Mafia's woman

Mafia's woman
Jebakan



“Kau tak boleh minum alkohol malam ini,” ucap Kenrick dan mengambil gelas berisi alkohol yang akan Evelyn tegak. Mendengar ucapan Kenrick tersebut Evelyn akhirnya hanya bisa mengerucutkan bibirnya malas mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Hanya satu gelas,” ucap Evelyn dengan tatapan memelasnya yang hanya di belas dengan gelengan tegas oleh Kenrick. Evelyn hanya bisa berdecak kesal mendengarnya. Kenrick memang begitu keras kepala dan Evelyn tak menyukai sikap Kenrick yang satu itu.


“Ck, aku mau ke kamar mandi,” ucap Evelyn kesal. Dengan langkah kesalnya akhirnya gadis tersebut memilih untuk menuju ke arah kamar mandi untuk memenuhi panggilan alamnya.


Melihat kepergian Evelyn, Kenrick segera memanggil Jessie meminta wanita tersebut untuk mengawasi Evelyn. Ia hanya takut terjadi sesuatu pada wanitanya tersebut. Jessie dengan patuh mengikuti Evelyn, namun karena Evelyn berjalan dengan cepat ia tertinggal jauh di belakang.


“Tuan,” panggil seorang pelayan menyodorkan minuman untuk Kenrick, dengan malah Kenrick mengambil minuman tersebut dan menegaknya hingga tandas. Pelayan yang memberikan minuman pada Kenrick tersenyum menyeringai puas saat Kenrick menegak habis minuman yang ia berikan, merasa senang karena laki-laki tersebut masuk dalam jebakannya.


Tak lama Kenrick merasa jika ada yang aneh dari tubuhnya, tubuhnya kini terasa begitu panas setelah meminum minuman yang diberikan oleh pelayan tersebut. Kepalanya kini sudah terasa begitu pusing, namun matanya kini masih menjelejalan mencari pelayan yang tadi memberikannya minum tersebut.


Kenrick bukannya tak tahu apa yang diberikan oleh pelayan tersebut padanya.


“Sialan,” maki Kenrick dengan sorot matanya yang begitu tajam. Kini fokusnya adalah Evelyn, ia tahu pasti ada rencana dibalik ini semua.


Dengan langkah cepatnya yang terlihat sempoyongan laki-laki tersebut berjalan ke arah kamar mandi dan bersamaan dengan itu Jessie datang dengan wajah takut-takutnya. Kenrick kini sudah menegak, seolah mengetahui apa yang selanjutnya akan wanita paruh baya tersebut katakan.


“Tuan, Nyonya tak ada di kamar mandi,” ucap Jessie yang membuat Kenrick kini mengepalkan tangannya dengan marah mendengar ucapan wanita tersebut. Ia kini begitu takut terjadi sesuatu yang buruk pada wanitanya tersebut.


“Panggil Steve, minta dia menemui ku. Dan kau tetap cari Evelyn bersama pelayan dan pengawal lain tanpa membuat keributan,” perintah Kenrick dengan tegas pada Jessie. Jessie hanya menjawabnya dengan anggukan dengan wajahnya yang kini terlihat takut juga khawatir.


Dengan langkah gontainya kini Kenrick membawa tubuhnya untuk mencari keberadaan Evelyn. Ia tak peduli dengan apa yang ia rasakan. Sebisa mungkin Kenrick kini menahan rasa yang semakin panas tersebut. Bahkan laki-laki tersebut hanya selalu menjaga dirinya agar tidak disentuh oleh orang lain.


“Tuan,” suara wanita yang kini menggenggam tangan Kenrick tersebut membuat Kenrick menoleh dengan begitu tajamnya.


“Megan?” tanya Kenrick dengan sorot mata tajamnya yang membuat Megan kini menundukkan kepalanya.


“Aku tahu kau membutuhkan kami saat ini Tuan,” ucap Megan dengan tatapan khawatir nya namun suaranya ia buat semanja mungkin untuk semakin membangkitkan gairah Kenrick.


Dengan kasar Kenrick menghempaskan tubuh wanita tersebut yang sontak membentur dindin di belakangnya.


“Kau mencari mati Megan,” tegas Kenrick. Bersamaan dengan itu Steve kini datang yang membuat Megan memelototkan matanya, karena seingat nya ia sudah membuat laki-laki tersebut meminum obat tidur. Atau Steve malah tak meminumnya? Ini memang salahnya karena tak memastikannya lebih dulu.


“Tuan, Anda baik-baik saja?” tanya Steve dengan tatapan khawatir pada Taunnya tersebut.


“Panggil bawahan mu untuk mengurusnya. Antar aku ke ruang pribadi ku,” ucap Kenrick dengan begitu tegasnya pada Steve. Megan kini berhasil dibuat ketakutan saat melihat sorot mata Kenrick dan Steve yang menajam.


Mencari masalah dengan Kenrick memang adalah cara bunuh diri paling tidak elit. Namun rasa takut jika Kenrick akan membuangnya membuat ia melakukan semua ini. Steve segera menghubungi pengawal lainnya dengan earphone yang ia gunakan agar mereka mengurus Megan.


“Tuan aku mohon maafkan aku Taun,” ucap Megan yang kini terus memohon pada Kenrick yang mulai berjalan. Sedangkan ia kini sudah di seret dengan paksa oleh pengawal Kenrick menuju pintu belakang agar tak membuat para tamu merasa terganggu.


Megan terus saja memohon untuk dilepaskan namun para pengawal tersebut seolah menulikan telinga mereka dan tetap menyeret Megan.


“Minta Jola untuk mencari Evelyn lewat kamera pengawas, dan minta Mick untuk memeriksa gedung selatan siapa saja yang tak ada di sana,” perinta Kenrick dengan begitu tegasnya saat laki-laki tersebut kini sudah berada di ruang pribadinya bersama dengan Steve.


Ia benar-benar tak akan membiarkan begitu saja, siapapun yang terlibat dengan semua ini ia tidak akan mengampuni mereka. Apa lagi jika terjadi sesuatu pada wanitanya nya.


***


Evelyn kini menatap tajam pada wanita yang kini tengah menatapnya dengan menyeringai. Evelyn menatap mereka seolah mereka adalah iblis yang harus dimusnahkan.


“Kalian pikir Kenrick akan diam saja melihat tingkah kalian ini?” tanya Evelyn dengan tatapan tajamnya yang malah di balas tawa oleh para wanita yang berawa di sana. Seolah apa yang Evelyn katakan hanyalah sebuah omong kosong.


“Kau pikir Kenrick akan menolongmu? Mungkin saat ini ia tengah bersenang-senang dengan salah satu di antara kami. Dan aku akan menyusulnya,” ucap salah satu wanita yang berada di sana. Wanita tersebut adalah Carlo, wanita yang kini tengah bersedekap dada sambil menatap sinis pada Evelyn yang tengah terikat di sebuah kursi,


“Pergilah dari sini Evelyn, kau sama saja dengan kami. Kau hanya alat pemuas nafsu Taun Kenrick,” ucap Carlo yang membuat Evelyn malah tersenyum dengan sinis mendengarnya.


“Benarkah? Jika aku sama saja dengan kalian, tak mungkin Kenrick akan menikahiku. Dan tak mungkin kalian harus melakukan semua ini dan membuang-buang waktu kalian jika kalian tak takut akan di usir karena posisi ku,” sinis Evelyn yang tepat sasaran. Mendengar jawaban Evelyn yang begitu berani ini Carlo mengepalkan tangannya sambil mengeraskan rahangnya. Karena sebenarnya apa yang Evelyn katakan itu benar adanya. Mereka tentu merasa takut jika Kenrick akan membuat mereka.


“Dan kau Carlo, apa peringatan Kenrick kemarin malam tak membuatmu merasa takut? Kau cukup berani,” ucap Evelyn dengan senyuman lebarnya.


Ucapan Evelyn yang begitu angkuh tersebut berhasil menyulut emosi empat wanita yang berada di sana. Hingga akhirnya mereka malah bergantian memukuli dan menampar Evelyn membuat tampilan wanita cantik tersebut menjadi berantakan.


Namun tak lama suara pintu yang dibuka dengan paksa membuat keempat wanita tersebut dengan kompak melihat ke arah pintu yang kini berdiri dua orang laki-laki bertubuh besar dengan dua wanita yang kini sudah menatap mereka dengan tajam.


Kesadaran Evelyn perlahan menghilang namun sebelum mata indah tersebut tertutup senyuman lebarnya terbit dengan begitu indahnya.


“Aku tahu kau memang mencintaiku Kenrick,” gumam Evelyn sebelum kegelapan menyapanya.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.