Mafia's woman

Mafia's woman
Terbebas



“Berhati-hatilah. Steve dan dua pengawal lain akan mengikuti kalian,” ucap Kenrick pada ketiga wanita yang kini terlihat begitu senang karena mereka akan memiliki waktu untuk jalan-jalan bersama. Walau mereka harus membawa pengawal, namun bagi mereka tak apa karena ini sudah bentuk kompensasi dari Kenrick hingga mereka bisa keluar.


“Apa kita boleh membawa mobil sendiri?” tanya Evelyn dengan hati-hati takut jika Kenrick akan marah padanya hanya karena permintaannya itu.


“Pilihlah mobil yang kalian suka,” ucap Kenrick dengan senyumannya yang langsung membuat ketiga perempuan tersebut bersorak karena terlalu senang.


“Kau begitu baik Kenrick. Aku mencintaimu,” ucap Evelyn sambil memeluk leher Kenrick dan menghujami laki-laki itu dengan ciuman.


Kenrick yang mendapatkan serangan mendadak dari Evelyn hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum ke arah wanitanya itu. Melihat senyuman Evelyn dan bahagia wanita itu membuat Kenrick juga ikut senang melihat senyuman cerah wanitanya itu.


“Aku juga mencintaimu. Bersenang-senang lah,” ucap Kenrick dengan senyumannya yang membuat Evelyn mengangguk. Setelahnya ketiga wanita itu segera pergi dari sana meninggal Kenrick yang masih menatap kepergiannya.


“Bersenang-senanglah dengan temanmu kali ini. Karena setelah menikah duniamu hanya aku,” ucap Kenrick dengan senyuman evilnya yang membuat siapapun yang melihatnya pasti akan merasa takut dengan senyuman itu.


Tanpa tahu jika sebentar lagi nasibnya tidak lagi aman kini Evelyn terus merekah kan senyumannya dengan tawa yang sesekali menghiasi wajah cantik wanita tersebut. Evelyn rasanya kini benar-benar begitu bahagia karena bisa jalan bersama sahabatnya tanpa rasa cemas ketahuan oleh Kenrick.


“Wah Evelyn kau begitu beruntung, lihatlah mobil mewah yang sudah seperti sorum ini,” kagum Livi saat melihat banyaknya mobil yang berderet rapi di garasi rumah Kenrick.


“Aku juga bahkan tak tahu jika Kenrick memiliki koleksi mobil mewah ini,” ucap Evelyn yang tak kalah kagum melihat bagaimana garasi kediaman Kenrick yang begitu besar dan penuh akan mobil mewah.


“Kau tak pernah datang ke sini?” tanya Ivey melihat ke arah Evelyn dengan tatapan terkejutnya. Jika ia yang jadi Evelyn mungkin ia sudah mencoba semua mobil yang ada di sana.


“Kau pikir Kenrick akan mengizinkan ku melakukannya? Bahkan saat aku akan pergi mobil sudah tersedia di depan rumah ku, bagaimana aku tahu ada tempat ini,” ucap Evelyn menjelaskan yang membuat kedua sahabatnya mengangguk.


Mereka tahu bagaimana Kenrick, jadi ia tak akan heran akan fakta yang baru saja mereka ketahui. Kenrick yang begitu posesif tentu tak akan membiarkan Evelyn mengendarai mobil sendiri dan akan selalu menyediakan kebutuhan wanita itu dan terus memanjakannya.


“Kau memang begitu beruntung,” ucap Ivey sambil tersenyum dan mengelus punggung sahabatnya itu bangga, ia begitu senang


“Sudah lah, lebih baik kita segera pergi,” usul Evelyn yang dibalas dengan anggukan semangat oleh sahabatnya.


“Wah aku jadi bingung harus menggunakan mobil yang mana,” ucap Ivey yang kini mulai berpencar untuk menemukan mobil yang akan mereka gunakan.


Di belakang mereka. Steve hanya diam sambil mengikuti.


“Tidak ingin mencoba koleksi Tuan yang satu ini Nyonya?” ucapan Steve sontak membuat ketiga wanita yang berada di sana menoleh ke arah Steve yang berdiri di paling ujung dari ruangan tersebut yang terdapat ruangan lainnya.


Segera wanita tersebut berjalan ke arah Steve hingga mereka sama-sama menutup mulut saat melihat mobil; yang berada di ruangan lain itu. Sebuah mobil dengan coklat berkilau dengan maskot Spirit of Ecstasy di bagian kap mobil. Mata mereka bahkan kini rasanya sudah akan keluar dari tempatnya melihat mobil tersebut.


“Wah bukankah ini mobil yang hanya ada tiga di dunia?” tanya Ivey dengan tatapan tak percayanya melihat sebuah mobil mewah di depannya.


“Mobil termahal di dunia?” tanya Livi yang juga bertanya karena tidak percaya dengan apa yang baru saja melihatnya saat ini.


Tak pernah terbayangkan oleh mereka jika mereka bisa melihat mobil mewah tersebut bahkan bisa membuangnya secara langsung.


“Aku tak tahu Kenrick sekaya ini,” ucap Evelyn dengan tatapan takjubnya sedangkan Steve kini hanya tersenyum bangga melihat para wanita tersebut terkejut. Seolah dia lah pemilik dari mobil mewah itu.


“Entah lah,” ucap Evelyn yang haya membuat kedua sahabatnya menggeleng melihat tingkah wanita itu.


“Sudah lah, lebih baik kita segera pergi,” ucap Steve melerai adu mulut ketiga perempuan tersebut. Steve menyerahkan kunci mobil pada Livi karena wanita itu yang mengatakan akan menyetir mobil.


Selama di perjalanan ketiga wanita itu tampak begitu menikmati perjalanan mereka. Kaca mata hitam yang bertengger di wajah mereka membuat kesan cantik dan modis nya semakin menguar.


“Jika bisa aku benar-benar ingin bertukar posisi dengan mu,” ucap Livi yang dijawab dengan anggukan setuju oleh Ivey yang kini berada di bagian belakang.


“Memangnya siapa yang tak ingin berada diposisimu?” tanya Evelyn dengan begitu bangganya yang malah membuat kedua sahabatnya itu berdecak dan menatap datar pada Evelyn yang selanjutnya hanya terkekeh saja.


Hingga tak lama mereka sampai di depan sebuah perusahaan busana bermerk.


“Kau yakin di sini?” tanya Livi tak percaya jika yang mendesain gaun Evelyn adalah seorang pemilik perusahaan mode dengan merk terkenal.


“Ya. Tentu saja. Seharusnya kau tak perlu terkejut, apa kau lupa siapa calon suami ku?” tanya Evelyn dengan menaik turunkan sebelah alisnya yang membuat Livi dan Ivey terkekeh karena ia melupakan satu fakta itu.


Mereka segera turun dari mobil dengan gaya yang begitu elegan. Menggunakan kacamata hitam dan mengibaskan rambut mereka. Siapapun yang melihat mereka tentu tahu mereka bukanlah orang sembarangan. Apalagi dengan pengawal yang dibawa.


Di depan perusahaan tersebut pengawal juga para petinggi perusahaan sudah menunggu mereka. Megan juga terlihat di sana. Tersenyum dengan begitu cerahnya pada Evelyn.


Saat melihat Evelyn mereka langsung menunduk hormat. Kedua sahabat Evelyn yang tak terbiasa dengan semua penghormatan ini menjadi merasa begitu canggung dan aneh.


“Mereka adalah kedua sahabat ku. Livi dan Ivey,” perkenal Evelyn nada Megan yang kini tersenyum ke arah kedua sahabat Evelyn.


“Perkenalkan Nona nona, saya adalah Megan manajer perusahaan ini,” ucap Megan memperkenalkan dirinya yang dijawab dengan anggukan dan senyuman oleh kedua sahabat Evelyn.


“Mari Nyonya,” ajak Megan yang di jawab dengan anggukan oleh Evelyn yang segera mengikuti wanita tersebut bersama dengan kedua sahabatnya juga para petinggi yang juga ikut membubarkan diri.


“Siapa sebenarnya pemilik perusahaan ini?” tanya Ivey yang merasa penasaran karena Evelyn yang mendapatkan perlakuan tak bisa.


“Kenrick,” ucap Evelyn yang berhasil membuat mata kedua sahabatnya itu memelotot.


“Aku benar-benar mengagumi nya Evelyn,” ucap Livi yang kini mendapatkan tatapan datar dari Evelyn.


Hingga setelahnya tawa mereka terdengar, Evelyn tahu jika sahabatnya itu hanya bercanda saja.


***



See you next chapter all.