Mafia's woman

Mafia's woman
Penyelidikan



Langkah besar seorang laki-laki memasuki kediamannya dengan wajah tegas dan datarnya. Namun dibalik itu ada raut kekhawatiran yang tidak bisa untuk ia tutupi. Dia adalah Kenrick. Laki-laki yang kini berjalan ke arah kamar nya dengan begitu tergesa-gesa.


Tadi Kenrick padahal masih ada meeting dengan para dewan di kantor utama nya. Namun saat mendengar jika Evelyn mendapatkan teror serta terluka. Kenrick dengan segera mengakhiri meeting nya memilih untuk segera pulang untuk melihat keadaan dari istrinya itu.


Saat sampai di depan kamar nya ternyata disana sudah banyak pelayan yang menjaga Evelyn kini berdiri dengan wajah takut nya saat melihat kedatangan Kenrick.


“Sangat tidak ada yang bisa diandalkan. Setelah mendapatkan hukuman barulah kalian akan bisa bekerja dengan benar,” kecam Kenrick dengan tatapan tajamnya, menatap satu persatu pelayan tersebut yang kini sudah bersimpuh di kaki Kenrick.


“Tuan maafkan kami, mohon ampuni kami Tuan,” ucap para pelayan tersebut yang sama sekali tidak Kenrick hiraukan.


“Urus mereka,” ucap Kenrick dengan begitu tegasnya pada pengawal yang berjaga di sana.


Mendengar titah dari Kenrick, dengan segera para pengawal tersebut membawa tiga pelayan yang biasanya menjaga Evelyn itu untuk pergi dari sana. Dengan wajah khawatirnya Kenrick langsung memasuki kamar dan ternyata disana sudah ada Sean juga Jessie yang membantu Evelyn untuk mengobati luka di tangannya.


“Eve,” panggil Kenrick dengan tatapan sendunya saat melihat tangan istrinya yang sudah di balut perban.


Melihat kedatangan Kenrick, Jessie langsung berdiri dan menunduk takut saat melihat jelas bagaimana kini Kenrick menatapnya dengan tajam. Melihat Kenrick yang dilingkupi amarah. Evelyn langsung menarik tangn Kenrick dan mengelus nya dengan lembut.


“Tenang lah, mereka juga tak ada yang tahu jika isi dari kotak itu adalah pecahan kaca. Kami berpikir jika itu adalah pesanan ku,” ucap Evelyn menjelaskan pada Kenrick dan berusaha untuk membuat laki-laki tersebut tenang,


Kenrick menghembuskan nafasnya kasar lalu segera duduk di samping Evelyn dan menggenggam tangan Evelyn. Kenrick menggapai tangan Evelyn yang terluka, menatapnya dengan tatapan terluka. Ia begitu takut jika terjadi sesuatu pada istrinya itu.


“Jangan terluka lagi,” ucap Kenrick dengan tatapan sendunya pada Evelyn yang di jawab dengan anggukan oleh laki-laki tersebut.


Kenrick kini mengalihkan perhatiannya pada Sean yang masih berada di sana. Namun kening Kenrick mengerut saat melihat bawahannya itu sedang melamun sambil menatap keluar jendela. Evelyn yang melihat tingkah Sean itu hanya menggelengkan kepalanya.


Dari yang Sean ceritakan padanya, bisa ditangkap jika Sean mulai tertarik dengan gadis tersebut. Dan merasa bersalah karena telah mencelakai kedua orang tua gadis tersebut. Namun ia merasa gengsi untuk mengakuinya. Hingga ia hanya berkata pada Evelyn, jika ia tengah melihat dirinya sendiri di pada gadis tersebut.


Karena ia juga kehilangan kedua orang tuanya, namun beruntung ayah Kenrick mau mengangkatnya sebagai anak. Dan mau untuk merawatnya.


“Ada apa denganmu Sean?” tanya Kenrick bingung dengan ekspresi yang ditampilkan oleh Sean.


Mendengar namanya dipanggil Sean langsung menoleh ke arah Kenrick sambil menggelengkan kepalanya.


“Tidak Tuan, saya hanya memikirkan siapa yang sudah berani untuk mengganggu Nyonya,” alibi Sean yang hanya membuat Evelyn yang sudah mengetahui semua nya menggeleng mendengarnya. Sedangkan Kenrick hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Sean.


“Dimana Steve? Aku dengar dia yang mengambil kotak tersebut,” tanya Kenrick dengan tatapan penasarannya. Pasalnya sampai sekarang ia belum melihat keberadaan Steve.


Memang setelah Sean datan untuk membantu Evelyn, laki-laki tersebut langsung menyelidikinya dan pergi ke ruang penjagaan. Ia begitu merasa bersalah sekaligus takut. Ia tahu nyawanya kini sudah dicatat dalam buku kematian karena sudah membuat Nyonya rumah nya tersebut.


Namun tak dapat dipungkiri ia juga merasa bersalah karena tak memeriksanya dengan baik. Ia juga mengkhawatirkan keadaan Evelyn yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.


“Kau tunggu lah disini, Jessie akan menemani mu. Aku pergi dulu,” ucap Kenrick berpesan pada Evelyn yang menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.


Kenrick segera mendekat ke arah Evelyn lalu mengecup kening Evelyn dengan lembut, setelahnya ia segera pergi bersama dengan Sean di belakangnya yang juga ikut pergi bersama dengan Kenrick.


Tujuan mereka kini adalah ruang pengawas. Untuk mencari tahu siapa yang sebenarnya sudah berani untuk meneror Evelyn. Orang tersebut sepertinya sudah bosan hidup hingga ia harus mencari jalan bunuh diri di tangan Kenrick.


Saat sampai di ruang pengawas. Mereka langsung menuju tempat Jack dan Jola. Saat sampai, bisa mereka lihat kini Steve yang terlihat begitu serius memantau layar monitor di depannya.


“Zoom,” ucap Steve saat melihat seorang laki-laki dengan pakaian serba hitam yang mengantarkan pesanan.


Kenrick yang melihatnya langsung mendekat dan tatapannya langsung berkerut saat melihat pengawal yang berjaga di depan tampak meletakkan pesanan tersebut begitu saja di pos jaga. Seperti ada yang aneh dari penjaga tersebut yang bahkan tidak meminta pengantar paket tersebut untuk pengecekan data diri yang biasanya selalu dilakukan di kediaman Kenrick saat ada yang datang.


“Periksa pengawal tadi. Dan cari tahu laki-laki yang mengantar paket tersebut, lacak nomor kendaraannya,” ucap Kenrick begitu tegas pada Jack yang kini menganggukkan kepalanya.


“Kau cek, semua CCTV yang dilewati laki-laki tersebut,” perintah Kenrick pada Jola yang juga langsing menganggukkan kepalanya dengan patuh dan dengan segera mengecek semua CCTV yang bisa dengan mudah di Hack.


“Saya akan pergi untuk mengecek semua CCTV Tuan,” ucap Jola karena merasa susah karna tak mengetahui berapa banyak CCTV yang terpasang di tempat yang dilewati oleh laki-laki tadi.


Steve dan Sean kini memilih untuk segera menangkap pengawal tersebut. Sedangkan Jack sibuk memeriksa identitas dari pengawal tersebut. Setelah mendapatkannya ia dengan segera mengirimkannya pada Kenrick. Jack kembali mengerjakan tugas lain yang diminta oleh Kenrick.


“Dia pengawal baru?” tanya Kenrick saat melihat data pengawal tersebut yang ternyata baru bekerja di kediamannya selama tujuh bulan


“Benar Tuan, dia adalah orang yang di rekrut saat penambahan pengawal beberapa waktu yang lalu,” ucap Jack yang membuat Kenrick kini menatap datar pada data di depannya.


“Periksa semua pengawal baru yang direkrut saat penambahan pengawal. Dan pelayan juga. Lalu serahkan semua datanya padaku,” tegas Kenrick yang setelahnya langsung pergi dari sana.


Setelah teror yang dialami oleh Evelyn ia merasa kini harus lebih berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih pekerja di rumahnya. Ia tak ingin jika wanitanya itu kembali terluka. Kenrick kini kembali menuju ke kamarnya untuk memeriksa keadaan Evelyn.


***