick menatap ke arah sampingnya dan terlihat bibi Kenrick yang tengah menggendong seorang bayi. Evelyn tersenyum dengan haru tak menyangka kini akhirnya Evelyn memiliki seorang anak. Setelah sembilan bulan ia menunggu anaknya itu untuk hadir ke bumi kini akhirnya penantiannya sudah selesai. Ia sudah bisa melihat anaknya itu.
“Terima kasih Sayang. Aku mencintaimu,” ucap Kenrick sambil menciumi tangan Evelyn dengan begitu lembutnya. Evelyn yang mendengar nya hanya tersenyum dengan wajah lelahnya itu.
Bibi Kenrick yang berada di sana seolah tak melihat apa yang dilakukan oleh kedua keponakannya itu dan memilih untuk menyibukkan dirinya sendiri pada cucu keponakannya itu. Ia jadi tak sabar untuk menggendong cucu nya sendiri. Namun Ronald kini malah begitu sibuk dengan pekerjaannya sendiri.
"Aku juga mencintaimu,” ucap Evelyn dengan senyum,annya. Kenrick yang mendengarnya langsung mengecup kening Evelyn untuk mengungkapkan perasaannya pada wanitanya itu.
“Kalian sudah menyiapkan nama untuk anak kalian?” tanya Ailia pada Kenrick juga Evelyn yang kini sontak mengalihkan tatapannya pada Ailia yang kini mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari bibi nya itu.
Evelyn menoleh ke arah Kenrick membiarkan suaminya itu untuk memberikan nama pada anaknya. Kenrick terlihat menampilkan senyumnya sebelum menjawab pertanyaan dari bibinya itu.
“Mighel Raymond,” jawab Kenrick dengan senyumannya yang membuat Evelyn kini menaikkan sebelah alisnya menatap Kenrick dengan senyuman nya.
" Nama yang kau siapkan dari lima bulan lalu hm?” tanya Kenrick dengan menaikkan sebelah alisnya. Kenrick hanya membalasnya dengan kekehan. Memang nama itu adalah nama yang sudah disiapkan jauh-jauh hari dan tidak memberitahukannya pada Evelyn.
“ Bukankah sangat indah untuk putra tampan kita ini?” tanya Kenrick sambil mengambil alih anak nya dari Ailia. Kini ia lah yang menggendong anaknya itu, Menatap anaknya dengan senyumannya yang mengembang. Ia benar-benar dibuat terpesona dengan visual dari anak nya sendiri.
" Ya, memang indah. Mom berharap kau akan menjadi sosok yang bijaksana dan kuat,” ucap Evelyn sambil mengelus pipi anaknya yang kini berada dalam gendongan Kenrick.
“ Dia putraku tentu saja dia adalah laki-laki yang kuat,” ucap Kenrick ambil memberikan anaknya itu pada Evelyn sudah karena ia tahu istrinya itu pasti juga ingin untuk menggendong anak mereka.
“ Sudah, lebih baik kau berikan ASI dulu untuk putramu,” perintah Ailia saat melihat anak Evelyn yang kini juga membutuhkan Asi pertama dari ibunya itu. Evelyn mengangguk lalu memulai memberikan ASI untuk putra kecilnya itu. Evelyn terkekeh melihat anaknya itu yang begitu lahap.
" Oh rasanya aneh, karena menyusui bayi yang menggemaskan seperti Mighel,” ucap Evelyn dengan sesekali meringis karena Mighel yang menyesap nya begitu kuat. Seperti begitu kelaparan.
“ Memang aku bayi yang tidak menggemaskan?” tanya Kenrick dengan tatapan menggodanya pada Evelyn yang kini hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan suaminya yang begitu tak tahu malu itu.
" Tidak perlu tanya, kau tahu jawabannya,” sungut Evelyn dengan begitu malas meladeni Kenrick yang kini hanya terkekeh begitu pun Ailia yang hanya mampu terkekeh mendengarnya.
Mereka kini rasanya begitu bahagia karena anak mereka yang akhirnya kini lahir dan menjadi pelengkap untuk mereka.
***
Suara tawa dari taman belakang membuat Evelyn tersenyum dengan lebar. Mighel kini telah berusia lima tahun, tidak terasa putramu itu sudah tumbuh menjadi anak yang begitu aktif.
“Daddy terbang lebih tinggi!” Mighel yang kini berada di gendongan Kenrick merentangkan tangannya seraya tertawa.
" Hey! Ayo cepat turun! Mom membawakan makanan untuk kalian,” ucap Evelyn yang baru saja memasuki taman belakang sambil membawa piring yang berisi makanan ringan yang baru di buat nya itu.
“Mommy kau terlihat cantik, kemana kau akan pergi?” tanya Mighel mengabaikan makanan yang di bawakan oleh Evelyn. Ia lebih berfokus pada pakaian yang dikenakan oleh ibunya kini udah begitu rapi. Meskipun biasanya ibunya selalu rapi namun menurut Mighel kali ini ibunya berbeda bahkan ibunya juga menggunakan make up tipis dengan rambutnya yang di gerai sempurna.
"Aku akan berlibur mungkin?!” ucap Evelyn yang ingin untuk menggoda anaknya itu. Mighel kini sudah turun dari pundak Kenrick dan kini sudah berjalan ke arah Evelyn, menatap ibunya itu dengan tatapan polosnya.
“Kau akan meninggalkanku?” tanya Mighel menatap ibunya dengan tatapan sedih membuat Evelyn semakin ingin menggoda putra tampannya yang begitu menggemaskan itu.
" Sepertinya begitu. Kau harus tinggal bersama Daddy mu,” ucap Evelyn yang kali ini ikut untuk menatap anaknya itu dengan wajah sedihnya. Kenrick yang melihat anaknya sudah akan menangis segera mengambil Mighel dan membawanya pada gendongannya untuk ia ajak bersekutu melawan Evelyn.
“Tenang saja Sayang, Mommy mu tak akan bisa pergi tanpa kita,” ucap Kenrick dengan senyuman Evil nya yang membuat Evelyn hanya berdecak mendengar ucapan suaminya itu.
"Tentu saja aku bisa, mengapa tidak?” tanya Evelyn dengan senyuman sinisnya. Mighel kini sudah hampir meneteskan air matanya karena mengira jika ibunya itu benar-benar akan meninggalkannya.
“Karena aku akan mengurungmu bersama kita,” ucap Kenrick dengan ketegasanya yang kini berhasil mengubah ekspresi wajah Mighel. Mendengar ucapan ayahnya yang memang begitu sulit untuk dibantah siapapun itu membuka Mighel langsung tersenyum. Jika sekutunya seperti ini ia yakin bisa menang untuk melawan ibunya itu.
"Kalau begitu bagaimana jika kita berlibur bersama?” tanya Evelyn dengan senyumannya. Dapat Evelyn lihat wajah Mighel yang langsung berubah begitu bahagia mendengarnya. Kini bahkan ia sudah turun dari gendongan ayahnya.
“ Benarkah Mom?” tanya Mighel memastikan yang dijawab dengan anggukan dan senyuman oleh Evelyn.
" Tentu saja,” jawab Evelyn dengan senyumannya.
“Kemana kita akan pergi Mom?” tanya Mighel dengan begitu semangat dan antusias nya, bertanya pada ibunya tersebut.
" Tanya pada Daddy, karena dia yang akan menjadi supir kita hari ini,” ucap Evelyn yang memang sebelumnya sudah merencanakan dengan suaminya jika mereka akan mengajak Mighel untuk berlibur di hari libur ini. Menghabiskan waktu bersama dengan keluarga mereka.
“ Kemana kita akan pergi Daddy?” tanya Mighel bersemangat pada sang ayah yang kini tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaan dari anaknya itu.
“Rahasia,” ucap Kenrick dengan senyuman jahilnya yang membuat Mighel kini memberengut kesal mendengarnya.
“ Kau sangat tidak seru Daddy,” kesal Mighel yang setelahnya langsung berlari menuju kamarnya untuk bersiap. Evelyn yang melihat tingkah anaknya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu segera pergi untuk menyusul anaknya itu. Sedangkan Kenrick kini menuju kamar nya untuk bersiap.
***