Mafia's woman

Mafia's woman
Makan Malam Keluarga



Dua hari lagi adalah hari pernikahan Kenrick juga Evelyn. Dan malam ini Kenrick sengaja mengajak keluarganya juga keluarga Evelyn serta sahabat wanitanya itu untuk makan malam disebuah restoran bintang lima. Keluarga Kenrick yang datang malam ini adalah nenek dari ayahnya, bibi juga pamannya.


“Suamimu itu memang sangat kaya Evelyn.” Livi mendekatkan wajahnya ke arah Evelyn saat kalian berjalan memasuki restoran tersebut, agar tidak ada yang bisa mendengarnya.


Evelyn menoleh ke arah sahabat nya itu yang kini sudah menampilkan senyuman lebarnya, Evelyn hanya bisa menggeleng. Karena entah untuk keberapa kali gadis tersebut mengatakan hal sama. Namun kekayaan Kenrick memang begitu mencengangkan hingga rasanya tak akan cukup jika Livi hanya mengatakannya satu kali saja untuk mengungkapkannya.


Kenrick benar-benar menyiapkannya dengan sangat baik padahal hanya dalam waktu singkat. Bahkan untuk pernikahan mereka dua hari lagi, dia menyiapkan semua dengan sangat rapi. Kenrick seolah tak ingin lagi jika ada kesalahan dari acara pernikahannya.


“Selamat malam Paman, Bibi, Oma. Maaf membuat kalian menunggu lama,” sesal Kenrick saat baru sampai di ruang yang sudah di sewanya dan ternyata disana sudah ada keluarga Kenrick yang lain yang sudah menunggu mereka.


Mereka saling bersalaman dan cipika cipiki untuk saling menyapa. Senyuman terus mengembang di wajah mereka. Walau Evelyn sedikit merasa malu dan canggung karena ini pertama kalinya ia bertemu dengan nenek Kenrick.


Apa lagi setelah apa yang terjadi. Evelyn merasa tak enak hati pada ibu dan ayah Ronald.


“Tidak masalah Nak,” jawab Gio dengan lembut pada keponakannya tersebut.


Mereka kini sudah duduk dengan saling melingkar.


“Lama tidak bertemu Evelyn,” sapa Ailia dengan senyuman lembut nya pada Evelyn yang kini juga tersenyum ke arah bibi Kenrick tersebut dan menempelkan pipinya ke pipi bibi Kenrick.


“Evelyn kau pasti belum tahu dengan wanita tua yang masih terlihat cantik ini, dia adalah ibu mertua ku sekaligus nenek Kenrick,” ucap Ailia memperkenalkan wanita tua yang berada disana.


Evelyn tersenyum ke arah nenek Kenrick lalu menempelkan pipinya ke pipi nenek Kenrick yang kini mengelus surai lembut Evelyn.


“Calon istri mu begitu cantik Kenrick,” puji nenek dengan senyumannya yang membuat pipi Evelyn kini sudah bersemu merah mendengar pujian dari nenek laki-laki nya itu.


“Tentu saja Oma, dia adalah wanita paling cantik yang pernah aku temu, bahkan dari semua wanita yang belum pernah aku temui sekaligus,” puji Kenrick dengan senyumannya dan melihat ke arah Evelyn yang kini semakin di buat malu mendengar pujian Kenrick padanya.


“Apa yang kau katakan Kenrick? Kau berlebihan,” sanggah Evelyn yang sudah begitu malu.


Sahabat Evelyn hanya tersenyum melihatnya. Mereka ikut senang melihat bagaimana Kenrick memperlakukan sahabatnya itu dan bagaimana keluarga Kenrick yang menerima Evelyn dengan tangan terbuka. Sebagai sahabat, mereka hanya menginginkan yang terbaik untuk sahabatnya itu.


“Ayo kita duduk dulu,” ajak Ailia yang dibalas dengan anggukan oleh semua orang yang berada di sana.


Akhirnya mereka duduk dengan saling berbincang dan saling berkenalan satu sama lain. Tawa dan canda terdengar dari ruangan mereka menunjukkan jika hubungan mereka begitu baik. Hingga tak lama pelayan datang dengan membawa makanan untuk mereka. Kenrick mengambil steak yang Evelyn pesan, lalu dengan telaten laki-laki itu memotongkannya untuk wanita itu.


“Makanlah yang banyak,” ucap Kenrick saat meletakkan kembali makanan Evelyn di depan wanita tersebut. Evelyn tersenyum sambil mengucapan terima kasih pada Kenrick.


Dan semua perhatian Kenrick itu tak luput dari tatapan banyak mata yang berada di sana. Mereka turut bahagia atas kebahagiaan Kenrick. Kenrick yang mereka tahu dulu begitu sulit untuk tesenyum kini bahkan selalu menebarkan senyumannya saat ia bersama Evelyn.


Dari sana saja mereka dapat melihat betapa berartinya Evelyn bagi Kenrick. Mereka senang, bocah laki-laki yang dulu selalu hidup dalam kegelapan itu kini menemukan warna nya.


“Evelyn maaf karena anakku pernikahan kalian tertunda,” ucapan dari Ailia menginterupsi kegiatan makan mereka. Evelyn melihat ke arah bibi Kenrick yang kini sudah menatapnya dengan tatapan penuh bersalah itu dengan tatapan lembut. Meskipun ia begitu kesal pada Ronald namun tidak pada orang tua laki-laki itu yang sudah begitu baik.


“Tidak masalah Bibi, lagipula Kenrick sudah tidak mempermasalahkannya, aku juga sudah memaafkannya. Dan pernikahan kami akan dua hari lagi bukan?” ucap Evelyn dengan begitu tulus dan ramahnya.


Kenrick melihat ke arah Evelyn dengan tatapan tajamnya seolah tak menyetujui jawaban dari wanitanya itu, sedangkan Evelyn hanya membalasnya dengan senyuman. Evelyn tahu laki-laki itu pasti masih sangat kesal dengan Ronald.


Ailia menghembuskan nafasnya lega mendengar ucapan Evelyn. Ia tahu Evelyn memang adalah wanita yang begitu baik.


"Bukankah memang begitu?” tanya Evelyn sambil  mencubit paha Kenrick agar laki-laki itu tidak berbicara sembarangan.


“Ya itu benar. Tapi aku tidak akan segan jika dia kembali membuat masalah,” tegas Kenrick yang penuh akan ancaman dari ucapannya itu.


Siapapun tahu jika Kenrick tidak main-main dengan ucapannya. Apapun yang ia ucapkan pasti akan ia lakukan. Kenrick memang orang yang begitu keras.


“Kau tenang saja Kenrick kami akan menjaganya.” Geo menghela napasnya lalu mengangguk. Ia tahu ini adalah kesalahannya yang kurang memperhatikan anaknya hingga tumbuh menjadi laki-laki kejam.


Kenrick memang kejam, namun laki-laki itu tak pernah melakukan hal licik pada keluarganya sendiri. Kenrick bukan orang yang akan menghancurkan orang yang tidak membuatnya marah. Kenrick hanya melakukannya pada orang yang mengganggunya ataupun miliknya.


“Kami percaya padamu Bibi. Kami berharap pernikahan kami dua hari lagi berjalan lancar,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil mengelus tangan Ailia yang kini tersenyum dan menjawabnya dengan anggukan.


“Aku turut senang mendengar kalian akan menggelar pernikahan lagi. Semoga kalian dilimpahi banyak keberkahan,” ucap Ailia tulus. Evelyn membalasnya dengan anggukan sambil tersenyum.


“Sebaiknya kalian menjaga anak kalian. Aku sungguh tak akan segan lagi jika dia melakukan hal bodoh,” peringat Kenrick lagi dengan sorot matanya yang sudah berubah begitu tajam.


“Kau tenang saja aku akan mengawasinya,” ucap Gio dengan taka kalah tegasnya. Kenrick menjawabnya dengan anggukan lalu kembali memakan stiknya.


“Dengarkan itu Gio, berhenti memanjakan anak kelian. Dan tegas lah padanya agar tidak menjadi penjahat. Bahkan melukai sepupunya sendiri? Aku benar-benar kecewa saat mendengar nya,” ucap nenek Kenrick yang saat itu memang berhalangan untuk datang karena ia yang tengah sakit.


“Baik Ma. Kami mengerti,” ucap Gio dengan begitu lelah. Ia mungkin sudah lelah menghadapi anaknya itu.


Paman dan kedua sahabatmu yang tidak mengerti apapun hanya diam dan memperhatikan pembicaraan kalian.


“Sudah, lebih baik kita membahas hal yang lebih menarik,” ucap Ailia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan agar tidak semakin menegangkan.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Maaf ya cuma bisa up 1 bab untuk hari ini. Karena aku lagi kurang sehat jadi belum bisa untuk nulis.


Kalian jaga kesehatan ya.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita temen aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.