Mafia's woman

Mafia's woman
Kembali Posesif



Kemarin dokter sudah memperbolehkan Evelyn untuk pulang dan akhirnya kini Evelyn berada di mansion besar milik Kenrick yang berada di New York. Sebenarnya Kenrick sudah akan membawa Evelyn untuk kembali ke Las Vegas namun Evelyn menolaknya dengan tegas. Dengan alasan Evelyn belum memaafkan Kenrick sepenuhnya. Jika Kenrick tak ingin tinggal makan Evelyn yang akan tinggal. Mendengar ancaman tersebut akhirnya mau tak mau Kenrick menuruti permintaan Evelyn untuk tetap tinggal.


Mereka kini tengah berada di kamar, sudah dari kemarin Kenrick menyekap Evelyn di kamar dan tak membiarkan wanita tersebut untuk beranjak dari tempatnya.


“Tidurlah Sayang, kau harus banyak istirahat,” ucap Kenrick yang kini tengah berada di sofa sambil mengurus pekerjaannya. Sedangkan Evelyn kini tengah membaca majalah tentang kehamilan di ranjang nya.


Kenrick memang tak pernah membiarkan Evelyn sendiri, laki-laki tersebut selalu setia menemani Evelyn.


"Tapi aku sudah lelah hanya tidur seharian Kenrick,” ucap Evelyn yang kini mulai mengeluh.


Evelyn menutup majalahnya lalu segera turun dari ranjang dan berjalan ke arah Kenrick.


“Tapi dokter mengatakan jika kau harus banyak beristirahat,” ucap Kenrick sambil menatap wanitanya itu dengan lembut, ia hanya tak ingin jika sampai terjadi sesuatu pada Evelyn. Sangat berlebihan memang namun Kenrick hanya berjaga-jaga saja.


“Memang seharusnya aku berada di kediaman Livi atau di apartemen saja,” dengus Evelyn dengan kekekasalnnya, mendengar ucapan Evelyn, Kenrick sontak menoleh ke arah Evelyn dengan tajam yang kini berdiri di depannya.


“Mengapa kau berkata seperti itu sayang? Aku melakukannya untuk menjaga mu. Aku hanya tak ingin kau kelelahan dan kembali masuk rumah sakit, aku khawatir pada mu dan calon anak kita Evelyn,” ucap Kenrick dengan helaan nafas kasar.


Evelyn yang mendengar ucapan Kenrick hanya bisa menghela nafasnya kasar lalu memilih duduk  di samping Kenrick. Membuat Kenrick yang berada di sampingnya  sambil mengerjakan pekerjaan kantor dari laptopnya menoleh ke arah Evelyn.


“Aku tahu kau khawatir tapi kau begitu berlebihan Kenrick. Aku baik-baik saja sekarang, aku sudah lebih baik,” ucap Evelyn sambil menggenggam tangan Kenrick.


“Tidak, kau bukan dokter. Dan dokter mengatakan jika kau harus istirahat hingga besok,” ucap Kenrick tegas seolah tak menerima bantahan.


“Cih! Aku bahkan tahu kau yang menyogok dokter itu,” kesal Evelyn yang memang sudah mendengar pembicaraan Kenrick dan dokter tersebut. Agar dokter itu mengatakan Evelyn untuk beristirahat lebih lama.


Kenrick yang mendengar ucapan Evelyn dan merasa jika ia sudah ketahuan langsung menoleh ke arah Evelyn yang kini sudah melepaskan tangannya dari Kenrick. Dan jujur saja Kenrick rasanya begitu hampa saat Evelyn melepaskan tangannya.


"Aku sangat bosan Kenrick. Aku ingin jalan-jalan,” dengus Evelyn yang kini sudah merosotkan tubuhnya di sofa dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa karena begitu bosan jika harus terus berada di rumah saja. Apa lagi Kenrick yang terus mengurungnya di kamar.


“Tidak sekarang Sayang. Dokter menyuruhmu untuk beristirahat sampai besok. Kau bisa berjalan-jalan besok,” ucap Kenrick memberikan penawarannya. Evelyn yang mendengarnya hanya menghela nafasnya kasar. Ia merasa sudah tak bisa lagi untuk menahan kebosanannya itu. Kini rasanya ia benar-benar merasa begitu lelah dan ingin keluar dari sangkar emas nya itu.


"Tapi aku bosannya hari ini. Kau sungguh tak pengertian,” kesal Evelyn yang kini sudah beranjak dari posisinya dan hendak pergi namun Kenrick malah menahannya dan kini malah menatapnya dengan tatapan tajamnya. Membuat Evelyn mengerucutkan bibirnya dan akhirnya hanya bisa pasrah. Rasanya ia belum puas untuk bebas dan belum sepenuhnya memaafkan Kenrick namun laki-laki tersebut kini telah kembali mengekangnya dan bersikap posesif seperti sebelumnya.


"Aku sangat menyebalkan. Belum juga aku memaafkan mu sepenuhnya namun kini kau sudah menjerat ku lagi,” kesal Evelyn sambil menghempaskan tangan Kenrick yang mencekal tangannya.


“Semua demi kebaikanmu. Sekarang kembali tidur,” perintah Kenrick yang kini malah menggendong Evelyn dan membawa wanitanya tersebut ke arah ranjang. Tanpa menghiraukan kemarahan Evelyn karena kini bagi Kenrick lebih baik Evelyn marah padanya daripada terjadi sesuatu yang buruk pada wanitanya itu.


"Kau akan membuatku menjadi gemuk,” ucap Evelyn dengan dengusan kesalnya. Namun tetap saja akhirnya ia melingkarkan tangannya pada leher Kenrick agar tidak terjatuh.


“Aku akan terus mencintaimu seperti apapun dirimu,” ucap Kenrick dengan senyumannya yang kini mampu membuat Evelyn rasanya ingin terbang mendengar kalimat yang kulair dari mulut Kenrick. Meskipun laki-laki tersebut mengatakan nya dengan wajah datarnya namun ucapannya terasa begitu tulus bagi Evelyn.


"Aku ingin menonton,” ucap Evelyn yang nyatanya tak bisa lagi untuk memejamkan matanya dan beristirahat dengan tenang.


Kenrick yang mendengarnya segera berjalan ke arah televisi dan menyalankannya lalu memberikan remotenya pada wanitanya itu. Evelyn tersenyum ke arah Kenrick lalu merebahkan tubuhnya dengan bersandar pada laki-laki tersebut.


“Kau butuh yang lain?” tawar Kenrick yang sama sekali tidak masalah jika Evelyn harus merepotkannya. Justru ia senang jika Evelyn membutuhkannya, itu tandanya perlahan Evelyn sudah menerimanya dan akan terus merasa terikat padanya.


"Tidak. Begini saja sudah nyaman,” ucap Evelyn yang kini kembali mencari posisi nyamannya di tubuh Kenrick. Setelah mendapatkannya ia kembali fokus pada tayangan di depannya.


"Kenrick apa kau belum selesai dengan pekerjaanmu?” tanya Evelyn saat mereka sudah saling terdiam dalam waktu yang cukup lama.


“Belum Sayang, ada apa?” Kenrick tak mengalihkan tatapannya dari pekerjaan di depannya itu. Evelyn akhirnya hanya membalasnya dengan gelengan sambil menghela nafasnya berat. Kenrick yang mendengarnya menggeleng melihat tingkah wanitanya itu lalu segera menutup laptopnya dan memeluk Evelyn dengan erat.


Kenrick tahu jika Evelyn kini tengah bosan dan tak bisa menahannya lagi. Namun ia juga tak ingin sampai Evelyn kelelahan jika ia mengajak wanitanya itu untuk jalan-jalan di luar.


“Ingin berkeliling Mansion?” tanya Kenrick akhirnya memilih mengalah. Tak ada salahnya kan jika hanya mengajak wanitanya itu untuk berjalan di sekitaran Mansion? Jika Evelyn lelah mereka bisa langsung untuk istirahat.


Mendengar ucapan Kenrick, Evelyn langsung mengangguk semangat. Kenrick segera berdiri membuat Evelyn ikut berdiri.


Meskipun logikanya berkata untuk tidak dulu memaafkan Kenrick namun hati nya kini sudah memaafkan laki-laki tersebut. Begitu sulit memang untuk terus marah pada Kenrick, cara Kenrick memperlakukan Evelyn cukup mampu membuat Evelyn luluh dengan sikapnya.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Maaf ya cuma bisa up 1 bab untuk hari ini. Karena aku lagi kurang sehat jadi belum bisa untuk nulis.


Kalian jaga kesehatan ya.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita temen aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.