
Tatapan sepasang anak cucu adam itu kini begitu fokus menatap ke arah depan. Hamparan dari taman bunga di depan mereka memang begitu memanjakan. Dengan kenyamanan yang di hadirkan oleh mereka. Tentu saja semakin membuat Kenrick juga Evelyn ingin terus berlama-lama berada di taman tersebut.
"Terima kasih Kenrick aku benar-benar bahagia.” Evelyn kini memulai pembicaraan kembali, setelah sedari tadi mereka hanya diam saja tanpa membuka pembicaraan.
“Tidak perlu, sudah tugas ku membuat senang,” ucap Kenrick dengan senyumannya sambil mengelus puncak kepala Evelyn sayang. Senyuman wanita tersebut kini mengembang dengan begitu sempurna, menciptakan lengkungan indah di wajahnya.
“Aku mencintai mu.” Evelyn mendekatkan dirinya ke arah Kenrick dan langsung mencium laki-laki itu yang segera dibalas olehnya. Hingga sama-sama kehabisan nafas barulah mereka melepaskan pagutan mereka.
“Aku juga sangat mencintaimu Sayang. Lebih dari apapun.” Kenrick menatap Evelyn yang kini berada di depannya dengan begitu dalam. Hanya dengan menatap mata Kenrick saja, Evelyn tahu jika laki-laki tersebut menyatakan kesungguhan dalam ucapannya.
"Jangan pernah tinggalkan aku Kenrick,” ucap Evelyn sambil menundukkan kepalanya. Melihat hal tersebut Kenrick menggapai dagu Evelyn lalu mengangkatnya membuat Evelyn kini saling berhadapan dengan Kenrick.
“Aku akan menjadi laki-laki paling bodoh jika melakukan hal itu,” ucap Kenrick tegas. Ia sudah pernah kehilangan Evelyn karena kebodohannya. Jadi ia tak ingin lagi untuk kehilangan wanitanya tersebut untuk kesekian kalinya.
Evelyn tersenyum bahagia mendengarnya. Tak pernah Evelyn kira kehidupan keras yang Evelyn hadapi akan berbuah sebuah kebahagian di akhirnya.
"Anakku memang sangat beruntung memiliki dady sepertimu,” ucap Evelyn sambil mengelus perutnya yang di ikuti oleh Kenrick yang kini juga ikut mengelus perut Evelyn yang masih datar.
“:Dan dia jauh lebih beruntung memiliki mommy sepertimu,” ucap Kenrick yang membuat mereka sontak tertawa mendengar ucapan dari mereka.
Hari ini adalah hari yang begitu bahagia, berada di sisi laki-laki yang begitu Evelyn cintai. Meskipun tadi ia sudah begitu bosan namun Kenrick berhasil mengalihkan rasa bosannya.
“Ayo masuk ini sudah waktunya Evelyn kembali ke kamar. Ingat pesan dokter Evelyn harus istirahat total,” ajak Kenrick karena merasa mereka sudah begitu lama berada di luar.
Evelyn menghembuskan nafasnya kasar dengan bibir mengerucut, rasanya Evelyn masih enggan untuk kembali ke kamar.
"Kenrick tunggu sebentar lagi. Aku masih ingin di sini. Anak kita butuh udara segar Kenrick,” ucap Evelyn yang masih ingin berlama-lama berada di taman tersebut. Kenrick menghembuskan napasnya lelah lalu mendekap Evelyn lebih erat.
“Hanya lima menit.” Kenrick berujar dengan begitu tegas.
Laki-laki itu memang sangat pemaksa. Setelah menghabiskan waktu hanya saling berdiam diri sambil saling memeluk.
“Hm sepertinya setelah ini aku akan sering mendengar alasan yang beratas namakan anak kita,” ucap Kenrick dengan candaannya. Evelyn mengerucutkan bibir kesal mendengar ucapan Kenrick.
"Ini benar Kenrick. Anak kita akan stres jika mommy nya stres. Kau tahu aku sangat bosan berada di dalam,” sanggah Evelyn yang tak mau kalah. Kenrick hanya bisa menggeleng lalu mengelus puncak kepala wanitanya itu.
Namun setelahnya tanpa persiapan laki-laki itu malah menggendong Evelyn membawa wanitanya itu menuju kamar.
***
Evelyn kini tengah berada di dapur sambil menikmati es krimnya, sedangkan Kenrick kini tengah berada di kantor karena selama beberapa bulan kedepan setelah berbagai pemaksaan yang Evelyn lakukan akhirnya Kenrick setuju untuk tetap tinggal di New York. Dan pada akhirnya Kenrick harus mengurus perusahaannya yang berada di sana selama mereka tinggal di kota tersebut.
“Hanya sendiri Nyonya?” suara laki-laki yang begitu ia kenali kini menyapa pendengaran Evelyn. Membuat wanita yang awalnya fokus dengan ponselnya tersebut segera menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Sean yang kini tersenyum ke arahnya dengan begitu manis.
“Berdua,” ucap Evelyn sambil mengelus perutnya yang membuat Sean tertawa mendengar jawaban dari wanita yang kini memang tengah berbadan dua itu.
“Bagaimana? Luluh pada akhirnya dan mau memaafkannya?” tanya Sean menaik turunkan alisnya menggoda wanita di depannya itu dengan senyuman menggodanya.
“Apa aku punya pilihan lain? Kau bahkan sudah memihak tuan mu lagi,” sinis Evelyn yang malah membuat Sean tertawa mendengarnya.
“Karena aku tahu dia begitu tulus pada mu. Aku memang mencintaimu dan menyayangi mu, namun aku akan menjadikanmu sebagai adik ku,” ucap Sean dengan senyumannya sambil mengelus puncak kepala Evelyn sayang.
“Baik, jadilah kakak ku,” ucap Evelyn sambil menyodorkan gelasnya untuk bersulang pada Sean.
Sean tersenyum melihatnya lalu segera mengulurkan gelasna juga pada Evelyn untuk bersulang.
“Terima kasih telah menjaga ku,” ucap Evelyn tulus. Karena selama ia bersama Kenrick, Sean lah yang selalu menemaninya dan menjaganya. Tak hanya Sean namun juga ada Steve juga para pelayannya.
Evelyn begitu bersyukur karena ia dipertemukan dengan orang-orang baik setelah semua penderitaan dan rasa sakit yang ia rasakan.
“Hey, apa aku tertinggal sesuatu?” suara yang begitu keras itu kompak membuat Sean dan Evelyn menoleh ke arah sumber suara dan mereka langsung mendapati Steve yang kini berjalan dengan menyeret koper nya ke arah mereka.
“Steve,” suara Evelyn terdengar begitu bahagia saat melihat pengawal nya yang sudah lama tak di lihatnya itu.
Sean yang melihat Steve hanya menggelengkan kepalanya melihat bagaimana tingkah dari rekan kerja sekaligus sahabat yang sudah ia anggap seperti saudara nya sendiri.
“Beruntung Tuan tak ada di rumah, jika saja ada Tuan kau pasti sudah terkena amarahnya karena berteriak,” sungut Sean memperingati Steve yang kini menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena salah tingkah.
“Aku hanya terlalu bahagia karena akhirnya aku bisa melihat kalian, sudah lama juga aku tak bertemu dengan mu nyonya,” ucap Steve yang Evelyn balas dengan anggukan.
Steve kini duduk di samping Sean. Evelyn menuangkan jus untuk laki-laki tersebut lalu meletakkan di depan Steve.
“Anggap sebagai penyambutan mu,” ucap Evelyn yang tentu saja langsung di terima dengan senang hati oleh Steve.
Bagi Steve, Evelyn memang berbeda dari wanita Kenrick yang lain. Evelyn begitu baik. Tak pernah memandang rendah bawahan Kenrick dan mau berteman dengan siapapun.
“Terima kasih Nyonya,” ucap Steve tulus dan segera menegak minumannya.
“Kau bisa memanggilku Evelyn saat tak ada Kenrick,” jelas Evelyn yang sonatk membuat mereka tertawa mendengar ucapan Evelyn yang tahu bagaimana Kenrick.
“Bagaimana bisa kau berada di sini?” tanya Sean penasaran. Karena seingatnya Steve diperintahkan untuk menjaga Las Vegas oleh Kenrick.
“Karena kalian akan berada di sini begitu lama jadi Tuan meminta ku untuk ikut bersama kalian. Dan Las Vegas sudah Max yang mengurus,” jelas Steve yang membuat Evelyn dan Sean mengangguk. Hingga akhirnya mereka saling bercanda dan bercerita bersama tanpa ada penghalang karena status di antara mereka.
***