
“Aku akan menunda pesta pernikahan kita,” ucap Kenrick tiba-tiba saat laki-laki tersebut kini tengah sarapan bersama dengan Evelyn. Evelyn mendongakkan kepalanya menatap Kenrick dengan tatapan penuh tanya.
“Apa yang kau katakan? Mengapa kau ingin menundanya?” tanya Evelyn dengan tatapan tidak suka mendengar ucapan Kenrick tersebut. Bukannya tak sabaran, hanya saja mereka sudah menyebarkan undangan untuk pernikahan mereka yang akan digelar dua minggu lagi. Dan kini Kenrick mengatakan akan mengundur pernikahan mereka begitu saja.
“Terlalu banyak yang terjadi belakangan ini Evelyn, aku tak ingin membahayakan mu lagi. Aku mohon mengerti lah,” ucap Kenrick dengan tatapan seriusnya pada Evelyn yang kini memejamkan matanya sambil menghela nafasnya mendengar jawaban Kenrick.
“Apa ini masih tentang apa yang Carlo dan wanita mu yang lain itu lakukan?” tanya Evelyn dengan tatapan tajamnya pada Kenrick. Peralatan makan yang semula Kenrick pegang kini dengan keras Kenrick jatuhkan membuat suara dentingan yang cukup keras.
“Bukan hanya tentang mereka Evelyn. Aku hanya takut terjadi sesuatu pada mu. Dan berhenti menyebut mereka sebagai wanita ku,” ucap Kenrick dengan begitu tegas, ia begitu tak suka mendengar Evelyn menyebut para wanita tersebut sebagai wanitanya apa lagi tak ada nada cemburu di ucapan Evelyn, itu benar-benar membuatnya terluka.
“Memang awalnya begitu bukan,” sinis Evelyn pada Kenrick yang kini memejamkan matanya mendengar jawaban Evelyn tersebut.
“Tidak lagi. Kau sudah lihat sendiri bukan, aku sudah mengusir mereka semua. Sedangkan Carlo juga keempat temannya yang lain sudah aku dijebloskan dalam penjara dan keluarganya sudah aku buat hancur, apa kau masih belum puas?” tanya Kenrick dengan sinis pada Evelyn yang hanya mencebikkan bibirnya kesal sambil terus melanjutkan makannya, menghiraukan Kenrick yang kini terus menatapnya dengan tajam.
Memang satu minggu yang lalu tepat di hari selanjutnya setelah insiden yang menimpa Evelyn, Kenrick mengembalikan para wanita tersebut pada keluarganya masing-masing. Namun tentu sebagai hukumannya karena mereka tak membertahu Kenrick sebelumnya jika Carlo akan membuat rencana jahat, Kenrick membuat keluarga mereka jatuh miskin.
Sedangkan Carlo, Megan, serta tiga wanita lain sudah di dijebloskan kedalam penjara oleh Kenrick. Kenrick yang biasanya selalu memakai hukumnya sendiri dalam memberikan pelajaran bagi musuhnya kini memilih mengikuti hukum negara.
Saat itu Evelyn tengah berada di taman sambil bermain dengan anak harimau kecil yang mirip dengan kucing namun berbulu cantik dengan totol putihnya di taman depan. Kening wanita tersebut mengerut bingung saat melihat begitu banyak mobil yang terparkir di jalan menuju mansion selatan.
“Apa yang terjadi di mansion selatan?” tanya Evelyn pada pelayan yang menemaninya bermain tersebut. Seperti biasa, kini empat orang pelayan berdiri di belakang Evelyn menemani calon Nyonya rumah tersebut.
“Tuan akan mengembalikan mereka ke tempat mereka masing-masing Nyonya,” ucap Jessie yang mulai memanggil Evelyn dengan panggilan Nyonya, sesuai perintah Kenrick yang memerintahkan semua bawahannya memanggil Evelyn dengan sebutan Nyonya mengingat sebentar lagi wanita tersebut akan menjadi nyonya rumah nya.
“Jadi Mansion itu akan kosong?” tanya Evelyn dengan kerutan di keningnya sambil menatap pada mobil yang satu persatu mulai meninggalkan mansion.
“Tidak Nyonya, mansion tersebut akan diganti menjadi tempat bermain untuk anak-anak di bagian atas yang akan menyatu dengan mansion utama. Sedangkan di bagian bawah akan dijadikan kamar untuk pengawal dan Pelayan karena Tuan akan menambah pengawal serta pelayan,” ucap Jessie yang membuat Evelyn menganga mendengarnya. Kenrick bahkan sudah menyiapkan tempat bermain untuk anak-anak padahal ia saja belum jamil.
Evelyn menggendong mainan barunya tersebut lalu segera membawanya untuk pergi yang segera diikuti oleh pelayannya yang lain. Kini langkah wanita tersebut berjalan ke arah mansion tersebut.
“Wah bahkan Kenrick menyiapkan semua mobil mewah ini hanya untuk mengambilikan para wanitanya tersebut,” ucap Evelyn sambil berdecak kagum melihat mobil yang berjejer rapi dan tentu mobil tersebut bukanlah mobil biasa karena semua tersebut adalah mobil mewah.
“Kau masih mempermasalahkan masalah mobil itu?” tanya Kenrick yang kini mengalihkan pembicaraan Evelyn dari ingatannya tentang kejadian satu minggu yang lalu itu.
“Aku tidak mempermasalahkannya,” ucap Evelyn dengan acuh yang membuat Kenrick memutar bola matanya malas. Meskipun Evelyn mengatakannya dengan acuh namun melihat sikap Evelyn yang seolah tak peduli dan sibuk dengan makanannya membuat Kenrick kasal.
“Sudah aku katakan jika aku melakukanya sebagai hukuman jika apa yang mereka lakukan akan membuat kehilangan semua kemewahan yang mereka dapatkan dariku dan kembali pada kesengsaraan mereka,” ucap Kenrick tegas. Entah sudah berapa kali Kenrick mengatakannya pada Evelyn namun wanita tersebut tampak acuh namun pada akhirnya tetap akan membahasnya lagi.
“Bawa saja mereka kembali. Aku sudah memaafkan mereka, lakukan apa yang kau mau bahkan dalam pernikahan kita,” tegas Evelyn dengan marahnya yang kini sudah meletakkan sendok dan garpu yang dipegangnya dengan keras. Tatapannya kini begitu tajam menatap Kenrick yang sudah menelan saliva nya susah payah melihat tatapan wanitanya tersebut.
“Tunda saja pernikahan nya selama yang kau mau. Bahkan jika perlu tak usah menikah saja sekalian,” marah Evelyn yang setelahnya segera pergi meninggalkan Kenrick yang kini dibuat terbengong mendengarnya. Jessie dan ketiga pelayan Evelyn yang lain menundukkan kepalanya yang setelah nya segera pergi dari sana, mengikuti Evelyn.
Kenrick menghela nafasnya kasar hingga tak lama Sean datang menghampirinya dengan tergesa-gesa.
“Aku sudah memberi kalian waktu terlalu lama dan sampai sekarang kalian masih belum mendapatkan info apapun?” tanya Kenrick langsung saat Sean sudah berdiri di hadapannya.
“Semua yang terlibat dalam transaksi senjata tersebut adalah pihak keluarga musuh kita Tuan, sedangkan sang pembeli yang terlibat sudah mati terbunuh,” ucap Sean yang menundukkan kepalanya membuat Kenrick mengepalkan tangannya mendengar ucapan Sean.
“Mereka sepertinya melakukan barter Tuan. Dengan info tentang keluarga kita yang di barter dengan senjata. Semua keluarga yang berada dalam wilayah kita tak ada yang melakukan transaksi ini Tuan,” ucap Sean lagi yang membuat Kenrick semakin marah. Ini lah yang membuatnya ingin menunda pernikahannya namun sampai sekarang semua ini masih belum terungkap dan yang terlibat malah sudah kehilangan nyawa semua.
“Aku tak bisa menunda pernikahan ku karena aku tak tahu kapan semua ini berakhir jadi lebih baik kita menambah pengamanan dan perketat semua sistem keamanan. Aku tak ingin kejadian terakhir kali terulang lagi, jadi untuk kali ini semua harus fokus pada pernikahan ku dan tunda sementara permasalahan ini,” ucap Kenrick tegas yang di jawab dengan anggukan patuh oleh Sean.
“Baik Tuan, saya akan mengusahakan yang terbaik,” ucap Sean yang setelahnya melenggang pergi untuk melakukan pekerjaannya.
Kenrick mengusap wajahnya kasar merasa lelah dengan semua kejadian yang terjadi belakangan ini.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.