Mafia's woman

Mafia's woman
Aula Pernikahan



Suara ketukan pintu dari luar ruangan Kenrick membuat laki-laki yang kini tengah sibuk dengan banyak berkas di depannya tersebut sontak menoleh ke arah pintu sekilas.


“Masuklah,” ucap Kenrick setelahnya yang memerintah untuk orang di luar sana agar segera masuk. Hingga setelahnya Sean masuk ke ruangan Kenrick dengan wajah tegasnya, sudah mengetahui siapa yang datang membuat Kenrick akhirnya sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya dari dokumen di depannya.


“Ada apa?” tanya Kenrick dengan kerutan di keningnya melihat kedatangan orang kepercayaannya itu.


“Tuan ini tentang info yang aku dapatkan tentang siapa yang membeli senjata juga siapa yang sudah menjual informasi keluarga kita,” ucap Sean yang sontak membuat Kenrick mendongak. Laki-laki tersebut membuka kacamatanya lalu menatap serius pada Sena.


“Bukankah aku menyuruhmu untuk fokus pada pengamanan pernikahan ku? Lalu mengapa kau masih menyelidikinya?” Tanya Kenrick dengan tatapan datarnya pada Sean yang kali ini menundukkan kepalanya takut mendengar ucapan tegas dari laki-laki di depannya itu.


“Maaf Taun, tapi saja menggunakan pencarian ini di luar jam kerja saya,” ucap Sean bersungguh-sungguh. Memang selama beberapa hari ini ia begitu sibuk dan jarang tidur karena ia harus melakukan dua pekerjaan sekaligus.


Kenrick menghela nafasnya, ia tahu tak seharusnya ia memarahi bawahannya tersebut yang sudah mau bekerja ekstra untuknya apa lagi ini memang menyangkut dia dan seluruh keluarga yang dipimpinnya.


“Mereka adalah orang yang sama tuan,” ucap Sean yang kini semakin membuat Kenrick mengerutkan keningnya merasa mulai penasaran siapa yang dengan berani mengganggu keluarganya.


Hingga setelah Sean mengatakan siapa orang tersebut membuat Kenrick mengepalkan tangannya marah karena orang tersebut berani mengganggu mereka.


“Kita simpan ini, sampai acara pernikahan ku selesai,” ucap Kenrick yang tak ingin mengganggu pernikahannya karena masalah ini mengingat dua hari lagi adalah hari pernikahannya dengan Evelyn. Sean hanya mengangguk patuh tapi tetap saja ia akan terus mengawasi orang tersebut dan tak akan membiarkannya lolos begitu saja.


***


Hari ini pagi-pagi sekali Kenrick, Evelyn, juga Maxi tengah berada di aula pernikahan yang akan dijadikan untuk acara pernikahan Kenrick dan Evelyn. Aula tersebut kini sudah dihias dengan begitu indahnya untuk tempat pemberkatan Evelyn juga Kenrick.


“Evelyn, maaf aku tak dapat menemanimu lebih lama,” ucap Kenrick tiba-tiba setelah laki-laki tersebut menerima telpon dari Sean, mereka yang awalnya berniat menunda pekerjaan mereka karena ulah orang yang mencari masalah dengan Kenrick tersebut namun akhirnya membuat Kenrick harus mengerjakannya lebih awal karena takut jika orang yang mencari masalah dengannya tersebut mengganggu pernikahannya.


"Ada apa sebenarnya Kenrick? Ini kan hal penting untuk pernikahan kita.” ucap Evelyn dengan mengerucutkan bibirnya karena Kenrick yang begitu sibuk dengan pekerjaannya.


“Apa yang kau sembunyikan dariku?” tanya Evelyn dengan tatapan seriusnya pada Kenrick, menyadari jika ada yang tengah di sembunyikan oleh laki-laki tersebut.


“Tidak ada yang kusembunyikan darimu, Sayang,” ucap Kenrick dengan senyuman lembutnya berusaha meyakinkan Evelyn jika ia tak menyembunyikan apapun dari Evelyn. Evelyn berdecak kesal namun akhirnya ia hanya bisa pasrah.


"Terserah! Pergi saja kalau begitu,” kesal Evelyn, sebenarnya ia berharap saat melihatnya marah Kenrick akan mau tetap tinggal namun sepertinya semua itu hanya angangannya karena Kenrick memutuskan untuk tetap pergi.


“Maafkan aku, Sayang. Maxi akan disini menemanimu,” ucap Kenrick sambil mengelus puncak kepala Evelyn, namun segera ditepis oleh wanita tersebut. Kenrick sama sekali tidak tersinggung ia hanya tersenyum karena tahu Evelyn pasti tengah merajuk.


"Kau bawa dia sekalipun aku tak peduli. Sana pergilah,” usir Evelyn pada Kenrick. Mendengar ucapan Evelyn, Kenrick langsung mencium kening Evelyn berharap mengurangi kekesalan Evelyn. Kenrick lalu berjalan keluar dari aula, menyisakan Evelyn bersama Maxi serta para pengurus pernikahannya.


"Mengapa kau tak ikut dengan Kenrick?” tanya Evelyn dengan begitu sinisnya pada Maxi. Sebenarnya ia kurang menyukai laki-laki paruh baya di sampingnya tersebut karena Maxi yang terus saja bersikap sinis padanya dan seolah tak menyukainya.


“Saya diperintahkan untuk menjaga Anda,” ucap Maxi dengan acuh.


Melihat sikap Maxi yang tak bersahabat membuat Evelyn semakin kesal, dan malas meladeni laki-laki itu dan lebih memilih untuk melihat-lihat aula yang tengah di dekorasi.


“Nyonya apa ada yang ingin tambahkan?” tanya pengurus dekorasi tersebut pada Evelyn. Evelyn melihat ke sekitar lalu menggelengkan kepalanya merasa puas dengan tempat pernikahannya yang terlihat begitu indah.


"Tidak, ini juga sudah cukup. Aku sangat suka,” ucap Evelyn dengan senyumannya. Bahkan kini altar pernikahannya sudah di hias dengan begitu indahnya.


“Baik Nyonya, kalau begitu saya pergi dulu untuk menyiapkan yang lainnya,” ucap sang pengurus dekorasi yang Hazel balas dengan anggukan. Kini hanya menyisakan Evelyn dan Maxi yang melihat-lihat aula pernikahannya nanti.


“Sepertinya Anda begitu menikmati semua ini,” sinis Maxi yang berada di samping Evelyn. Mendengar pertanyaan dari laki-laki tersebut sontak membuat Evelyn menoleh ke arah Maxi dengan tak kalah sinisnya.


"Tentu saja, ini adalah hari pernikahanku,” ucap Evelyn dengan begitu sombongnya.


“Berharap semua berjalan lancar,” ucap Maxi datar yang malah membuat Evelyn berdecak mendengar harapan laki-laki tersebut yang begitu hambar di telinganya, seolah tak ada keikhlasan sedikitpun saat Maxi mengatakannya.


“Jika saja aku bisa. Dan ya kau benar, aku berharap pernikahan ini tidak ada. Hanya saja aku masih menghargai Kenrick. Hingga aku tak akan merusak pernikahan kalian,” ucap Maxi yang membuat Evelyn tersenyum dengan sinis mendengarnya, Evelyn menundukkan kepalanya sebentar sebelum mendongakkan kepalanya lagi untuk menatap laki-laki yang lebih tinggi darinya itu.


"Sepertinya kau memang tak menyukaiku Maxi. Dan akhirnya kau mengungkapkan jika kau membenciku,” sinis Evelyn begitu tepat sasaran. Namun sama sekali tidak membuat Maxi takut jika bisa saja Evelyn memberitahu semua ini pada Kenrick.


“Aku rasa memang harus begitu,” jawab Maxi dengan begitu angkuhnya. Kini ingin sekali rasanya ia menggaruk wajah laki-laki tersebut dan meninggalkan banyak bekas luka di sana.


"Apa yang kau permasalahkan denganku Maxi?Apa aku pernah melukaimu. Hingga kau membenciku? Aku bahkan tak pernah berbicara denganmu dan baru kali ini,” ucap Evelyn. Ia tak suka jika ada orang yang membencinya begitu saja tanpa alasan. Karena menurutnya tak akan ada kebencian tanpa sebab. Dan ia bahkan tak tahu apa yang ia perbuat pada laki-laki tersebut, Evelyn hanya tak ingin memiliki musuh yang merupakan orang terdekat Kenrick.


“Kau memang tak membuat masalah denganku. Tapi karena ulahmu Kenrick berada dalam masalah.Bukan hanya Kenrick tapi juga aku serta keluarga Roymond,” tegas Maxi yang membuat Evelyn mengerutkan keningnya bingung mendengar jawaban laki-laki tersebut.


"Apa maksudmu Maxi? Apa yang terjadi? Masalah yang aku ciptakan? Apa maksudmu?” tanya Evelyn yang mulai penasaran.


“Kau adalah dalang dari sibuknya Kenrick,” tegas Maxi dengan begitu penuh kecaman pada Evelyn yang kini semakin di buat bingung.


"Apa maksudmu Maxi? Berhentilah berbelit-belit,” kesal Evelyn yang mulai tak tahan dengan Maxi yang terus berbebelit-belit menyebutkan kesalahanmu. Mengetahui jika Kenrick yang begitu sibuk akhir-akhir ini adalah karenamu, kamu mulai penasaran dan merasa khawatir.


“Akibat ulahmu yang kabur dengan Ronald. Keluarga Kenrick dan Ronald terlibat perselisihan. Ronald marah karena Kenrick mengambil alih bisnisnya. Kini membalaskan dendam dengan mencuri dokumen kerja sama anggur. Dan menjual dokumen penting dan menjualnya pada musuh Kenrick. Hingga mengakibatkan kerugian besar.” tegas Maxi yang membuat Evelyn terdiam mendengar ucapan Maxi tersebut. Ia tak menyangka jika apa yang ia perbuat bisa mengakibatkan efek seperti ini.


"Mengapa Kenrick tak mengatakan ini padaku?” tanya Evelyn pada dirinya sendiri.


“Tentu saja karena tuan tak ingin membuat Anda khawatir,” ucap Maxi dengan begitu sinisnya. Evelyn kini kembali menoleh ke arah Maxi setelah mendengar jawaban laki-laki paruh baya tersebut.


"Laki-laki itu memang tak mau terbuka. Aku harus melakukan sesuatu,” ucap Evelyn yang kini mulai berpikir keras apa yang harus ia lakukan agar ia bisa membantu Kenrick.


“Jangan bertindak bodoh. Berhentilah membuat masalah. Biarkan kami yang menyelesaikan semua ini,” tegas Maxi. Ia tak ingin jika Evelyn semakin menahan masalah dan tak ingin Kenrick tahu jika ia memberitahu Evelyn tentang masalah yang tengah Kenrick hadapi, pasalnya Kenrick sudah memperingati mereka untuk tidak memberitahu ini pada siapapun apa lagi pada Evelyn. Evelyn menoleh ke arah Maxi dengan tatapan tidak suka.


"Apa menurutmu aku hanya bisa membuat masalah?” sinis Evelyn pada Kenrick dengan begitu sinisnya dan mengangkat dagunya dengan angkuh.


“Bukankah hanya itu yang kau bisa?” angkuh Maxi yang membuat Evelyn berdecih mendengarnya.


"Aku akan menemui Ronald,” ucap Evelyn setelah lama berpikir. Sepertinya memang ia harus menemui laki-laki tersebut dan membuatnya menghentikan tingkah gilanya ini. Ia tak ingin jika hubungan Ronald juga Kenrick semakin memburuk padahal mereka adalah keluarga apa lagi semua ini karena dirinya.


“Apa kau ingin menambah masalah? Bisakah kau diam dan tidak membuat masalah?” tanya Maxi yang mulai emosi menghadapi Evelyn. Malas meladeni ucapan Maxi, Evelyn lebih memilih untuk pergi.


"Cepat, aku ingin pulang,” teriak Evelyn pada Maxi yang masih berdiri di posisinya semula. Maxi berdecak kesal lalu mengejar Evelyn dan melangkah mendahului Evelyn untuk menuju ke arah mobil mereka.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.