Mafia's woman

Mafia's woman
Speedboat



Setelah membersihkan tubuh mereka yang lengket. Akhirnya Evelyn melanjutkannya dengan makan siang yang dibawakan oleh staff resort. Rasanya kini Evelyn begitu malas untuk makan di luar jadilah kini ia hanya meminta para pelayan untuk membawakan makanannya ke kamar.


Kenrick yang baru selesai membersihkan tubuhnya dengan segera menghampiri Evelyn yang kini tengah berada di kursi santai yang berada di balkon dengan banyak makanan di meja depan wanita tersebut. Kenrick segera duduk di depan Evelyn untuk menikmati makan siangnya.


"Kenrick kita benar-benar harus kembali besok?” tanya Evelyn saat Kenrick sudah duduk di depannya. Evelyn bertanya pada Kenrick dengan wajah sendunya menatap Kenrick dengan tatapan sedih.


“Iya Sayang. Ini terasa sangat cepat ya,” ucap Kenrick sambil memakan makanannya dengan begitu lahap.


Evelyn mendengus kasar, pasalnya mereka baru tiga hari berada di pulau itu dan kini sudah harus kembali karena ada pekerjaan yang harus laki-laki itu urus. Selalu saja pekerjaan yang menjadi penghilang dari Kenrick dan Evelyn.


"Aku masih ingin di sini,” ucap Evelyn dengan wajah sedihnya. Evelyn masih ingin berlama-lama menghabiskan waktunya di tempat menenangkan ini. Ia rasanya tak ingin pulang saja dan tetap berada di [pulau tersebut.


“Kita bisa datang di lain hari Sayang. Setelah kita menikah aku janji kita akan kembali kesini untuk bulan madu. Aku juga akan mengajakmu ke tempat menarik lainnya,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Ia berusaha membuat Evelyn kembali tersenyum dan tak lagi bersedih karena mereka harus segera kembali. Evelyn akhirnya hanya bisa mengangguk pasrah walau tidak rela harus pulang secepat ini.


"Sebenarnya siapa yang harus kau temui? Mengapa tidak bisa diwakilkan?” tanya Evelyn dengan penasaran. Sebenarnya dari awal mereka memang sudah memutuskan untuk berada di pulau tersebut selama tiga hari karena Kenrick memiliki pertemuan yang tidak bisa ditinggalkan. Namun saat mereka sudah akan kembali Evelyn malah merasa tidak rela melepas semua ketenangan ini.


“Perusahaan sahabat Dad. Beliau adalah sahabat Dad orang yang dulu melindungi Dad, jadi aku tak bisa untuk mengabaikannya. Apa lagi beliau tak bisa mempercayai orang lain,” ucap Kenrick menjelaskan Evelyn menghela nafasnya kasar untuk kali ini sepertinya lagi-lagi ia harus mengalah dan ikut pulang bersama dengan Kenrick.


"Baiklah jika memang harus kembali,” ucap Evelyn yang akhirnya menyetujuinya. Kenrick mengelus tangan Evelyn dengan senyuman menenangkan yang tercetak jelas di wajahnya.


Setelahnya tak ada lagi yang memulai pembicaraan. Mereka saling terdiam dan menikmati makanan mereka. Mood Evelyn sangat tidak bagus kali ini.  Setelah selesai dengan makanannya, Evelyn segera memasuki kamarnya meninggalkan Kenrick yang hanya bisa menghela nafasnya melihat wanitanya yang tengah berada di mood yang tidak baik itu. Evelyn berjalan menuju ranjang dan mengambil ponselnya. Hanya untuk mengalihkan dari kekesalan.


“Ingin ke pantai? Aku akan mengendarai boot untukmu,” ucap Kenrick menawarkan. Ia masih ingin menikmati semua fasilitas yang disediakan juga menikmati liburannya dengan tidak memikirkan hal lain. Kenrick ingin mengembalikan mood Evelyn agar tetap baik.


"Tidak. Aku tidak ingin kemana pun. Aku hanya ingin istirahat,” ucap Evelyn dengan acuh tanpamu melihat ke arah Kenrick. Evelyn tahu ini bukanlah salah Kenrick namun tetap saja ia merasa kesal karena laki-laki tersebut begitu sibuk dengan pekerjaannya dan karena ia yang tak bisa lebih lama di pulau tersebut.


“Ayolah Sayang apa kau hanya akan berdiam diri menyia-nyiakan liburan ini? Liburan kita ini sangat singkat lho!” bujuk Kenrick yang tak mau kalah. Kenrick kini berjalan ke arah Evelyn lalu duduk di sebelah wanitanya tersebut. Namun Evelyn malah mengabaikannya.


“Tak masalah. Aku sedang tidak mood,” ucap Evelyn tanpa mau mengalihkan tatapannya  dari ponselnya. Kenrick menghela nafasnya merasa diabaikan. Dengan helaan nafas berat kini Kenrick mengambil ponsel Evelyn yang membuat wanita tersebut sontak memelototkan matanya ke arah Kenrick. Menatap kesal pada laki-laki tersebut.


“Kau marah padaku?” tanya Kenrick yang sepertinya tak lagi harus ia tanyakan karena jelas Evelyn kini tengah marah padanya.


"Tidak,” ucap Evelyn acuh sambil bersedekap dada dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Kenrick mengla nafasnya kasar lalu mengambil dagu Evelyn dan membuat wanita tersebut kini menoleh ke arah Kenrick dengan tatapan datarnya.


“Hei dengarlah. Kita habiskan waktu kita sekarang untuk bersenang-senang. Bagaimana jika kita datang setelah aku menyelesaikan urusanku,” ucap Kenrick sambil menggenggam tangan Evelyn berusaha untuk menenangkan wanitanya tersebut agar tidak lagi marah padanya.


"Kalau begitu, aku disini saja sambil menunggumu kembali,” ucap Evelyn dan kembali mengalihkan tatapannya dari Kenrick.


“Bagaimana jika terjadi sesuatu denganmu? Aku tidak mau Sayang! Aku janji, kita kembali setelah urusanku selesai,” ucap Kenrick memberikan tawannya pada Evelyn. Kenrick menatap Evelyn dengan tatapan berharapnya agar Evelyn mau untuk ikut dan menikmati sisa waktu liburan mereka.


"Baiklah Ayo.” Evelyn akhirnya setuju.


Setelahnya ia segera menuju ke arah Kenrick. Menghampiri laki-laki tersebut dengan senyumannya. Angin yang berhembus membuat rambutnya menari dan kadang menghalangi penglihatannya.


“Ingin menyetir?” tanya Kenrick menawarkan dengan senyumannya yang sontak membuat Evelyn menggeleng sambil memelototkan matanya.


“Tidak, kau hanya akan membuat kita celaka jika meminta ku yang mengemudikannya,” ucap Evelyn dengan galak. Kenrick yang mendengarnya hanya terkekeh lalu menarik Evelyn dalam pelukannya dan membiarkan Evelyn berdiri di depan kemudi.


“Sini, aku akan mengajarkan mu,” ucap Kenrick sambil meletakkan tangan Evelyn di kemudi. Evelyn awalnya hanya terdiam dan membiarkan Kenrick yang mengajarinya dengan menggenggam tangannya.


Setelahnya Kenrick mulai mengajari Evelyn dengan mengatakan hal apa saja yang boleh dan bisa Evelyn lakukan untuk mengemudikan speedboat tersebut.


“Kau senang?” tanya Kenrick yang membuat Evelyn mengangguk semangat.


“Ayo, ikut aku,” ajak Kenrick yang membuat Evelyn namun tetap memegang kemudinya.


“Lalu bagaimana dengan ini? Siapa yang mengemudikannya?” tanya Evelyn dengan takut yang malah membuat Kenrick tertawa mendengarnya.


“Tidak masalah, biarkan saja. Aman,” ucap Kenrick meyakinkan. Walau ragu akhirnya namun akhirnya Evelyn menurut dan segera menjauh. Mengikuti Kenrick yang masuk ke dalam speedboat tersebut yang memang terdapat sebuah ruangan.


Mata Evelyn berbinar saat melihat ternyata disana sudah terdapat wine juga makanan yang begitu menggugah selera.


“Wah Kenrick kau yang menyiapkan semua ini?” Tanya Evelyn dengan tatapan tak percayanya. Kenrick mengangguk membuat senyuman Evelyn tertawa lalu segera duduk di tempat yang berada di sana.


Setelahnya mereka segera berbincang sambil menikmati hidangan yang sudah disediakan.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.