Mafia's woman

Mafia's woman
Bantuan Ronald



“Aku hanya ingin membantumu tanpa meminta imbalan. Aku hanya tak ingin kau terlibat dalam kehidupan gelap Kenrick,” ucap Ronald dengan seriusnya yang membuat Evelyn terdiam mendengarnya sambi menatap Ronald dengan penuh tanda tanya.


“Masuklah,” ucap Ronald sambil membukakan pintu mobil saat mereka sampai di depan mobil yang menunggu mereka. Evelyn segera masuk yang setelahnya di susul oleh Ronald yang kini duduk di sampingnya.


"Apa maksudmu?” tanya Evelyn dengan tatapan seriusnya pada Ronald yang kini tatapannya begitu fokus menatap ke arah depan. Mobil kini mulai melaju meninggalkan hotel tersebut menuju bandara.


“Kenrick bukanlah laki-laki yang baik, hidupnya terlalu gelap untukmu,” ucap Ronald dengan tatapan datarnya. Evelyn kini menoleh ke arah Ronald masih bingung dengan ucapan laki-laki tersebut.


"Siapa sebenarnya Kenrick?” tanya Evelyn ini adalah pertanyaan yang dari awal ingin ia tanyakan. Baginya Kenrick begitu misterius. Dan bagi seorang pebisnis Evelyn rasa hanya sebuah kamuflase untuk menutupi sesuatu yang lebih besar di belakangnya.


“Dia adalah seorang mafia. Aku yakin jika kau masih bersikeras tetap tinggal. Dia akan memperlakukanmu lebih buruk dari sebelumnya,” ucap Kenrick yang kini berhasil membuat  Evelyn terkejut, merasa tak yakin jika ternyata beberapa hari ini Evelyn telah tinggal bersama seorang mafia.


“Keluarga Roymond adalah mafia paling ditakuti dan disegani,” ucap Ronald menjeaskan yang masih membuat Evelyn terdiam mendengarnya. Mencerna apa yang terjadi padanya belakangan ini. Pantas saja sistem keamanan Kenrick begitu ketat. Pertemuan di club? Ah mana ada perusahaan normal yang melakukannya terlebih itu di malam hari.


"Aku tak menyangka akan berada dalam posisi ini. Tapi kenapa kau masih mau menolongku?” tanya Evelyn dengan serius pada Ronald.


"Kau bisa saja berada dalam bahaya,” lanjut Evelyn yang membuat rasa penasarannya bertambah, ada apa sebenarnya antara Ronald juga Kenrick?


“Aku melakukan ini karena aku peduli padamu,” ucap Ronald dengan senyumannya yang malah membuat Evelyn tertawa karenanya.


"Cih! Aku sangat tersanjung mendengarnya,” ucap Evelyn yang akhirnya malah membuat mereka tertawa bersama.


***


Setelah menempuh perjalanan yang begitu melelahkan akhirnya kini Evelyn sudah sampai di apartemennya. Kini ia sudah merebahkan tubuhnya yang begitu lelah di kasur queen size nya dengan nyaman.


"Akhirnya aku bisa terbebas,” ucap Evelyn dengan helaan nafas leganya. Walau sebenarnya ia tak benar-benar lage karena ada hatinya yang menolak untuk meninggalkan Kenrick. Laki-laki tersebut perlahan bisa masuk ke dalam hatinya dan membuatnya goyah dengan segala yang laki-laki tersebut sudah lakukan untuknya.


Evelyn menghembuskan nafasnya kasar sambil menggelengkan kepalanya berusaha untuk menghilangkan pikirannya tersebut yang kini malah memikirkan tentang Kenrick.


Setelah satu bulan lebih berada dalam sangkar emas akhirnya sekarang Evelyn bisa terbebas. Tapi Evelyn merasa kesal karena ponsel dan dompetnya tidak bisa Evelyn bawa. Beruntung tadi Ronald sempat memberikannya uang untuk membayar taksi serta ponsel baru.


"Tubuhku terasa begitu lengket, lebih baik aku berandam. Aku ingin bersantai dan menikmati air hangat,” ucap Evelyn memutuskan untuk membersihkan tubuhnya setelahnya Evelyn kembali merebahkan tubuhnya di ranjangnya. Memejamkan matanya dan bersiap untuk tidur. Baru saja Evelyn akan terlelap suara dering ponsel membuat wanita tersebut membuka mata.


Melihat nama sang penelpon adalah Ronald dengan segera Evelyn menjawab panggilan dari laki-laki yang sudah menyelamatkannya tersebut.


"Halo, Ronald? Ada apa?” tanya Evelyn setelah menjawab panggilan laki-laki tersebut.


“Hanya memastikan jika kau sudah sampai dengan selamat,” ucap Ronald di seberang sana yang membuat Evelyn mengangguk sambil menipiskan bibirnya.


"Terima kasih Ronald,” ucap Evelyn dengan begitu tulusnya. Karena berkat laki-laki tersebut akhirnya ia bisa menghirup udara luar. Ia akhirnya bisa kembali pada tempatnya.  .


“Tak perlu,” ucap Ronald di seberang sana dengan begitu lembutnya yang membuat Evelyn tersenyum mendengarnya.


"Entah harus dengan apa aku membayarmu,” ucap Evelyn yang malah membuat Ronald tertawa mendengar ucapan Evelyn tersebut yang terdengar begitu bahagia karena berhasil lolos dari Kenrick.


“Mungkin cukup dengan membantuku,” ucap Ronald yang malah terdengar ada sedikit rasa takut dan kesedihan di dalam ucapan laki-laki tersebut.


"Membantumu?” tanya Evelyn dengan bingung.


“Ya jika suatu saat aku berada dalam masalah,” ucap Ronald. Laki-laki tersebut tahu resiko apa yang diambilnya saat ia harus membantu gadis tersebut untuk melarikan diri dari Kenrick. Ia hanya berharap Kenrick benar-benar kehilangan Evelyn, karena ia tahu laki-laki tersebut mencintai wanita tersebut. Yang ia inginkan hanya Kenrick merasakan sebuah kehilangan hingga Kenrick berada dalam kehancuran.


“Beristirahat lah kau pasti lelah,” ucap Ronald yang setelahnya segera menutup panggilan teleponnya tersebut dan Evelyn kembali memejamkan matanya. Ia memang sudah begitu lelah dengan kejadian hari ini.


***


Mansion Kenrick kini tengah begitu ramai setelah mengetahui jika Nona mereka menghilang. Menghilangnya Evelyn benar-benar membuatnya gempar Mansion. Wajah Jessie kini sudah pucat pasi mengetahui jika Evelyn tak lagi ada di room teater.


Melihat penjaga yang pingsan membuatnya menyimpulkan jika Evelyn diculik atau gadis tersebut malah kabur. Pelayan yang biasanya melayani Evelyn kini juga tak kalah takutnya. Tak hanya mereka semua penjaga juga pelayan benar-benar dibuat takut dengan menghilangnya Evelyn. Mereka begitu mengetahui bagaimana amarah Taun mereka jika mengetahui semua ini.


Jessie yang diperintahkan untuk menjaga Evelyn sudah memberitahu Kenrick tentang kabar hilangnya Evelyn. Marah? tentu saja. Laki-laki tersebut langsung marah saat mengetahui jika wanitanya menghilang.


“Sialan,” marah Kenrick dengan tangannya yang kini begitu sibuk iPad nya memerintahkan semua bawahannya untuk terus mencari Evelyn.


“Hubungi Jack juga Jola. Minta mereka untuk segera mencari Evelyn. Dalam lima menit mereka tak menemukannya kepala mereka yang akan hilang,” marah Kenrick sambil mengeluarkan perintahnya pada Steve yang kini ikut dalam perjalanan bisnis bersama Kenrick.


Mereka kini tengah berada di Hotel karena mereka awalnya memang memutuskan untuk menginap karena perjalanan dari Las Vegas ke Chicago yang membutuhkan waktu yang begitu lama.


“Baik tuan,” ucap Steve dengan patuh.


Di bagian keamanan yang Kenrick organisir kini juga tak kalah hebohnya. Mereka begitu takut dengan amarah Kenrick hingga mereka kini harus bekerja ekstra untuk mencari keberadaan Evelyn. Apa lagi setelah mendengar ancaman Kenrick membuat mereka semakin takut.


“Periksa semua jadwal keberangkatan di bandara,”


“Periksa juga semua CCTV di jalan menuju bandara juga hotel yang berada di Las Vegas juga New York,”


“Dan periksa semua hotel yang berada di Las vegas,”


Perintah seorang laki-laki yang kini menjadi komandan bagi para pekerja di bagian keamanan tersebut. Tak perlu heran mereka memang bisa melakukan apapun sesuka mereka. Semua yang berada di sana bukanlah orang sembarangan. Bahkan laki-laki yang menjadi komando tersebut adalah mantan BIN yang di rekrut oleh Kenrick. Juga adik laki-laki tersebut yang merupakan hacker terkenal yang kini menjadi bawahan Kenrick. Seorang wanita yang kini sibuk berkutat dengan komputernya.


“Bravo. Aku mendapatkannya,” ucap wanita tersebut sambil membenarkan kacamatanya dan tersenyum dengan kemenangan.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.