
Saat Evelyn memasuki ruangan tersebut Evelyn merasa terkejut dengan pemandangan yang berada di depannya, Kenrick tengah memangku seorang wanita dengan pakaian yang begitu ketat. Melihat hal itu entah mengapa Evelyn merasa begitu kesal dan marah. Evelyn Mengepalkan tangannya menahan amarah yang siap meletus kapan saja.
Tak ingin membuat hatinya semakin sakit Evelyn lebih memilih untuk pergi dari sana. Sean yang berada di belakang Evelyn juga ikut pergi bersama dengan gadis tersebut. Evelyn kembali duduk di meja bar dan memesan minumannya lagi. Melihat hal tersebut Sean menjadi tak tega melihatnya.
“Aku rasa Tuan Kenrick hanya menghargai rekan bisnisnya dan ikut berpesta,” ucap Sean berusaha untuk memberikan pengertian pada Evelyn.
"Bisakah kau diam?! Aku sedang tak berminat untuk berbicara,” ucap Evelyn yang kini kembali menenggak minumannya hingga tanda tanpa menghiraukan Sean yang melarangnya.
“Apa kau mulai menyukainya, Nona?” tanya Sean dengan penasaran. Bukan tanpa alasan ia menanyakannya pasalnya yang ia tahu semenjak Evelyn memasuki mansion Kenrick, Evelyn selalu meminta untuk dibebaskan dan sama sekali tidak peduli dengan Kenrick ataupun wanita yang Kenrick miliki. Namun kini saat melihat Kenrick bersama dengan wanita klub tersebut ia malah marah.
"Cih! Tak akan pernah. Mencintai laki-laki yang suka bermain perempuan hanya akan membawa luka,” tegas Evelyn yang malah membuat Sean terkekeh mendengar jawaban dari Evelyn tersebut seolah ia tak percaya dengan ucapan Evelyn yang baginya hanya sebuah alibi untuk menutupi perasaannya tersebut.
“Benarkah? Tapi yang aku lihat kau menyukainya,” ucap Sean yang kini tersenyum dengan begitu sinisnya pada Evelyn yang kini juga tersenyum sinis lalu kembali memesan minuman hingga tanpa sadar Evelyn sudah menghabiskan empat gelas. Rasa pusing mulai menjalar namun kesadarannya masih utuh.
“Nona jangan minum terlalu banyak,” peringat Sean pada Evelyn karena ia sudah melihat Nonanya tersebut yang terlihat tak baik-baik saja.
"Sean, ternyata kau cukup tampan hanya saja terlalu banyak bicara,” ucap Evelyn dengan senyumannya saat melihat Sean. Mendengar hal tersebut Sean terdiam namun dengan cepat ia mengalihkan pandangannya berusaha membuat dirinya sadar jika gadis tersebut adalah milik Tuannya.
Tak jauh dari Evelyn duduk,, Evelyn melihat Kenrick berjalan ke arahnya bersama salah satu laki-laki yang merupakan rekan bisnisnya.
"Bantu aku kali ini,” ucap Evelyn dengan tatapan memohonnya pada Sean yang kali ini mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan gadis tersebut. Sebelum akhirnya ia memelototkan matanya saat Evelyn yang langsung mencium nya dan tersenyum dengan begitu indahnya setelah pagutan mereka terlepas.
“Kau membuatku berada dalam masalah Nona,” ucap Sean dengan tatapan sedihnya pada Evelyn yang kini malah tersenyum tak peduli. Sean menghembuskan nafasnya kasar memikirkan nasibnya yang setelah ini entah akan menjadi apa di tangan Kenrick.
“Hey! Lihat siapa ini? Kekasihmu Sean?” tanya seorang laki-laki yang tadi berjalan ke arah Kenrick menyapa Sean yang tak menjawabnya dan itu membuat senyum kemenangan terpatri di wajah Evelyn.
"Ya aku adalah kekasihnya, bukan begitu Sayang?” tanya Evelyn dengan senyumannya menatap Sean meminta persetujuan. Evelyn juga melihat ke arah Kenrick dengan senyuman sinisnya. Evelyn kini dapat melihat laki-laki itu sebisa mungkin menahan amarahnya.
“Kau memang benar-benar membuatku berada dalam masalah Nona,” ucap Sean lagi pada Evelyn yang malah seolah tak memperdulikannya.
Sentakan yang begitu kuat membuat Evelyn berdiri dan kini berada dalam rangkulan laki-laki yang tak lain adalah Kenrick. Evelyn cukup terkejut dengan Kenrick yang malah langsung menariknya tersebut.
"Apa yang kau lakukan?” marah Evelyn pada Kenrick yang kini sudah menatapnya dengan tajam seolah siap menguliti Evelyn kapan saja.
“Harusnya aku yang bertanya seperti itu!” marah Kenrick pada Evelyn. Ia kini benar-benar marah dengan apa yang Evelyn lakukan. Gadis yang dengar berani telah menantangnya dengan mengi barkan bendera perang tersebut kini menatapnya dengan nyalang seolah tak takut sama sekali.
"Mengapa? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Evelyn dengan begitu polosnya. Evelyn benar-benar berhasil menguji kesabarannya.
Merasa malas meladeni Kenrick Evelyn lebih memilih untuk pergi dengan sedikit sempoyongan. Tentunya Kenrick mengikuti Evelyn takut terjadi sesuatu pada gadis nya tersebut.
“Kau akan merasakan akibatnya Sean!” Marah Kenrick pada Sean menatap dengan tatapan membunuh ke arah asistennya tersebut yang kini sudah meneguk salivanya dengan susah payah mendengar ancaman dari Tuannya tersebut. Ia bukan tak tahu apa yang setelah ini akan Tuannya tersebut lakukan padanya.
“Sean, apa kau berbagi kekasih dengan tuanmu?” tanya Mark yang sedari tadi masih berada di sana menyaksikan sebuah drama yang terlihat begitu menarik untuknya. Bagaimana tidak, Kenrick yang biasanya tak peduli dengan wanita dan hanya menjadikannya sebagai pemuas nafsu kini malah mengambil gadis bawahannya sendiri.
“Dia calon istri Tuan Kenrick dan bukan kekasih saya,” tegas Sean pada Mark. Setelah mengatakan hal tersebut Sean langsung pergi menyusul Evelyn dan Kenrick, sedangkan Maxi masih melanjutkan pertemuan tersebut.
Saat tengah berada di mobil Kenrick memandang Evelyn dengan wajah tajam dan datarnya. Namun Evelyn memilih untuk mengabaikannya dan lebih memilih untuk melihat pemandangan diluar jendela yang terlihat lebih menarik.
“Mengapa kau mencium Sean? Apa kau menyukainya?” tanya Kenrick yang akhirnya membuka suara dengan begitu tajam. Mendengar ucapan kenrick dengan segera gadis tersebut melihat ke arah Kenrick dengan tajamnya.
"Mengapa kau memangku ****** itu? Apa kau ingin menikmatinya?” tanya Evelyn tak kalah tajamnya dari Kenrick. Bukannya menjawab pertanyaan Kenrick Evelyn malah balik bertanya. Mendengar hal tersebut Kenrick menyipitkan matanya menatap Evelyn dengan tatapan curiganya.
“Apa kau cemburu?” tanya Kenrick dengan begitu santainya namun begitu tepat sasaran. Evelyn yang malu mengakuinya kini malah tertawa dengan hambar lalu kembali mengubah ekspresinya menjadi datar dengan tatapan tajamnya.
"Bahkan tidak dalam mimpimu sekalipun,” tegas Evelyn pada Kenrick yang kini malah mengelus puncak kepalanya mungkin laki-laki itu sudah tahu jika Evelyn tengah cemburu padanya.
“Jika memang cemburu katakan saja, namun tetap caramu melampiaskannya salah,” tegas Kenrick pada Evelyn yang kali ini segera melihat ke arah Kenrick dengan tatapan tajamnya. Ia tak suka jika Kenrick mengetahui perasaannya. Ia hanya tak ingin jika laki-laki tersebut mengetahuinya maka Kenrick akan melakukan seenaknya pada dirinya.
“Jangan berharap. Dan untuk ciuman itu, kau tak perlu memusingkannya lagi pula Sean juga tak kalah tampan,” ucap Evelyn yang sengaja untuk membuat Kenrick semakin kesal. Kenrick sudah menatap Evelyn semakin tajam namun sama sekali tak membuat gadis tersebut takut.
“Kau akan mendapatkan hukumannya setelah ini,” tegas Kenrick yang sama sekali tidak Evelyn hiraukan. Karena ia berpikir Kenrick tak akan berani untuk macam-macam dengannya namun sepertinya Evelyn salah. Karena laki-laki tersebut bisa melakukan apapun.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.