Mafia's woman

Mafia's woman
Kejahilan Evelyn



Kenrick kini berhasil di buat menganga melihat penampilan Evelyn yang sama sekali tidak berubah dari saat ia masuk ke ruang ganti. Wanita tersebut masih saja menggunakan pakaiannya semula. Evelyn yang melihat wajah Kenrick yang tampak aneh menaikkan sebelah alisnya bingung.


“Kenapa? Mengapa wajahmu seperti itu?” tanya Evelyn dengan wajah polosnya bahkan kini terlihat senyuman gadis tersebut yang tampak bingung melihat reaksi Kenrick.


“Kau berada begitu lama di ruang ganti dan tak ada perubahan saat keluar?” tanya Kenrick dengan wajah bingungnya. Jujur saja sebenarnya kini ia ingin melihat Evelyn dengan gaun pengantinnya, agar sebelum orang lain melihat betapa cantik wanitanya itu ialah orang yang pertama kali melihatnya namun Evelyn malah tidak memakai gaun pengantinnya.


“Aku sudah mencoba nya di dalam dan semua nya pas,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang kini malah membuat Kenrick tersenyum dengan getir mendengar jawaban dari wanitanya tersebut.


“Kau tak ingin menunjukkan nya pada ku?” tanya  Kenrick dengan tatapan tak percayanya pada Evelyn yang hanya menjawabnya dengan anggukan polos tanpa rasa bersalah, sedangkan Mila kini berusaha menahan tawanya saat melihat pasangan di depannya tersebut.


“Kau juga tak menunjukkan nya pada ku, bukan?” tanya Evelyn yang kini malah balik menyerang Kenrick dengan wajah polosnya itu. Mengucapkannya seolah tak ada beban. Kenrick hanya tertawa getir mendengar ucapan Evelyn yang seolah memasang tameng kaca saat ia menyerangnya dengan cahaya.


“Baiklah jika begitu aku akan kembali ke ruang ganti dan akan menunjukkannya padamu, kau juga lakukan hal yang sama,” ucap Kenrick membuat penawaran yang hanya Evelyn balas dengan gelengan.


“Yang harus kita kerjakan banyak, jadi tak perlu membuang waktu itu. Lagi pula aku tak penasaran dengan tampilan mu,” ucap Evelyn berdusta, sebenarnya ia sudah melihat penampilan Kenrick tadi saat ia keluar dari ruang ganti dan tak menemukan Kenrick di tempatnya jadi ia menyusul laki-laki tersebut untuk melihat penampilan Kenrick.


Evelyn memang sengaja tak mau menunjukkannya pada Kenrick, ia ingin melihat reaksi langsung dari laki-laki tersebut saat pernikahan mereka nanti. Jadi biarkan saja laki-laki tersebut merasa penasaran.


“Mila, terima kasih telah membantu. Kalau begitu kita pergi dulu,” ucap Evelyn dengan senyumannya pada Mila yang menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.


Setelahnya Evelyn keluar lebih dulu meninggalkan Kenrick yang masih merasa frustasi di tempatnya. Namun tak lama akhirnya ia segera mengikuti wanitanya tersebut untuk segera keluar dari ruangan bawahannya tersebut karena tak ingin jika Evelyn pergi sendiri.


Kini tujuan mereka selanjutnya adalah untuk melihat gedung yang akan digunakan untuk acara pernikahan mereka. Juga untuk mendesain tempat acara pernikahan mereka yang hanya tinggal dua minggu lagi. Evelyn rasanya kini begitu semangat untuk pernikahannya itu.


***


Evelyn kini tengah merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah di atas kasur king size nya. Kenrick yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya. Ia mengerti pasti kini Evelyn tengah begitu lelah setelah seharian mereka begitu sibuk mengurus pernikahan mereka.


“Besok kita akan mendaftarkan pernikahan kita ke pemerintahan,” ucap Kenrick pada Evelyn yang kini menegakkan tubuhnya mendengar ucapan suaminya tersebut.


“Ah iya, kenapa kita baru mendaftarkannya? Bukankah kita harus mendaftar dua bulan sebelum tanggal pernikahan kita?” tanya Evelyn dengan seriusnya pada Kenrick yang kini berjalan ke arah Evelyn dengan senyumannya lalu duduk di samping wanitanya tersebut yang kini mengganti posisinya untuk saling berhadapan.


“Kau tak perlu memikirkannya, apa kau masih tak mengetahui pengaruh suami mu ini?” tanya Kenrick dengan begitu sombongnya yang membuat Evelyn berdecak mendengar ucapan penuh percaya diri dari laki-laki yang akan segera menjadi suaminya tersebut.


“Ya, ya kau dan segala kekuasan mu itu memang begitu menakutkan,” ucap Evelyn dengan senyuman sinisnya yang malah membuat Kenrick tertawa mendengar ucapan wanitanya tersebut.


“Sudah lah, lebih baik kau bersihkan tubuhmu. Aku masih ingin istirahat,” ucap Evelyn yang kali ini memilih untuk merebahkan tubuhnya lagi dan memejamkan matanya.


Kenrick yang melihatnya hanya tersenyum dengan lembut lalu mengelus puncak kepala Evelyn sayang, setelahnya barulah ia segera pergi dari sana menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sesuai dengan perintah tunangannya tersebut.


Evelyn yang awalnya hanya memejamkan matanya hanya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah malah masuk ke dalam mimpi. Mungkin wanita tersebut memang terlalu lelah sampai ia tertidur.


Kenrick yang baru keluar dari kamar mandi tersenyum dengan begitu lebar saat melihat Evelyn yang ternyata sudah tertidur. Semua itu tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Kenrick pikir ia tak akan terjebak pada wanita seumur hidupnya dalam hubungan pernikahan.


“Aku benar-benar mencintai mu Evelyn, terima kasih sudah hadir dalam hidup ku,” ucap Kenrick dengan senyumannya lalu mengecup pipi Evelyn.


Setelahnya laki-laki tersebut memilih untuk keluar dari kamarnya hanya dengan setelah rumahannya yang terlihat begitu santai. Kini tujuannya adalah untuk melihat lantai atas yang ia ubah menjadi tempat bermain untuk anak-anak.


“Evelyn tengah beristirahat jangan mengganggu nya,” ucap Kenrick tegas memberi peringatan pada bawahannya tersebut agar tak mengganggu istirahat Evelyn. Jessie juga penjaga dan pelayan yang berjaga di depan kamar Kenrick menganggukkan kepalanya patuh.


Setelahnya Kenrick segera berjalan menuju lift yang ternyata di depan lift lantai atas sudah ada Steve yang menunggunya.


“Bagaimana perkembangannya?” tanya Kenrick pada Steve sambil berjalan menuju jembatan kaca yang dipenuhi banyak tanaman. Sebelumnya jembatan tersebut tidak ada, dan baru ditambahkan sebagai jalan menuju taman bermain anak.


“Pastikan lagi untuk keamanan jembatan ini, aku tak mau jika terjadi sesuatu pada Evelyna ataupun anak ku nanti saat mereka lewat sini,” ucap Kenrick dengan tegasnya. Ia tentu tak mau ambil resiko dan membahayakan istri dan anaknya nanti.


“Tentu tuan, kami akan terus memastikan keamanannya dan mengecek nya secara berkala,” ucap Steve yang membuat Kenrick mengangguk. Hingga tak lama mereka sampai di ruangan yang begitu luas namun masih kosong.


Ruangan yang dulunya adalah 6 kamar tersebut kini malah dijadikan satu ruangan tentu saja akan menjadi begitu luas. Para pekerja kini tengah menghias dinding menjadi terlihat begitu menarik dengan gambar berbagai hewan juga karakter superhero.


Melihat  ruangan tersebut membuat Kenric tersenyum tanpa ia sadari. Steve yang melihat tuannya tersebut juga ikut tersenyum ia tahu kini Tuannya lebih bahagia dan hidupnya jauh lebih berwarna.


“Aku tak sabar menunggu kabar jika Evelyn hamil,” ucap Kenrick dengan senyumannya.


“Saya berdoa agar Tuan segera mendapatkan kabar baik itu,” ucap Steve dengan tulus yang membuat Kenrick mengganggu mendengarnya.


Setelahnya mereka melanjutkan melihat ruangan tersebut.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.